Kesehatan

Nasibmu Kaki, Jarang Diperhatikan

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 02 Oktober 2020
Nasibmu Kaki, Jarang Diperhatikan

Kaki jangan pernah dilupakan. (Foto: Pixabay/mohammadaasim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UMUMNYA orang lebih memperhatikan perawatan wajah saja. Merk skin care dari A sampai Z sudah seperti barang koleksi di rumah. Tapi kalau untuk kaki? Wah jarang sekali nih diperhatikan. Padahal kulit kaki juga sama pentingnya dan harus dirawat agar tetap sehat.

Melansir dari healthline.com, bagian kulit kaki yang paling sering mengalami pecah-pecah adalah tumit. Gesekan ketika berjalan atau tidak cocok dengan bahan sepatu tertentu bisa membuat kulit menjadi kering. Ini memungkinkan terjadi retakan pada lapisan epidermis. Sebenarnya masalah kulit kaki pecah-pecah bukan termasuk penyakit serius. Hanya saja jika dibiarkan terus menerus lapisan kulit yang rusak akan semakin masuk ke dalam sehingga menyebabkan rasa sakit ketika berjalan.

Baca Juga:

Ini Penyebab Ukuran Kaki Berubah


1. Perawatan khusus kaki

kaki
Melakukan perawatan khusus untuk kaki. (Foto: Pixabay/andreas160578)


Jangan salah! Kini tidak sulit kok mencari produk skin care untuk kaki. Gunakan pelembab khusus kaki dengan tekstur yang lebih kental dari pelembab biasa. Selain itu, rajin merendam kaki di air campuran garam dan melakukan eksfoliasi secara berkala juga akan membuat kulit semakin lembut.


2. Jangan anggap remeh kaus kaki

kaki
Kaus kaki dapat melindungi kulit kaki. (Foto: Pixabay/stevepb)

Menggunakan sepatu tertutup hingga batas mata kaki bisa membuat kaki pecah-pecah. Kok bisa? Hal ini dikarenakan gesekan pada bagian dalam sepatu akan mengikis lapisan epidermis secara perlahan. Mula-mulanya kulit akan terkelupas dan pecah-pecah. Pada akhirnya kulit kaki akan mengalami luka ringan.

Baca Juga:

Sembuhkan Kaki Pecah-Pecah dengan Bahan di Dapur


3. Hidrasi dari dalam tubuh

kaki
Pastikan tubuh tidak kekurangan air. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Perawatan kulit tidak cukup hanya dari luar saja. Kamu harus memastikan tubuhmu terhidrasi dengan baik agar kelembaban kulit tetap terjaga. Rutin minum air mineral dan konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air untuk membantu regenerasi pada kulit tubuh.

4. Jangan asal beli sepatu

kaki
Perhatikan bahan dari sepatu yang ingin dibeli. (Foto: Pixabay/Greyerbaby)

Pilih sepatu susahnya seperti memilih jodoh. Modelnya sudah cocok tapi ternyata bahannya berisiko membuat kulit kaki pecah-pecah. Duh pusing deh kalau sudah begini. Untuk itu kamu perlu memperhatikan berbagai bahan sepatu yang aman untuk kondisi kulitmu. (mar)

Baca Juga:

Sering Menggoyangkan Kaki saat Tidur? Mungkin Kamu Mengalami Hal Ini

#Alas Kaki #Kesehatan #Kaos Kaki #Nyaman Di Kaki
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan