Korea Selatan kembali Gelar Adu Banteng, Aktivis Hewan Langsung Bereaksi Lempar Kecaman

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Korea Selatan kembali Gelar Adu Banteng, Aktivis Hewan Langsung Bereaksi Lempar Kecaman

Turnamen adu banteng di Korea Selatan.(foto: Dok KAWA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ARENA adu banteng di Kabupaten Dalseong, Daegu, Korea Selatan, Rabu (30/4), ramai lagi. Dua ekor banteng beradu di arena. Inilah turnamen adu banteng yang kembali diperbolehkan digelar.

Di luar arena adu banteng, keramaian yang tak kalah bising juga terjadi. Koalisi organisasi advokasi, termasuk Korea Animal Rights Advocates (KARA) dan Korean Animal Welfare Association (KAWA), menggelar unjuk rasa. Ketegangan meningkat setelah para aktivis menyoroti spanduk promosi yang menawarkan anak sapi hidup sebagai hadiah undian, sebuah pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Hewan Korea yang melarang penggunaan hewan sebagai hadiah.

Sebagai tanggapan, pejabat Dalseong mengatakan hadiah tersebut akan diganti dengan uang tunai atau patung anak sapi emas. Hal itu mengundang masyarakat untuk memverifikasinya langsung pada hari acara.

Aksi ini digelar setelah pemerintah daerah di Korea menggelar kembali turnamen adu banteng meskipun ada kekhawatiran terkait dengan wabah penyakit kaki dan mulut baru-baru ini. Inilah pangkal penolakan keras dari kelompok-kelompok pemerhati hak-hak hewan.

Kelompok pengunjuk rasa, yang tergabung dalam Aliansi Nasional untuk Menghapus Adu Banteng yang Kejam, menyerukan penghentian segera kegiatan adu banteng dengan alasan kekejaman terhadap hewan dan risiko terhadap keamanan hayati. Mereka menentang dimulainya kembali turnamen yang kontroversial di Dalseong dan beberapa kabupaten lain seperti Changnyeong dan Jinju di Provinsi Gyeongsang Selatan. Turnamen ini sebelumnya menunda acara karena wabah penyakit ternak pada Maret lalu.

Baca juga:

Kebakaran Hutan, Jamur Pinus Kesayangan Warga Korea Selatan Terancam Hilang


Warisan Budaya vs Penyiksaan Hewan


Saat beberapa pemerintah daerah membela acara ini sebagai bagian dari warisan budaya Korea, para pengkritik menilai praktik tersebut mengeksploitasi hewan demi hiburan dan perjudian. Kontroversi ini kembali memicu perdebatan tentang pendanaan publik untuk kegiatan semacam itu.

Menurut para aktivis, tujuh pemerintah daerah berencana atau telah menggelar turnamen adu banteng tahun ini, dengan sebagian telah menerima alokasi anggaran. Daerah-daerah tersebut meliputi Dalseong, Changnyeong, Jinju, Changwon, Uiryeong, dan Boeun, serta Kabupaten Cheongdo di Provinsi Gyeongsang Utara, yang mengoperasikan arena adu banteng sepanjang tahun meskipun tidak menerima dana langsung untuk kegiatan itu tahun ini.

Para aktivis mencatat, meskipun pemerintah sebelumnya menunda acara demi mencegah penyebaran penyakit, kini para pejabat daerah justru memaksakan penyelenggaraan turnamen meski kasus penyakit kaki dan mulut masih terus muncul di wilayah selatan. “Menggelar turnamen adu banteng selama tiga minggu berturut-turut, saat infeksi baru masih terjadi ialah tindakan yang gegabah,” ujar seorang pejabat dari koalisi pemerhati hewan, seperti dilansir The Korea Times.

Pemerintah pusat sendiri mulai mengambil jarak dari dukungan terhadap praktik ini. Pada Januari lalu, Administrasi Warisan Budaya Korea memutuskan untuk tidak meninjau permintaan penetapan adu banteng sebagai warisan budaya tak benda, dengan alasan bahwa bentuk adu banteng modern sangat berbeda dari akar tradisionalnya.

Namun, beberapa kota tetap mengalokasikan anggaran melalui mekanisme mendadak. Dalam kasus Dalseong, Kota Daegu awalnya tidak merencanakan dukungan apa pun, tetapi dewan kota akhirnya meloloskan pendanaan setelah dipengaruhi seorang anggota dewan dari distrik tersebut. Para aktivis memperingatkan bahwa pendanaan terselubung seperti itu bisa mendorong upaya-upaya lokal untuk terus mengadakan adu banteng meski mendapat penolakan yang semakin luas dari publik.

Saat menanggapi kritik tersebut, seorang pejabat Kabupaten Dalseong mengklaim semua banteng yang berpartisipasi telah divaksinasi dan tidak lagi berisiko tertular penyakit. Ia juga mengecilkan tuduhan kekejaman. “Dalam banyak kasus, banteng justru berusaha mundur daripada bertarung. Sekitar sepertiga dari mereka hanya mundur saja,” kata dia.

