Niat Happy Malah Mati! Ini Kenyataan Pahit Jika Sembarangan Menghirup Aroma Manis N2O dari 'Whip Pink'
Ilustrasi. (Foto: Pexels/Julia Avamotive)
Merahputih.com - Di balik aroma manis dan sensasi euforia singkat yang ditawarkan 'gas tertawa' atau Nitrous Oxide (N2O), tersimpan ancaman kelumpuhan saraf hingga kematian yang mengintai siapa saja yang menyalahgunakannya.
Fenomena penggunaan Whip Pink sebagai sarana rekreasi di Jakarta pada akhir Januari 2026 ini memicu peringatan keras dari para ahli kesehatan dan otoritas keamanan, mengingat dampak destruktif zat tersebut terhadap otak dan sistem reproduksi manusia.
Baca juga:
Polisi Bidik Rekam Medis Lula Lahfah, RS Pondok Indah Diperiksa
Eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa penggunaan berulang zat ini merupakan serangan langsung terhadap sistem neurologis. Kerusakan yang ditimbulkan tidak main-main, mulai dari gangguan kognitif hingga kerusakan permanen pada organ vital.
“Pada mereka yang berkali-kali menghisap N2O maka dapat menimbulkan gangguan neurologik dan bahkan gangguan otak,” tegas Prof. Tjandra dikutip Antara, Kamis (29/1).
Kerusakan Saraf dan Ancaman Kemandulan
Berdasarkan data dari Food and Drug Administration (FDA), menghirup N2O secara sembarangan dapat memicu timbulnya bekuan darah, asfiksia (kekurangan oksigen), hingga gangguan ekskresi seperti sulit buang air besar dan kecil. Lebih mengerikan lagi, zat ini mampu melumpuhkan tungkai penggunanya hingga menyebabkan kesulitan berjalan secara permanen.
Tidak hanya menyerang fisik bagian luar, Ketua Majelis Kehormatan PDPI ini menjelaskan adanya dampak serius pada fungsi reproduksi.
“Data lain juga menunjukkan penggunaan N2O berkepanjangan dapat menurunkan kesuburan atau fertilitas dan pada keadaan tertentu menimbulkan keguguran,” ungkapnya.
Baca juga:
Periksa Reza Arap, Polisi Selidiki Keadaan Selebgram Lula Lahfah sebelum Meninggal
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI meminta masyarakat untuk tidak sekali-kali mencoba mengonsumsi N2O di luar konteks medis.
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menyatakan bahwa meskipun zat ini memberikan rasa senang dan tawa akibat efek euforia, risiko yang harus dibayar sangatlah mahal.
“N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,” tutur Suyudi.
Pihak berwenang kini memperketat pengawasan terhadap distribusi gas ini agar tidak disalahgunakan sebagai inhalan yang merusak generasi muda.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Di Hadapan Komisi III DPR, BNN Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Whip Pink bagi Generasi Muda
Marak Disalahgunakan, DPR Desak Penjualan Whip Pink Diperketat
Tabung Whip Pink di TKP Lula Lahfah, Kemenkes Tegaskan Aturan Medis Gas N2O
Ditnarkoba Usut Temuan Tabung Whip Pink di TKP Apartemen Lula Lahfah
Niat Happy Malah Mati! Ini Kenyataan Pahit Jika Sembarangan Menghirup Aroma Manis N2O dari 'Whip Pink'
Tren Mabuk Gas Tertawa Whip Pink, Ternyata Bahayanya Luar Biasa
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat
1 Dari 3 Perempuan Di Dunia Hadapi Kekerasan Seksual, Ini Yang Paling Rentan
Jakarta Panasnya Minta Ampun, Ahli WHO Desak Pemprov DKI Pasang Keran Air Gratis