Nongkrong Karena Stres Boleh, Tapi…

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 13 April 2021
Nongkrong Karena Stres Boleh, Tapi…

Setiap orang butuh nongkrong. (Foto: Unsplash/Ashkan Forouzani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUDAH lebih dari satu tahun, COVID-19 menemani keseharian kita untuk beraktivitas. Semuanya sekarang berubah, serbaterbatas, lebih banyak khawatir, berita duka di mana-mana, dan berujung yang namanya stres. Mau nongkrong sama teman-teman pun cuma bisa daring alias lewat game atau platform Discord.

Peneliti dan Pengajar Vokasi Humas UI, dikutip SINDOnews, meneliti perilaku warga dalam mengatasi tekanan selama pandemi. Hasilnya, banyak warga mengalami stres.

“Temuan kualitatif dengan metode fenomenologi, mengungkapkan bahwa warga mengalami stres. Mereka merasakan himpitan luar biasa. Para informan menyampaikan bahwa mereka mengalami tekanan dari dua dunia, offline dan online sekaligus,” kata salah seorang peneliti, Devie Rahmawati.

Akibatnya, banyak dari mereka melakukan hobi baru selama pandemi seperti memasak, memlihara ikan cupang, bermain game, belanja online, sampai menonton Drama Korea. Bahkan di media sosial, beberapa orang lebih mengutamakan hobi mereka dibandingkan anggota keluarga.

Baca juga:

Tongkrongan Sigap Penuh Harap si Pemburu Takjil

Nongkrong Karena Stres Boleh, Tapi…
Ada yang jadi hobi nonton drama Korea. (Foto: SCMP)

“Di masa pandemi, nyaris tidak ada waktu untuk beristirahat. Pekerjaan kantor yang sebagian dilakukan offline dan online, bisa dilakukan di atas jam kewajaran di masa sebelum pandemi, seperti di atas pukul 10 malam, secara mendadak, atau bahkan di hari libur,” kata Devie.

Nah lain halnya dengan orang yang mageran alias malas gerak. Kebiasaan baru yang mereka lakukan adalah mengudap untuk mengatasi stres. Apalagi sambil nonton film di kamar.

Dalam survei bertajuk The State of Snacking 2020, Indonesia dan 11 negara lainnya menunjukkan bahwa 60 persen orang indonesia lebih banyak ngemil selama pandemi dibandingkan sebelumnya. Rata-rata mereka mengonsumsi tiga kali makanan ringan per hari dan menganggap nyemil jadi hal penting.

Kebiasaan ini disebut juga dengan mindful snacking atau mengudap dengan sepenuhnya sadar dan memerhatikan apa yang dimakan. Mindful snacking dilakukan dengan merencanakan momen nyemil itu sendiri, mulai dari menentukan takaran sampai memerhatikan nutrisi yang terkandung supaya enggak bikin gemuk.

Baca juga:

Tongkrongan Digital Ubah Kebiasaan Nongkrong di Negeri Aing

Nongkrong Karena Stres Boleh, Tapi…
Ada yang nyemil untuk mengatasi stres. (Foto: Unsplash/The Creative Exchange)


Dengan mindful snacking, seseorang akan lebih menikmati makanan dan mendapatkan kepuasan.

Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 juga membuat hampir seluruh sektor mengalami kerugian, mulai dari perfilman, wisata, sampai musik. Yang biasanya bermalam minggu, sekarang cuma bisa video call di rumah. Yang biasanya emak-emak bangun pagi-pagi buat ke pasar, sekarang cuma bisa memesan lewat aplikasi.

Anak-anak muda yang suka nongkrong juga jadi kesulitan. Padahal dulu setiap minggu, wajib banget nongkrong di basecamp yang sudah ditentukan. Walaupun sekarang beberapa tempat sudah dibuka, misalnya mal, tetap saja ada yang paranoid untuk nongkrong ke sana.

Meski pemerintah mengeluarkan peraturan ketat, apalah daya kebutuhan psikis seseorang yang seolah ‘meledak’ ingin bertemu sahabat atau rekan mereka. Alhasil, kejadian nekad pun dilakukan oleh 120 siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Karena sudah lama enggak dugem atau berkumpul, mereka nekat menyewa event organizer untuk mengadakan prom night. Gilanya lagi, mereka mengadakannya di aula kantor bupati Tanjung Jabung Barat.

Nongkrong Karena Stres Boleh, Tapi…
Jangan menghabiskan waktu terlama lama di tongkrongan. (Foto: Unsplash/Kate Kalvach)

Yang bikin kocak katanya sih, acara ini udah mendapat izin dari gugus tugas setempat. Meski begitu 120 siswa dan EO tersebut bersalah karena enggak pakai masker dan jaga jarak. Lagian juga udah mau puasa, malah dugem.

Buat kamu yang suka nongkrong, tahun ini memang ada sedikit kelonggaran dibandingkan tahun lalu yang masih ada di tahap awal pandemi. Apalagi sekarang bulan Ramadan, shalat Tarawih belum lengkap kalau belum mampir ke tongkrongan atau perang sarung. Nongkrong juga bisa dimanfaatkan sebagai ibadah karena melakukan silaturahmi dengan orang-orang terdekat.

Namun, jangan lupa menerapkan protokol kesehatan ya, Sobat Merah Putih. Pakai masker enggak sulit kok. Jaga jarak juga enggak sulit kok. Dan kalau bisa jangan terlalu lama menghabiskan waktu di tempat tongkrongan. Sisanya, lanjut di game atau video call saja ya. (and)

Baca juga:

Makan ini Ketika Sahur Agar Kuat Puasa Seharian

#April Tongkrongan Di Negeri Aing #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan