NU Papua Minta Umat Jangan Terprovokasi Berita Bohong

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 30 Agustus 2017
NU Papua Minta Umat Jangan Terprovokasi Berita Bohong

Ilustrasi. (pixabay.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nahdlatul Ulama (NU) bersama gabungan organisasi masyarakat Islam Provinsi Papua mengimbau umatnya untuk tidak terprovokasi berita bohong atau hoax dan mengandung unsur SARA yang disebarluaskan melalui media sosial.

Pimpinan wilayah NU Provinsi Papua Tonny Wanggai mengatakan, pihaknya sangat prihatin jika membaca atau mendapati khususnya media massa daring (online) yang memuat berita-berita bohong dengan isu-isu SARA.

"Apalagi berita-berita di media daring yang saling menjelekan, menyesatkan, dan mengafirkan satu sama lain. Karena itu, masyarakat khususnya umat Islam Papua untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi berupa berita yang belum jelas atau sifatnya bohong," katanya.

Menurut Tonny, dalam ajaran Islam umat diminta untuk tabayun yang artinya mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Dalam konsep berita, maka diminta melakukan verifikasi, apakah benar atau palsu.

"Sehingga dengan melakukan tabayun, maka dapat menghindari perpecahan, fitnah, dan keresahan di tengah-tengah masyarakat sampai menyebabkan konflik secara fisik," katanya.

Dia menuturkan, sekarang sudah diterbitkan Undang-Undang Teknologi Informasi (TI). Bahkan, di Jayapura sudah ada kasus beberapa oknum yang ditangkap pihak kepolisian karena diduga telah menyebarkan berita bohong mengandung isu SARA.

"Karena itu, setiap berita yang kita lihat, dengar, dan baca harus diverifikasi secara baik dulu atau dipelajari secara saksama agar tidak merugikan masyarakat sendiri serta dalam kehidupan berbangsa serta bernegara," katanya.

Sebelumnya, pihak kepolisian berhasil menguak sindikat penyebar kebencian bernuansa SARA di media sosial yang memiliki ribuan akun palsu dan dibayar ratusan juta, akun-akunnya berupa akun pribadi, grup, hingga media massa. (*)

Sumber: ANTARA

# NU #Ujaran Kebencian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Struktur kepengurusan baru tersebut selanjutnya akan menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum Muktamar Ke-35 NU.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 557 orang.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Indonesia
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
NU selama ini dipandang sebagai organisasi keagamaan yang kekuatan utamanya bertumpu pada moralitas dan nilai-nilai keislaman.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
Indonesia
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Kemunculan banyak figur kandidat justru akan semakin memperkaya proses demokratisasi serta diskursus gagasan di internal organisasi. 

Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mereformasi tata kelola BUMN yang dinilai tidak produktif dan jumlahnya terlalu banyak. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Bagikan