Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Nama Virus Nipah Ternyata Bukan dari Bahasa India, Tapi dari Sebuah Kampung di Tetangga Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
Nama Virus Nipah Ternyata Bukan dari Bahasa India, Tapi dari Sebuah Kampung di Tetangga Indonesia

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Di tengah kecemasan warga dunia terhadap lonjakan kasus kesehatan di India, sebuah nama yang akrab di telinga masyarakat rumpun Melayu mendadak menjadi sorotan global yaitu Virus Nipah.

Bukan berasal dari negeri Bollywood, virus yang memicu radang otak ini ternyata memiliki silsilah yang sangat dekat dengan sejarah geografis di Asia Tenggara, tepatnya di sebuah kampung di Malaysia pada akhir tahun 1990-an.

“Kita dan juga dunia mengikuti dengan waspada perkembangan penyakit akibat Virus Nipah, yang pada saat ini kasusnya ada di India. Tentu nama virus ini, Nipah, bukanlah bahasa India, ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama,” ungkap Prof. Tjandra Yoga Aditama, Adjunct Professor Griffith University sebagaimana dikutip Antara, Jumat (6/2).

Baca juga:

Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah

Identitas Terungkap Setelah Salah Diagnosis

Jejak epidemiologi menunjukkan bahwa virus ini tidak langsung dikenali saat pertama kali muncul. Pada akhir September 1998, kumpulan kasus misterius mulai menghantam wilayah dekat Kota Ipoh, Perak.

Awalnya, otoritas kesehatan menduga pasien menderita Japanese Encephalitis (JE) karena gejala radang otak yang serupa. Kecurigaan pun sempat bergeser ke arah virus Hendra, hingga sebuah jurnal ilmiah pada April 1999 sempat melabelinya sebagai "Hendra-Like Virus".

Titik terang baru muncul saat wabah besar melanda Kampung Sungai Nipah dan Bukit Pelandok di daerah Port Dickson, Negeri Sembilan.

Di sana, pemerintah setempat terpaksa memberlakukan kebijakan lockdown ketat. Penelitian mendalam di lokasi tersebut akhirnya mengonfirmasi keberadaan patogen baru yang berbeda dari pendahulunya.

Lahirnya Keluarga Henipavirus

Baca juga:

Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman

Penamaan "Nipah" secara resmi diambil dari nama desa tempat virus tersebut pertama kali diisolasi dan diidentifikasi oleh para ilmuwan. Berdasarkan catatan WHO Southeast Asia Regional Office (SEARO) tahun 2008, identitas ini menjadi permanen untuk menghormati lokasi penemuan resminya.

“Penamaan virus ini menunjukkan pada desa di Malaysia di mana virus ini resmi ditemukan,” jelas mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara tersebut.

Kini, dalam klasifikasi taksonomi, virus Nipah bersanding dengan virus Hendra (HeV) untuk membentuk genus baru yang disebut Henipavirus.

Keduanya merupakan bagian dari keluarga besar Paramyxoviridae yang terus dipantau ketat oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia guna mencegah pandemi di masa depan.

#Virus Nipah #Apa Itu Virus Nipah #WHO #Penyakit #Penyakit Menular #Virus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Dunia
Burung Migrasi di Semenanjung Fleurieu Positif Virus H5, Australia Waspada Penuh
Australia kini meningkatkan koordinasi antarwilayah untuk mencegah penyebaran lebih luas virus flu burung lewat jalur migrasi burung
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Burung Migrasi di Semenanjung Fleurieu Positif Virus H5, Australia Waspada Penuh
Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Beredar informasi yang menyebut Hantavirus adalah virus bohongan yang diambil dari bahasa Israel. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Timwas DPR meminta jemaah untuk menjaga kebersihan, menggunakan masker di tempat umum, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Bagikan