Niat Happy Malah Mati! Ini Kenyataan Pahit Jika Sembarangan Menghirup Aroma Manis N2O dari 'Whip Pink'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
Niat Happy Malah Mati! Ini Kenyataan Pahit Jika Sembarangan Menghirup Aroma Manis N2O dari 'Whip Pink'

Ilustrasi. (Foto: Pexels/Julia Avamotive)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Di balik aroma manis dan sensasi euforia singkat yang ditawarkan 'gas tertawa' atau Nitrous Oxide (N2O), tersimpan ancaman kelumpuhan saraf hingga kematian yang mengintai siapa saja yang menyalahgunakannya.

Fenomena penggunaan Whip Pink sebagai sarana rekreasi di Jakarta pada akhir Januari 2026 ini memicu peringatan keras dari para ahli kesehatan dan otoritas keamanan, mengingat dampak destruktif zat tersebut terhadap otak dan sistem reproduksi manusia.

Baca juga:

Polisi Bidik Rekam Medis Lula Lahfah, RS Pondok Indah Diperiksa

Eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa penggunaan berulang zat ini merupakan serangan langsung terhadap sistem neurologis. Kerusakan yang ditimbulkan tidak main-main, mulai dari gangguan kognitif hingga kerusakan permanen pada organ vital.

“Pada mereka yang berkali-kali menghisap N2O maka dapat menimbulkan gangguan neurologik dan bahkan gangguan otak,” tegas Prof. Tjandra dikutip Antara, Kamis (29/1).

Kerusakan Saraf dan Ancaman Kemandulan

Berdasarkan data dari Food and Drug Administration (FDA), menghirup N2O secara sembarangan dapat memicu timbulnya bekuan darah, asfiksia (kekurangan oksigen), hingga gangguan ekskresi seperti sulit buang air besar dan kecil. Lebih mengerikan lagi, zat ini mampu melumpuhkan tungkai penggunanya hingga menyebabkan kesulitan berjalan secara permanen.

Tidak hanya menyerang fisik bagian luar, Ketua Majelis Kehormatan PDPI ini menjelaskan adanya dampak serius pada fungsi reproduksi.

“Data lain juga menunjukkan penggunaan N2O berkepanjangan dapat menurunkan kesuburan atau fertilitas dan pada keadaan tertentu menimbulkan keguguran,” ungkapnya.

Baca juga:

Periksa Reza Arap, Polisi Selidiki Keadaan Selebgram Lula Lahfah sebelum Meninggal

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI meminta masyarakat untuk tidak sekali-kali mencoba mengonsumsi N2O di luar konteks medis.

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menyatakan bahwa meskipun zat ini memberikan rasa senang dan tawa akibat efek euforia, risiko yang harus dibayar sangatlah mahal.

“N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,” tutur Suyudi.

Pihak berwenang kini memperketat pengawasan terhadap distribusi gas ini agar tidak disalahgunakan sebagai inhalan yang merusak generasi muda.

#Nitrous Ice Cream And Fruit Bar #Gas Tertawa Whip Pink #WHO
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Indonesia
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat telah dikerahkan untuk membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran virus.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Dunia
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Indonesia
Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Otoritas kesehatan ini tengah berpacu melacak puluhan orang yang baru turun dari kapal berbendera Belanda MV Hondius.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
 Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Lifestyle
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya
WHO secara resmi mengategorikan hantavirus sebagai virus berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius dan berisiko fatal pada manusia.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya
Bagikan