Ojek Daring Jadi Incaran Pekerjaan Pendatang ke Jakarta

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 April 2024
Ojek Daring Jadi Incaran Pekerjaan Pendatang ke Jakarta

Ilustrasi ojek daring (Unsplash Afif Ramdhasum)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tren jumlah pendatang baru usai Lebaran atau arus balik mengalami naik turun selama empat tahun terakhir. Tercatat, pada 2020 sebanyak 24.043 orang. Lalu 2021 sebanyak 20.046 orang, tahun 2022 sebanyak 27.478 orang dan 2023 sebanyak 25.918 orang.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mulai pendatang baru yang masuk ke Jakarta usai Idulfitri 1445 Hijriah hingga pertengahan Mei 2024 atau sekitar satu bulan.

Baca juga:

Pemudik Jangan Bawa Pendatang Baru, Menko PMK: Angka Pengangguran Cukup Tinggi

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai jenis profesi ojek daring (ojek online/ojol) adalah salah satu incaran para pendatang baru di Jakarta, setelah Lebaran tahun ini.


"Pendatang kebanyakan mencari pekerjaan informal seperti ojek," kata Yayat.

Yayat menjelaskan, pekerjaan informal seperti ojek tentunya tidak membutuhkan kemampuan tertentu lantaran hanya bermodalkan ponsel dan sepeda motor.

Terkait latar pendidikan, menurut dia rata-rata pengemudi ojek daring memiliki pengalaman pernah mengenyam bangku SMA sehingga pekerjaan ini terbilang menggiurkan bagi para pendatang.

Terlebih, Jakarta sebagai kota metropolitan tentu membutuhkan beragam moda transportasi untuk memudahkan mobilitas masyarakat berpindah lokasi.

"Ojek di mana-mana yang paling gampang, sama layanan pengiriman barang secara instan," jelasnya.

Ia menambahkan, adanya persaingan mendapatkan pekerjaan di Jakarta turut membuat masyarakat yang berasal dari keluarga pra sejahtera kurang mampu bersaing. Alasan masyarakat yang memilih bekerja informal di Jakarta lantaran tidak memiliki latar belakang pendidikan maupun pengalaman tertentu.

"Nah itu menjadi sebuah peluang kerja di Jakarta itu makin sangat terbatas karena potensi pencari kerja Jakarta juga tinggi," ujarnya.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut terjadinya penurunan tren urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota usai Lebaran 2024.

"Tren penurunan angka urbanisasi pasca-Lebaran harus dibarengi dengan konsistensi para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah. Hal itu untuk bersama-sama mengembangkan berbagai potensi yang ada di desa," kata Lestari Moerdijat.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memperkirakan 15.000 sampai 20.000 pendatang baru di Jakarta usai Lebaran 2024. Jumlah itu cenderung turun jika dibandingkan pendatang pasca-Lebaran 2022 dan 2023, masing-masing sebanyak 25.918 orang dan 27.478 orang.

Baca juga:

Merek Pendatang Baru Bakal Meriahkan GIIAS 2024

#Arus Balik Mudik #Pendatang Baru #Urbanisasi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
7.911 Pendatang Baru Padati Ibu Kota Pasca Lebaran 2026, Mayoritas Masih Usia Produktif
Sebagai gantinya, petugas melakukan koordinasi ketat mulai dari level Walikota hingga pengurus RT/RW untuk menyosialisasikan pentingnya tertib administrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 19 April 2026
7.911 Pendatang Baru Padati Ibu Kota Pasca Lebaran 2026, Mayoritas Masih Usia Produktif
Indonesia
Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Berdasarkan data lebih dari 57 persen pendatang baru yang datang ke Jakarta berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Indonesia
Disdukcapil DKI Catat 1.776 Pendatang Baru, Layanan Jemput Bola Digelar 1 Bulan
Disdukcapil DKI mencatat 1.776 pendatang baru pasca Lebaran 2026. Mayoritas usia produktif, wajib lapor 1x24 jam ke RT/RW. Simak data lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Disdukcapil DKI Catat 1.776 Pendatang Baru, Layanan Jemput Bola Digelar 1 Bulan
Indonesia
Usai Lebaran 2026, Disdukcapil Prediksi Pendatang ke Jakarta Menurun
Disdukcapil DKI mencatat pendatang ke Jakarta usai Lebaran 2026 hanya 1.335 orang. Tren penurunan terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Usai Lebaran 2026, Disdukcapil Prediksi Pendatang ke Jakarta Menurun
Indonesia
Kapolri Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Polisi Tetap Siaga di Titik Rawan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, arus balik Lebaran 2026 aman dan lancar. Namun, polisi tetap bersiaga di titik rawan.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
Kapolri Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Polisi Tetap Siaga di Titik Rawan
Indonesia
KCIC: Penjualan Tiket Whoosh Lebaran 2026 Tembus 293 Ribu, Arus Balik Meningkat
Penjualan tiket Whoosh pada periode Lebaran 2026 terus meningkat. Sampai 29 Maret 2026, tercatat 293 ribu tiket sudah terjual.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
KCIC: Penjualan Tiket Whoosh Lebaran 2026 Tembus 293 Ribu, Arus Balik Meningkat
Indonesia
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Pramono hanya mengingatkan pendatang harus punya kesiapan diri yang bagus dan kemampuan untuk bekerja.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Indonesia
51 Ribu Pemudik Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini saat Arus Balik Lebaran 2026, Mayoritas Asal Yogyakarta dan Surabaya
PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 51.975 penumpang kereta api tiba di sejumlah stasiun wilayah Jakarta pada Jumat (27/3) siang.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
51 Ribu Pemudik Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini saat Arus Balik Lebaran 2026, Mayoritas Asal Yogyakarta dan Surabaya
Indonesia
Urbanisasi Pascalebaran, DPRD DKI Jakarta Ingatkan Pemprov: Tidak Boleh Bersikap Terlalu Longgar Tanpa Kontrol
"Prioritas utama pemerintah harus tetap pada perlindungan dan kesejahteraan warga Jakarta yang sudah lebih dulu tinggal dan berkontribusi di kota ini."
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Urbanisasi Pascalebaran, DPRD DKI Jakarta Ingatkan Pemprov: Tidak Boleh Bersikap Terlalu Longgar Tanpa Kontrol
Indonesia
Kendaraan dari Arah Jawa Tengah Masih Tinggi, Korlantas Siapkan One Way Lokal saat Puncak Arus Balik 28–29 Maret
Apabila arus kendaraan dari Jawa Timur, Yogyakarta, Solo Raya, dan Semarang masih tinggi, rekayasa lalu lintas lanjutan berpotensi diberlakukan dari KM 414 Tol Kalikangkung.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Kendaraan dari Arah Jawa Tengah Masih Tinggi, Korlantas Siapkan One Way Lokal saat Puncak Arus Balik 28–29 Maret
Bagikan