Museum MACAN Ajak Anak-Anak Eksplorasi dengan Cara Sederhana

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Kamis, 07 April 2022
Museum MACAN Ajak Anak-Anak Eksplorasi dengan Cara Sederhana

Anak-anak bereksplorasi dengan karya seni (FOTO : Museum MACAN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DENGAN semakin longgarnya aturan pembatasan sosial, semakin luas pula ruang gerak para seniman. Setelah bertahun-tahun kreativitasnya terkungkung ruang sempit, kini mereka kembali bisa bereksplorasi di ruang yang lebih luas di ruang pameran nyata. Salah satunya Museum MACAN.

Museum MACAN mengumumkan pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN terbaru. Pengisi ruang seni tersebut adalah seniman grafis senior Indonesia, Theresia Agustina Sitompul.

Baca Juga:

Edukasi Anak Laki-laki untuk Cegah Pelecehan Seksual

awan
Ajak anak interaksi secara langsung dan menjauh dari gawai (Foto: Museum MACAN)

Dengan sensitivitasnya dalam mengamati masyarakat Indonesia, Theresia mengeksplorasi seni grafis, gambar, dan instalasi yang sangat personal.

Dalam instalasi yang dibuka pada tanggal 9 April 2022 tersebut, dirinya mengusung konsep Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru, Untuk karyanya yang dibuka dua hari lagi, ia merespon adanya peralihan kegiatan-kegiatan yang terjadi di rumah sejak merebaknya pandemi.

Dia melihat, rumah beralih fungsi menjadi tempat bersosialisasi, kantor, dan juga sekolah. Multi fungsi ini turut merefleksikan sejumlah peran yang dimainkan Theresia sepanjang hidupnya: seorang ibu, pendidik dan perupa.

Bisa dikatakan bahwa pameran ini terinspirasi oleh refleksi sang perupa tentang pengalamannya sewaktu berada di rumah selama masa pembatasan sosial. "Sepanjang pandemi, meja dapur telah bertransformasi menjadi arena berimajinasi agar anak-anak dan keluarga dapat berinteraksi dan belajar di lingkungan yang menyenangkan," tuturnya.

Selama masa pandemi ini, Theresia melihat gawai sebagai bumerang yang bisa melumpuhkan imajinasi anak-anak. Ia pun berupaya agar mereka berhenti dan menjauh sejenak dari layar digital. Dengan memanfaatkan kertas karbon sebagai bahan artistik utama dengan benda- benda kecil sehari-hari seperti kancing dan perban. Theresia mendorong anak-anak untuk menjelajahi lingkungan rumah dan menemukan kembali kegembiraan dalam menciptakan benda-benda dengan menggunakan tangan mereka sendiri.

"Saya yakin, dalam situasi pandemi sekalipun kita semua dapat berkarya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang paling sederhana," ucapnya.

Baca Juga:

Anak Remaja Perlu Privasi

awan
Instalasi awan di Museum MACAN (Foto: Museum MACAN)

Pameran ini akan menampilkan instalasi fisik dan sejumlah kegiatan di Museum MACAN, serta serangkaian kegiatan daring yang dapat dieksplorasi di rumah dan di dalam kelas.

Pengunjung pameran akan menjumpai sebuah instalasi patung besar yang lembut dan terbuat dari campuran bahan kain yang ringan. Dengan mengambil bentuk seperti awan, instalasi ini menggambarkan sejumlah peran dan kemungkinan dari kreasi manual. Pengunjung dapat menyentuh dan merasakan instalasi kain tersebut.

Di dalam ruang pameran ini ada sejumlah awan kertas yang merupakan tema berulang di seluruh instalasi yang melambangkan imajinasi tanpa batas, hari-hari yang penuh kebahagiaan dan harapan yang baik. Formasi awan-awan yang sangat besar ini memiliki kantung transparan, pengunjung diundang untuk melampirkan karya seni yang dibuat di Museum dan di sekolah maupun rumah dengan menggunakan bahan kertas dan kertas karbon yang tersedia.

