MerahPutih.com - Para menteri perdagangan kelompok tujuh negara maju atau G7 melakukan pertemuan di Paris, Prancis, dengan salah satu bahasanya adalah kontrol China.
G7 menegaskan, siap menolak tindakan "pemaksaan ekonomi" secara terselubung, yang merujuk pada kontrol China atas ekspor terhadap mineral-mineral penting.
Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis Nicolas Forissier mengatakan KTT G7 akan diselenggarakan pada pertengahan Juni mendatang, dengan agenda utama memperkuat rantai pasokan komoditas mineral penting tersebut.
Di Prancis, terdapat kekhawatiran terus-menerus soal dominasi China terhadap pasar logam tanah jarang (LTJ), yang biasanya digunakan manufaktur semikonduktor.
Baca juga:
Harga Patokan Mineral Nikel Bakal Dinaikkan, Kejar Tambahan Pendapatan Negara
Menteri Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa menekankan pentingnya mempertahankan dan memperkuat rezim perdagangan multilateral, dengan mengekang pembatasan ekspor yang tidak adil.
Akazawa menyebutkan, rekan-rekannya dari beberapa anggota G7 juga menyatakan keprihatinan tentang kemungkinan adanya kontrol ekspor lebih ketat, yang telah dilakukan China terhadap Jepang, merembet ke negara lain.
Dalam pernyataan resmi, para menteri G7 memiliki kekhawatiran serius mengenai pemaksaan ekonomi, termasuk melalui pembatasan ekspor sewenang-wenang yang dapat menyebabkan gangguan rantai pasokan.
Para menteri G7 menyatakan akan bekerja sama untuk memastikan bahwa upaya atau ancaman mempersenjatai ketergantungan ekonomi itu akan gagal. (*)

