NasDem Respons Pertemuan Ridwan Kamil dengan Airlangga Hartarto
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil. ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar
MerahPutih.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (15/5).
Pertemuan Kang Emil-sapaan akrab Ridwan Kamil dan Airlangga selaras dengan terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas oleh Golkar, PPP dan PAN.
Baca Juga
PAN Klarifikasi Isu Ridwan Kamil Dampingi Airlangga di Pilpres 2024
NasDem merupakan partai pengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018. Bahkan, partai besutan Surya Paloh itu merupakan parpol pertama yang mengusung Ridwan Kamil dalam kontestasi tersebut.
"NasDem melihat itu sesuatu hal yang memang harus dia lakukan kalau dia punya keinginan menjadi Presiden atau wakil presiden harus dia lakukan komunikasi politik dengan parpol," kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali kepada wartawan, Kamis, (19/5).
Ahmad Ali mengaku tidak mempermasalahkan jika nantinya Ridwan Kamil diusung menjadi capres atau cawapres oleh KIB pada Pilpres 2024. Menurut Ali, Ridwan Kamil tidak mempunyai kewajiban menjadi kader Partai NasDem.
"Sejak awal kita mendukung dia dan tidak pernah mendukung dia sebagai kader Partai Nasdem. Jadi, ketika kita dulu dukung dia, memang tidak pernah meminta dia untuk jadi kader Partai Nasdem,” ungkapnya.
Baca Juga
AHY Silaturahmi ke Airlangga, Saling Memaafkan hingga Jajaki Koalisi
Meski demikian, Ahmad Ali menyoroti pernyataan Ridwan Kamil soal keinginan membalas budi kepada Airlangga Hartarto dan Partai Golkar. Ridwan Kamil sendiri menyatakan mendukung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024 sebagai bentuk membalas budi.
“Itu menarik menurut saya ya, karena memang seharusnya seperti itu ya, supaya politisi itu punya nilai dan hal yang sama itu pernah disampaikan Pak RK ketika dia didekalarasikan NasDem sebagai cagub (Jawa Barat),” kata Ahmad Ali.
Ahmad Ali mengaku bingung, balas budi apa yang ingin dilakukan Ridwan Kamil kepada Airlangga Hartarto dan Partai Golkar. Pasalnya, kata Ahmad Ali, partai berlambang pohon beringin tersebut merupakan parpol pengusung lawan Ridwan Kamil dalam Pilkada Jawa Barat 2018.
“Jadi saya tidak tahu pada konteks balas budi apa yang dia lakukan pada partai Golkar, karena setahu saya ketika jadi cagub kemarin partai Golkar lawannya dia, iya kan,” pungkasnya. (Pon)
Baca Juga
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Aset Ridwan Kamil Banyak Tidak Masuk LHKPN, KPK Ibaratkan Kepingan Puzzle
Diskon Transportasi Hingga WFA, Cara Pemerintah Dongkrak Ekonomi Nasional
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
RDP dengan DPR, Pakar Pemilu Sebut E-Voting Rawan Diretas
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
KPK Dalami Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri hingga Penukaran Mata Uang Asing Miliaran Rupiah
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen