Olahraga Ringan Jelang Waktu Tidur Bantu Perbaiki Kualitas Istirahat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juli 2024
Olahraga Ringan Jelang Waktu Tidur Bantu Perbaiki Kualitas Istirahat

Gerakan olahraga ringan sebelum tidur dianjurkan untuk istirahat yang lebih berkualitas. (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para ahli menyarankan untuk menghindari olahraga berat menjelang waktu tidur. Pasalnya, olaharaga dengan intensitas tinggi menjelang waktu tidur dapat mengurangi kualitas istirahat.

Peneliti perilaku sedentary Universitas Otago Selandia baru Jen Gale mengatakan, olahraga berat yang berakhir dalam waktu satu jam sebelum tidur dikaitkan dengan total waktu tidur yang lebih rendah dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tertidur.

“Studi kami menunjukkan bahwa dengan menghentikan waktu duduk di malam hari, dengan bangun setiap 30 menit untuk berolahraga selama 3 menit, durasi tidur akan membaik," kata Gale dilansir laman Well and Good.

Alih-alih olahraga berat, beberapa gerakan olahraga ringan dapat dilakukan untuk bantu kualitas istirahat saat tidur malam. Agar tidur lebih nyenyak, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan selama 15-20 detik dengan pengulangan 3 kali.

Baca juga:

Wajibkah Minum Air sebelum Tidur?

Angkat betis

Latihan mengangkat betis direkomendasikan oleh para ahli karena betis cenderung kurang terlatih dan menopang seluruh tubuh bagian bawah.

Caranya berdiri tegak di samping tembok, angkat kaki yang paling dekat dengan dinding dan angkat tumit (berjinjit) pada kaki yang lain. Lakukan satu sesi selam 10 detik sebelum berganti sisi.

Baca juga:

Diet Jangan Cuma Mengandalkan Olahraga, Perhatikan Pola Makan

Squat

Sebagai gerakan beban tubuh klasik, squat memiliki banyak manfaat selain membuat tidur lebih baik, jadi memasukkannya ke dalam rutinitas selalu merupakan ide bagus.

Berdirilah dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, tekuk lutut dan dorong pinggul ke bawah seakan sedang duduk di kursi, jaga punggung tetap lurus dan jaga beban tubuh pada tumit dan telapak kaki.

Baca juga:

Sebaiknya Hindari Tidur Sore, Nanti Bisa Depresi

Lunge

Lakukan gerakan lunge secara perlahan dan jaga agar detak jantung tetap rendah sebelum tidur. Caranya berdiri dengan dua kaki di buka selebar pinggul, letakkan kaki kanan dibelakang dan turunkan pinggul sehingga kaki kanan ditekuk sejajar pergelangan kaki kiri. Ulangi setiap posisi berlawanan.

“Apa pun alasannya, jika melakukan aktivitas ringan di malam hari dapat meningkatkan kualitas tidur, maka bangun dan menggerakkan tubuh secara rutin kemungkinan besar akan baik untuk kesehatan," pungkas Gale. (*)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan