Nganggung, Tradisi Lebaran yang Mulai Ditinggalkan

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 01 Juli 2017
Nganggung, Tradisi Lebaran yang Mulai Ditinggalkan

(Sumber Foto: Pemprov Babel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki tradisi yang khas dalam merayakan lebaran Idul Fitri. Usai salat Ied para warga akan melaksanakan Nganggung yang dilakukan di masjid-masjid dekat rumah warga.

Masjid Al-Qomarul Anuar di Kelurahan Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang merupakan salah satu masjid yang setiap tahunnya rutin melaksanakan Nganggung. Dalam kesempatan ini masyarakat sengaja membawa dulang dan rantang yang berisi makanan Lebaran dari rumah masing.

"Nganggung sudah menjadi tradisi masyarakat kami setiap ada momentum keagamaan yang diselenggarakan oleh pengurus Masjid Al- Qomarul Anuar Kelurahan Pintu Air," kata salah satu warga Kelurahan Pintu Air, Matcik seperti yang dikutip Antara.

Nganggung merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat Kelurahan Pintu Air. Selain itu, kegiatan itu juga bisa membuat lebih dekat dan saling mengenal antar tetangga serta memakmurkan masjid.

Sementara salah satu tokoh pemuda di Kelurahan Pintu Air, Pangkalpinang, Edi Riduan mengatakan bahwa kegiatan Nganggung berangsur-angsur mulai ditinggalkan warga.

"Setiap tahunnya yang melakukan tradisi Nganggung mulai sedikit dan ciri khas kegiatan ini yaitu membawa dulang sudah mulai jarang karena sekarang banyak bawa rantang dan kotak sebagai pengganti dulang," katanya.

Edi berharap ke depan masyarakat harus lebih peduli dan melestarikan budaya tersebut agar Nganggung yang merupakan kebudayaan asli Indonesia tidak punah atau diambil oleh negara tetangga.

"Jika bukan kita yang peduli, siapa lagi. Mari kita lestarikan, karena ini merupakan warisan budaya kita yang wajib dijaga hingga masa yang akan datang," tutur Edi.

Sumber: Antara

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Gambaran Keberanian Seorang Pangeran Pada Tari Remo

#Tradisi Unik
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Lifestyle
Korea Selatan kembali Gelar Adu Banteng, Aktivis Hewan Langsung Bereaksi Lempar Kecaman
Aksi ini digelar setelah pemerintah daerah di Korea menggelar kembali turnamen adu banteng meskipun ada kekhawatiran terkait dengan wabah penyakit kaki dan mulut baru-baru ini.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Korea Selatan kembali Gelar Adu Banteng, Aktivis Hewan Langsung Bereaksi Lempar Kecaman
Tradisi
Lebaran Sapi, Tradisi Unik Warga Lereng Merapi Boyolali Rayakan Hewan Ternak
Sesuai namanya, Bakdan Sapi merupakan perayaan khusus untuk hewan ternak milik warga, terutama sapi.
Dwi Astarini - Selasa, 08 April 2025
Lebaran Sapi, Tradisi Unik Warga Lereng Merapi Boyolali Rayakan Hewan Ternak
Tradisi
Tarian Gundala-Gundala Ritual Pemanggil Hujan dari Tanah Karo
Asal usul tarian pemanggil hujan Gundala-Gundala dari Karo.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 September 2024
Tarian Gundala-Gundala Ritual Pemanggil Hujan dari Tanah Karo
Tradisi
Lomba Dayung Jukung, Tradisi Unik 17 Agustusan di Kalimantan Selatan
Jukung adalah perahu tradisional suku Banjar, digunakan untuk transportasi, perdagangan, dan menangkap ikan di sungai, danau, serta rawa.
Frengky Aruan - Rabu, 14 Agustus 2024
Lomba Dayung Jukung, Tradisi Unik 17 Agustusan di Kalimantan Selatan
Berita
3 Tradisi Unik di Indonesia Merayakan Idul Adha
Tradisi unik merayakan momen Idul Adha ternyata banyak di Indonesia.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Juni 2024
3 Tradisi Unik di Indonesia Merayakan Idul Adha
Fun
Mengenal Makna Tradisi Imlek 'Yu Sheng'
Setiap unsur dalam Yu Sheng memiliki simbolisme tersendiri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Februari 2024
Mengenal Makna Tradisi Imlek 'Yu Sheng'
Fun
Tradisi Unik di Berbagai Negara untuk Sambut Tahun Baru 2024
Delapan tradisi unik di berbagai negara dalam menyambut tahun baru 2024.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Desember 2023
Tradisi Unik di Berbagai Negara untuk Sambut Tahun Baru 2024
Bagikan