NU Cirebon Dorong Kang Maman Maju di Pilgub Jabar 2018

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 05 November 2017
NU Cirebon Dorong Kang Maman Maju di Pilgub Jabar 2018

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozi bersama Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Maman Imanulhaq. Foto: MP/Mauritz

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Maman Imanulhaq terus didorong untuk maju jadi bakal calon Wakil Gubernur Jabar 2018. Anggota DPR RI Komisi Agama dan Sosial ini menerima dukungan dari berbagai lapisan termasuk para kyai.

"Jawa Barat butuh pemimpin yang mengakar di tengah umat, memahami persoalan masyarakat dan punya rekam jejak yang berpihak pada rakyat dan tentu anti korupsi. Saya kira Kang Maman sapaan Maman Imanulhaq cocok sebagai Cawagub Jabar," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozi usai pelantikan Lembaga Dakwah NU Kabupaten Cirebon di Ponpes Al-Idrisiyyah Megugede, Weru, Cirebon, Minggu (5/11).

Salah seorang tokoh masyarakat Weru, H. Hasan menguatkan pendapat Kyai Aziz. Hasan mengatakan Kang Maman merupakan seorang Dai yang cukup terkenal dan juga aktif seorang yang aktif dalam pemberantasan koruspi di Indonesia.

"Kang Maman, sebelum di DPR RI adalah Dai yang paling banyak dikenal masyarakat Cirebon, Kuningan dan Pantura, Indramayu dan Subang. Ia juga aktifis anti korupsi dan tokoh pluralisme nasional. Jabar butuh sosok Kang Maman," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Rois Syuriah NU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin mengatakan Jabar membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki berjiwa NU.

"Karakter NU yang peduli pada pendidikan dan dakwah yang moderat, toleran dan cinta NKRI yang perlu dimiliki calon pemimpin Jabar. Sosok yang benar-benar NU," kata KH Wawan.

Berita ini merupakan laporan Mauritz, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

#Pilgub Jawa Barat 2018 # NU #Cirebon #Maman Imanulhaq
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 557 orang.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Indonesia
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
NU selama ini dipandang sebagai organisasi keagamaan yang kekuatan utamanya bertumpu pada moralitas dan nilai-nilai keislaman.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
Indonesia
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Kemunculan banyak figur kandidat justru akan semakin memperkaya proses demokratisasi serta diskursus gagasan di internal organisasi. 

Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mereformasi tata kelola BUMN yang dinilai tidak produktif dan jumlahnya terlalu banyak. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Indonesia
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Untuk tema muktamar nantinya intinya juga sama yakni menjaga maruah NU dan memperkaya khidmat untuk kemasyarakatan bangsa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Bagikan