Netanyahu Sebut Nominasikan Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian, begini Peluang Terpilihnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 09 Juli 2025
Netanyahu Sebut Nominasikan Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian, begini Peluang Terpilihnya

Donald Trump (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menambah daftar pihak yang menominasikan dirinya untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Nominasi terbaru disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pertemuan dengan Trump pada Senin (7/7), Netanyahu menyebut ia telah merekomendasikan Trump untuk penghargaan bergengsi tersebut, sambil menyerahkan surat yang ia klaim telah dikirim ke Komite Nobel.

Trump telah beberapa kali dinominasikan berbagai pihak, baik dari dalam Amerika Serikat maupun oleh politisi luar negeri. Namun, itu hanyalah langkah awal dalam proses yang sangat tertutup.



Banyak yang Menominasikan, tak Semua Sah



Para pengusul Trump sebagai nominasi Hadiah Nobel Perdamaian termasuk sekelompok anggota DPR AS dari Partai Republik dan dua anggota parlemen Norwegia.

Kelompok-kelompok tersebut secara terpisah menominasikan Trump pada 2018 atas upayanya meredakan ketegangan nuklir dengan Korea Utara. Salah satu politisi Norwegia juga menominasikan Trump kembali untuk Hadiah Nobel 2021 atas upaya perdamaian di Timur Tengah, demikian juga seorang anggota parlemen Swedia.

Namun, tidak semua nominasi tersebut sah.

Baca juga:

Trump Dikabarkan Putus Hubungan Dengan Netanyahu, Merasa Dimanipulasi



Komite Nobel Norwegia, yang memilih pemenang hadiah, mengatakan pada 2018 bahwa seseorang menggunakan identitas curian telah menominasikan Trump setidaknya dua kali.

Nominasi hanya bisa diajukan kelompok orang dan organisasi tertentu, termasuk kepala negara, politisi tingkat nasional, profesor universitas, direktur lembaga kebijakan luar negeri, penerima Hadiah Nobel sebelumnya, dan anggota Komite Nobel Norwegia sendiri. Setelah semua nominasi masuk, komite yang terdiri dari lima anggota yang ditunjuk parlemen Norwegia akan menyeleksi dan memastikan bahwa semua nominasi diajukan pihak yang memenuhi syarat. Atruan komite menyebut seseorang tidak boleh menominasikan dirinya sendiri.

Komite Nobel tidak mengumumkan daftar nominasi. Aturan menyatakan para juri dilarang membahas proses pertimbangan selama 50 tahun. Namun, para pengusul boleh memublikasikan nominasi mereka sendiri.

Nominasi harus dikirim sebelum 1 Februari setiap tahun. Itu berarti, jika benar Netanyahu baru mengusulkan Trump, itu berlaku untuk Hadiah Nobel Perdamaian pada 2026. Para pemenang Hadiah Nobel diumumkan setiap Oktober, dan upacara penghargaan berlangsung pada 10 Desember, bertepatan dengan hari wafat Alfred Nobel.

Menurut keinginan Nobel, Hadiah Nobel Perdamaian diberikan kepada orang yang telah melakukan pekerjaan terbaik untuk persaudaraan antarbangsa, penghapusan atau pengurangan angkatan bersenjata, serta penyelenggaraan dan promosi kongres perdamaian.

Hadiah Nobel Perdamaian juga merupakan satu-satunya yang secara rutin diberikan atas pencapaian tahun sebelumnya dan satu-satunya yang diserahkan di Oslo, Norwegia. Sementara itu, untuk Hadiah Nobel bidang sains, para ilmuwan sering harus menunggu bertahun-tahun agar hasil kerja mereka diakui karena para juri ingin memastikan terobosan tersebut teruji oleh waktu. Biasanya penghargaan bidang sains diberikan di Stockholm, Swedia.

Mantan Presiden AS Barack Obama pernah memenangi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2009, hanya sembilan bulan setelah menjabat. Pemberian Hadiah Nobel Perdamaian itu memicu kritik keras di AS karena dianggap terlalu dini untuk sebuah pencapaian Nobel.

Presiden lain AS, Jimmy Carter memenani Hadiah Nobel Perdamaian pada 2002 atas karya-karyanya setelah meninggalkan Gedung Putih.(dwi)

Baca juga:

Kirim Surat ke Prabowo, Donald Trump Sebut AS Tak Untung ‘Berdagang’ dengan Indonesia

#Hadiah Nobel #NobelPerdamaian #Benjamin Netanyahu #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral
Saat menanggapi aksi walkout tersebut, ia malah mengejek para delegasi dengan sebutan pengecut moral.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Dunia
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia dan sejumlah wilayah lain berada di bawah bendera AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Bagikan