Pemerintah India Klarifikasi Simpang Siur Jumlah Pasien Terinfeksi Virus Nipah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
Pemerintah India Klarifikasi Simpang Siur Jumlah Pasien Terinfeksi Virus Nipah

Ilustrasi virus. (Foto: Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India menyatakan bahwa hanya terdapat dua kasus virus Nipah (NiVD) yang terkonfirmasi secara resmi di Negara Bagian Benggala Barat hingga Selasa (27/1).

Langkah ini diambil guna meredam spekulasi setelah munculnya pemberitaan yang menyebutkan adanya lima kasus infeksi, sementara pemerintah memastikan seluruh protokol kesehatan telah berjalan ketat sejak Desember tahun lalu untuk mencegah penyebaran zoonosis mematikan tersebut.

Kementerian Kesehatan India menyatakan bahwa angka yang beredar di sejumlah media bersifat spekulatif dan tidak akurat.

Baca juga:

Mirip Zaman COVID, 'Alarm' Bandara Soetta Menyala Lagi Cegah Virus Nipah Masuk

Berdasarkan data National Centre for Disease Control (NCDC), otoritas hanya mencatat dua pasien positif. Sebagai langkah preventif, pemerintah pusat dan daerah telah memperkuat pengawasan epidemiologis serta memperluas kapasitas uji laboratorium di wilayah terdampak.

Petugas medis juga telah mengidentifikasi dan memantau sebanyak 196 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi.

“Hingga saat ini, seluruh kontak yang berhasil dilacak tidak menunjukkan gejala dan hasil tes mereka negatif untuk Virus Nipah,” tulis pernyataan resmi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India.

Edukasi Publik dan Ancaman Virus Nipah

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak menelan informasi mentah-mentah dan hanya merujuk pada sumber resmi. Pernyataan ini sekaligus menanggapi laporan media internasional yang sempat mengeklaim adanya ratusan orang dalam karantina.

Baca juga:

Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan

“Belum ada tambahan kasus Virus Nipah yang terdeteksi sejauh ini,” tegas pihak kementerian dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan virus Nipah sebagai salah satu patogen paling berbahaya di dunia. Hingga kini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk mengatasi virus yang memiliki tingkat kematian tinggi ini.

Virus Nipah umumnya menular melalui kelelawar buah atau konsumsi makanan yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi.

#Virus Nipah #Apa Itu Virus Nipah #India
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Ledakan Pabrik Petasan di India, Sedikitnya 25 Tewas
Pabrik tersebut seharusnya tutup, tapi sekitar 50 pekerja berada di dalam saat kejadian.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Ledakan Pabrik Petasan di India, Sedikitnya 25 Tewas
Fun
Netflix Angkat Kisah Nyata Guru YouTube Viral India dalam Serial Hello Bachhon
Serial terbaru berjudul Hello Bachhon mengangkat kisah nyata pendidik India, Alakh Pandey, sosok di balik kanal YouTube populer Physics Wallah.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Netflix Angkat Kisah Nyata Guru YouTube Viral India dalam Serial Hello Bachhon
Indonesia
DPR Ingatkan Dampak Ekonomi Hilang Jika Pemerintah Nekat Impor Pikap Operasional Kopdes
Dengan memilih produk lokal, pemerintah secara otomatis mendukung penyerapan tenaga kerja dan memastikan ketersediaan suku cadang hingga ke pelosok daerah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Februari 2026
DPR Ingatkan Dampak Ekonomi Hilang Jika Pemerintah Nekat Impor Pikap Operasional Kopdes
Indonesia
Banggar DPR Kritik Agrinas Impor 105 Kendaraan Pickap India, Abai Perkuat Industri Nasional
Dengan memilih jalan impor, Said menilai Agrinas memilih "memunggungi jalan" dan abai untuk memperkuat industri nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 25 Februari 2026
Banggar DPR Kritik Agrinas Impor 105 Kendaraan Pickap India, Abai Perkuat Industri Nasional
Indonesia
Anggaran Negara Malah Perkaya India, DPR Minta Rencana Impor Mobil Niaga Agrinas Segera Disetop
Alih-alih melirik produk luar negeri, Said mempertanyakan alasan perusahaan pelat merah tersebut tidak menggandeng produsen otomotif dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026
Anggaran Negara Malah Perkaya India, DPR Minta Rencana Impor Mobil Niaga Agrinas Segera Disetop
Indonesia
APBN untuk Impor 105 Ribu Mobil? DPR: Bisa Gerus PDB Rp 39 Triliun
Banggar DPR kritik rencana Agrinas impor 105 ribu mobil niaga dari India pakai APBN. Disebut berpotensi gerus PDB Rp39 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
APBN untuk Impor 105 Ribu Mobil? DPR: Bisa Gerus PDB Rp 39 Triliun
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Impor Mobil Operasional Koperasi Merah Putih Harus Sesuai UU
Kebijakan ini dilakukan saat industri otomotif Indonesia memiliki kapasitas produksi yang signifikan, baik untuk kendaraan penumpang maupun niaga ringan.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Impor Mobil Operasional Koperasi Merah Putih Harus Sesuai UU
Indonesia
Pikap India Tiba Di Indonesia, Agrinas Siap Digugat Pemasok Jika Dibatalkan DPR dan Pemerintah
Hingga saat ini belum ada keputusan mengenai penundaan soal impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih. ‎
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
Pikap India Tiba Di Indonesia, Agrinas Siap Digugat Pemasok Jika Dibatalkan DPR dan Pemerintah
Indonesia
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India Ditunda, Tunggu Prabowo Pulang dari AS
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta rencana impor pick up dari India ditunda. Pembahasan itu bisa dibicarakan usai Prabowo pulang dari AS.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India Ditunda, Tunggu Prabowo Pulang dari AS
Indonesia
Dasco: Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil India Sampai Prabowo Pulang
Presiden Prabowo akan meminta pendapat serta mengkalkulasi kesiapan perusahaan dalam negeri sebelum mengambil keputusan final impor mobil dari India.
Wisnu Cipto - Senin, 23 Februari 2026
Dasco: Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil India Sampai Prabowo Pulang
Bagikan