Namun, para aktivis menegaskan memaksa hewan bertarung dalam kondisi stres, terlepas dari ada atau tidaknya luka fisik yang terlihat, tetaplah merupakan bentuk kekejaman. Salah satu foto yang dirilis aktivis memperlihatkan seekor banteng berdarah sedang ditarik keluar dari arena menggunakan cincin di hidungnya setelah pertandingan.

Ketika ditanya apakah turnamen akan terus digelar tahun depan, pejabat Dalseong menyatakan masih terlalu dini untuk memutuskan, tapi anggaran di masa depan amat mungkin akan dikurangi, bukan ditambah.

Sementara itu, koalisi aktivis berjanji akan melanjutkan aksi protes terhadap pemerintah daerah lain yang berencana menggelar turnamen serupa.

“Sudah saatnya masyarakat kita berkembang menjadi masyarakat yang menghargai kehidupan hewan, bukan mengeksploitasinya demi hiburan,” ujar seorang pejabat dari koalisi tersebut.(dwi)

Baca juga:

Kebakaran Hebat di Korea Selatan Hancurkan Landmark Budaya, Mengancam Situs Warisan Budaya UNESCO, Pemerintah Lakukan Evakuasi Artefak Bersejarah

#Korea Selatan #Tradisi Unik #Banteng
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Fun
Jangan Sampai Lewat, 3 Drama Korea Romantis Pilihan Juni Ini!
Bulan Juni 2026 hadir dengan deretan K-drama romantis terbaru: Doctor on the Edge, My Royal Nemesis, dan Messily Ever After.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Jangan Sampai Lewat, 3 Drama Korea Romantis Pilihan Juni Ini!
Olahraga
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup A: Meksiko Favorit Lolos, Republik Ceko Bisa Jadi Kuda Hitam
Meksiko menjadi favorit utama di Grup A Piala Dunia 2026. Simak analisis lengkap peluang Meksiko, Republik Ceko, Korea Selatan, dan Afrika Selatan lolos ke babak gugur
ImanK - Minggu, 31 Mei 2026
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup A: Meksiko Favorit Lolos, Republik Ceko Bisa Jadi Kuda Hitam
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Dunia
Militer Iran Bantah Dalang Serangan Kapal Korsel, Tuding Imbas AS Blokade Selat Hormuz
Iran membantah tuduhan keterlibatan militer dalam insiden kapal HMM Namu di Selat Hormuz. Ketegangan meningkat pasca serangan AS-Israel dan blokade maritim.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Militer Iran Bantah Dalang Serangan Kapal Korsel, Tuding Imbas AS Blokade Selat Hormuz
Fun
Poster Perdana Kitchen Soldier Rilis, Aura Militer Park Ji Hoon Bikin Heboh!
Drama Korea terbaru tvN The Legend of Kitchen Soldier tayang 11 Mei 2026 di Viki. Dibintangi Park Ji Hoon, Yoon Kyung Ho, dan Lee Hong Nae, drama ini mengusung genre komedi fantasi militer.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Poster Perdana Kitchen Soldier Rilis, Aura Militer Park Ji Hoon Bikin Heboh!
Fun
Jumlah Pengunjung Membeludak, Acara Bagi-Bagi Kartu Pokemon Dibatalkan Mendadak
Pokemon Korea mengunggah pemberitahuan di media sosialnya yang mengumumkan pembatalan pembagian langsung di lokasi.
Dwi Astarini - Sabtu, 02 Mei 2026
Jumlah Pengunjung Membeludak, Acara Bagi-Bagi Kartu Pokemon Dibatalkan Mendadak
Travel
BTS Datangkan Lebih Banyak Fulus untuk Korea Selatan, Bikin Pengeluaran Turis Melonjak 38 Kali Lipat
Wisatawan internasional yang datang untuk konser BTS pada Maret dan awal April tinggal lebih lama dan menghabiskan uang secara signifikan lebih besar.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
BTS Datangkan Lebih Banyak Fulus untuk Korea Selatan, Bikin Pengeluaran Turis Melonjak 38 Kali Lipat
ShowBiz
Catat Rekor Ekspor Baru, Korea Selatan Jual Album K-Pop Senilai Rp 1,6 Triliun dalam Kuartal I 2026
Jumlah itu melonjak 159 persen ketimbang tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Catat Rekor Ekspor Baru, Korea Selatan Jual Album K-Pop Senilai Rp 1,6 Triliun dalam Kuartal I 2026
Dunia
Pilot Selfie dan Ambil Video Sebabkan Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan
Dalam laporan badan audit yang dipublikasikan pada Rabu (22/4) disebutkan bahwa insiden itu terjadi karena pilot mengambil foto untuk mengenang penerbangan terakhir bersama unit militernya.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Pilot Selfie dan Ambil Video Sebabkan Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan
Dunia
YouTuber Amerika Johnny Somali Dihukum 6 Bulan Penjara, Bikin Ulah dan Berlaku Kasar di Korea Selatan
Somali memicu kemarahan publik luas akibat perilakunya yang provokatif dan merendahkan.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
YouTuber Amerika Johnny Somali Dihukum 6 Bulan Penjara, Bikin Ulah dan Berlaku Kasar di Korea Selatan
Bagikan