Nyesal, Elon Musk Ngaku Beberapa Unggahan tentang Trump ‘Terlalu Berlebihan’

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 11 Juni 2025
  Nyesal, Elon Musk Ngaku Beberapa Unggahan tentang Trump ‘Terlalu Berlebihan’

Elon Musk memberi salam kepada pendukung Trump saat Hari Pelantikan Presiden ke-47 AS, (20/1). (Foto: YouTube/@The Telegraph)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — MILIARDER Elon Musk mengatakan ia menyesali beberapa unggahan yang ia buat pekan lalu terkait dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut unggahan itu ‘terlalu berlebihan’.

Trump sebelumnya menyatakan pada Sabtu (7/6) bahwa hubungannya dengan Musk telah berakhir setelah keduanya saling melontarkan hinaan di media sosial. CEO Tesla dan SpaceX itu menyebut RUU pajak dan belanja besar-besaran milik Trump sebagai ‘kehinaan menjijikkan’.

Musk kemudian menghapus beberapa unggahan yang mengkritik Trump, termasuk satu unggahan yang menunjukkan dukungan terhadap pemakzulan presiden. Sumber yang dekat dengan orang terkaya di dunia tersebut mengatakan kemarahannya mulai mereda dan ia mungkin ingin memperbaiki hubungan itu.

“Saya menyesal atas beberapa unggahan saya tentang Presiden Donald Trump pekan lalu. Itu terlalu berlebihan,” ujar Musk di platform media sosialnya, X, Rabu (11/6). Meski begitu, Musk tak menyebut secara spesifik unggahan mana yang dimaksud.

Saham Tesla naik 2,3 persen dalam perdagangan prapasar setelah unggahan Musk tersebut. Beberapa analis pasar melihat ada tanda-tanda bahwa hubungan antara Musk dan Trump bisa membaik kembali.

Shawn Campbell, penasihat dan investor dari Camelthorn Investments, mengatakan pemerintahan Trump juga pernah diisi orang-orang yang sebelumnya pernah melontarkan ‘pernyataan cukup kasar’ tentang dirinya. “Jadi jelas hubungan ini bisa dipulihkan, hanya saja mungkin tidak akan kembali seperti dulu,” kata Campbell, dikutip The Korea Times.

Baca juga:

Elon Musk Mundur Dari Pemerintahan Trump Setelah Pecat Jutaan Pegawai, Ini Alasannya


Musk mendanai sebagian besar kampanye presiden Trump untuk 2024, menghabiskan hampir USD 300 juta (sekitar Rp 4,9 triliun) dalam pemilu AS tahun lalu. Ia mengklaim berperan dalam keberhasilan Partai Republik mempertahankan mayoritas kursi di DPR serta merebut kembali mayoritas di Senat.

Trump kemudian menunjuk Musk untuk memimpin upaya pengurangan birokrasi dan pemangkasan anggaran pemerintah. Namun, Musk mengundurkan diri dari posisi itu akhir bulan lalu setelah mengkritik RUU pajak andalan Trump. Musk menyebut RUU pajak itu terlalu mahal dan sebagai kebijakan yang bisa melemahkan tugasnya di Departemen Efisiensi Pemerintah.

Setelah menyatakan hubungan mereka berakhir pada Sabtu, Trump mengatakan akan ada ‘konsekuensi serius’ jika Musk memutuskan untuk mendanai kandidat Demokrat dalam pemilu mendatang yang menentang anggota Partai Republik yang mendukung RUU tersebut. Trump juga mengatakan tidak berniat memperbaiki hubungan dengan Musk.

Namun pada Senin, Trump berkata ia tidak akan keberatan jika Musk menelepon. Selain itu, ia juga tidak berencana menghentikan layanan internet satelit Starlink dari SpaceX yang digunakan Gedung Putih. Meski begitu, ia mempertimbangkan untuk memindahkan Tesla keluar dari proyek-proyek pemerintah.

“Kami punya hubungan yang baik, dan saya hanya berharap yang terbaik untuknya,” kata Trump. Musk menanggapi video pernyataan Trump di X dengan emoji hati.

Saham Tesla kini telah pulih dari kerugian yang diderita selama perseteruan publik antara Trump dan Musk pada Kamis lalu, yang sempat menghapus lebih dari USD 150 miliar (sekitar Rp 2.450 triliun) dari nilai pasar perusahaan tersebut.(dwi)

Baca juga:

Starlink Hadapi Krisis Global: Eropa Menjauh, China dan Pakistan Tantang Dominasi Elon Musk

#Elon Musk #Amerika Serikat #Donald Trump
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Penggunaan Grok untuk memproduksi konten seksual eksplisit merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, martabat, dan keamanan daring.
Dwi Astarini - 1 jam, 19 menit lalu
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Bagikan