Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

NASA Sebut ada Asteroid Melintas Dekat Bumi, Berbahaya Kah?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 05 Juli 2024
NASA Sebut ada Asteroid Melintas Dekat Bumi, Berbahaya Kah?

Ilustrasi Asteroid. (Foto: Unsplash/Viktor Talashuk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - NASA telah merilis gambar baru salah satu asteroid terbesar yang melintas dekat Bumi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tanggal 27 Juni, asteroid 2011 UL21 (juga dikenal sebagai 415029) terbang melintasi Bumi dalam jarak 6,6 juta kilometer atau sekitar 17 kali jarak ke bulan.

Asteroid ini diketahui berdiameter sekitar 1,5 kilometer, sedikit lebih kecil dari yang diduga sebelum kedatangannya. Asteroid ini ditemukan pada tahun 2011 oleh Catalina Sky Survey yang didanai NASA di Tucson, Arizona, Amerika Serikat, demikian dikutip dari Forbes, Jumat (5/7).

Perhitungan orbitnya menunjukkan bahwa asteroid ini tidak akan menimbulkan ancaman bagi bumi di masa mendatang, demikian menurut pengamatan Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan.

Baca juga:

NASA Bayar SpaceX Rp 13,7 T untuk Deorbit Stasiun Luar Angkasa

"Kita dapat menggunakan pengukuran posisi relatifnya untuk memperkirakan orbit, massa, dan kepadatannya, yang memberikan informasi penting tentang bagaimana mereka mungkin terbentuk," kata Lance Benner, kepala ilmuwan di JPL, yang terlibat dalam pengamatan tersebut.

Lintasan dekat 2011 UL21 termasuk dalam 10 asteroid terbesar yang melintas dalam jarak 7,5 juta kilometer dari Bumi dalam 124 tahun terakhir. Data ini dilaporkan oleh Pusat Studi Objek Dekat Bumi di Laboratorium Propulsi Jet NASA.

Selama pengamatan yang sama, NASA juga mengambil gambar asteroid lain, 2024 MK, yang baru ditemukan pada tanggal 16 Juni. Asteroid ini hanya melewati jarak 295.000 kilometer dari Bumi. Ini sama saja dengan 75 persen dari jarak antara Bumi dan bulan. Meskipun dengan lebar 150 meter, ukuran asteroid ini jauh lebih kecil.

Radar 2024 MK mengungkap citra terperinci permukaan asteroid, termasuk cekungan, punggung bukit, dan bongkahan batu selebar sekitar 10 meter.

Baca juga:

NASA Ingin Kendarai Toyota Lunar Cruiser di Bulan

Pendekatan dekat objek dekat Bumi seukuran 2024 MK hanya terjadi sekali setiap beberapa dekade. "Ini adalah kesempatan luar biasa untuk menyelidiki sifat fisik dan memperoleh gambar terperinci asteroid dekat Bumi," kata Benner. (ikh)

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Bagikan