Nama Virus Nipah Ternyata Bukan dari Bahasa India, Tapi dari Sebuah Kampung di Tetangga Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Merahputih.com - Di tengah kecemasan warga dunia terhadap lonjakan kasus kesehatan di India, sebuah nama yang akrab di telinga masyarakat rumpun Melayu mendadak menjadi sorotan global yaitu Virus Nipah.
Bukan berasal dari negeri Bollywood, virus yang memicu radang otak ini ternyata memiliki silsilah yang sangat dekat dengan sejarah geografis di Asia Tenggara, tepatnya di sebuah kampung di Malaysia pada akhir tahun 1990-an.
“Kita dan juga dunia mengikuti dengan waspada perkembangan penyakit akibat Virus Nipah, yang pada saat ini kasusnya ada di India. Tentu nama virus ini, Nipah, bukanlah bahasa India, ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama,” ungkap Prof. Tjandra Yoga Aditama, Adjunct Professor Griffith University sebagaimana dikutip Antara, Jumat (6/2).
Baca juga:
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Identitas Terungkap Setelah Salah Diagnosis
Jejak epidemiologi menunjukkan bahwa virus ini tidak langsung dikenali saat pertama kali muncul. Pada akhir September 1998, kumpulan kasus misterius mulai menghantam wilayah dekat Kota Ipoh, Perak.
Awalnya, otoritas kesehatan menduga pasien menderita Japanese Encephalitis (JE) karena gejala radang otak yang serupa. Kecurigaan pun sempat bergeser ke arah virus Hendra, hingga sebuah jurnal ilmiah pada April 1999 sempat melabelinya sebagai "Hendra-Like Virus".
Titik terang baru muncul saat wabah besar melanda Kampung Sungai Nipah dan Bukit Pelandok di daerah Port Dickson, Negeri Sembilan.
Di sana, pemerintah setempat terpaksa memberlakukan kebijakan lockdown ketat. Penelitian mendalam di lokasi tersebut akhirnya mengonfirmasi keberadaan patogen baru yang berbeda dari pendahulunya.
Lahirnya Keluarga Henipavirus
Baca juga:
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Penamaan "Nipah" secara resmi diambil dari nama desa tempat virus tersebut pertama kali diisolasi dan diidentifikasi oleh para ilmuwan. Berdasarkan catatan WHO Southeast Asia Regional Office (SEARO) tahun 2008, identitas ini menjadi permanen untuk menghormati lokasi penemuan resminya.
“Penamaan virus ini menunjukkan pada desa di Malaysia di mana virus ini resmi ditemukan,” jelas mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara tersebut.
Kini, dalam klasifikasi taksonomi, virus Nipah bersanding dengan virus Hendra (HeV) untuk membentuk genus baru yang disebut Henipavirus.
Keduanya merupakan bagian dari keluarga besar Paramyxoviridae yang terus dipantau ketat oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia guna mencegah pandemi di masa depan.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Nama Virus Nipah Ternyata Bukan dari Bahasa India, Tapi dari Sebuah Kampung di Tetangga Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Kemenkes Pastikan Belum Ada Temuan Virus Nipah di Indonesia
Niat Happy Malah Mati! Ini Kenyataan Pahit Jika Sembarangan Menghirup Aroma Manis N2O dari 'Whip Pink'
Pemerintah India Klarifikasi Simpang Siur Jumlah Pasien Terinfeksi Virus Nipah
Mirip Zaman COVID, 'Alarm' Bandara Soetta Menyala Lagi Cegah Virus Nipah Masuk