“Imajinasi anak-anak bagaikan langit yang biru – cerah, ceria dan tanpa batas. Lalu mengapa kita berfokus pada batasan padahal kita dapat mengeksplorasi banyak kemungkinan? Kita memiliki sepasang tangan yang dapat menciptakan jutaan hal menakjubkan," sebutnya.

Kembara Biru mengajak kita untuk berhenti sejenak dari layar digital yang menghubungkan kita dengan mereka yang jauh. "Proyek ini membuat kita untuk kembali terkoneksi dengan hal-hal sederhana yang dekat dan yang kita sayangi: rumah, tangan dan kreativitas kita," tukasnya. (avia)

Baca Juga:

Manfaat Positif Sentuhan Fisik Setiap Hari Agar Anak Merasa Damai

#Museum #Wisata Museum #Museum Jakarta #Museum Macan
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Fadli Zon menilai bahwa biaya masuk museum di tanah air saat ini masih tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan standar internasional
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Fun
Museum MACAN Gelar 2025 MACAN Gala, Hadirkan Lelang dan Penggalangan Dana Seni
Museum MACAN menghadirkan 2025 MACAN Gala bertema Dance of Color, menggalang dana untuk pameran dan edukasi seni. Hadir seniman hingga selebritas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Desember 2025
Museum MACAN Gelar 2025 MACAN Gala, Hadirkan Lelang dan Penggalangan Dana Seni
Fun
Museum MACAN Buka Pameran Olafur Eliasson, Ajak Pengunjung Rayakan Rasa Ingin Tahu
Museum MACAN menghadirkan pameran Olafur Eliasson: Your curious journey, menampilkan karya imersif dan eksplorasi seni selama 30 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Desember 2025
Museum MACAN Buka Pameran Olafur Eliasson, Ajak Pengunjung Rayakan Rasa Ingin Tahu
Berita Foto
Mengunjungi Mini Museum JALITA KRL Seri 8500 di Stasiun Jakarta Kota
Aktivitas pengunjung mengamati berbagai seni isntalasi yang dipajang di Mini Museum Stasiun Jakarta Kota, Jum'at (14/11/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 14 November 2025
Mengunjungi Mini Museum JALITA KRL Seri 8500 di Stasiun Jakarta Kota
Fun
Social Mapping: Jejak Kreatif Pengunjung Museum MACAN di Bienal Sao Paulo Brasil
Museum MACAN menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan sesi gambar Social Mapping secara global. Karya perupa kelas dunia Oscar Murillo
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 November 2025
Social Mapping: Jejak Kreatif Pengunjung Museum MACAN di Bienal Sao Paulo Brasil
Lifestyle
Mengubah Lelah Jadi Perayaan: Instalasi Seni Heineken Hadirkan Pengalaman Afterwork
Heineken menghadirkan pengalaman seru lewat Ahhhterwork. Pengalaman ini mengubah rasa lelah menjadi momen santai.
Soffi Amira - Jumat, 19 September 2025
Mengubah Lelah Jadi Perayaan: Instalasi Seni Heineken Hadirkan Pengalaman Afterwork
Indonesia
Ketua DKJ Tegaskan Perusakan Benda dan Bangunan Bersejarah Adalah Kejahatan Serius yang Melampaui Batas Kemanusiaan
Sejarah bukan benda mati, melainkan sesuatu yang membuat diri kita ada hari ini
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 September 2025
Ketua DKJ Tegaskan Perusakan Benda dan Bangunan Bersejarah Adalah Kejahatan Serius yang Melampaui Batas Kemanusiaan
Indonesia
Kerusakan Museum dan Cagar Budaya di Tiga Kota Jadi Kerugian Besar Bagi Bangsa, Fadli Zon Minta Pelaku Kembalikan Koleksi yang Dijarah
Mari kita jaga museum dan cagar budaya yang ada di tempat kita masing-masing agar tetap lestari
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 September 2025
Kerusakan Museum dan Cagar Budaya di Tiga Kota Jadi Kerugian Besar Bagi Bangsa, Fadli Zon Minta Pelaku Kembalikan Koleksi yang Dijarah
Bagikan