Parenting

Mulai Sejak Dini, Ini Manfaat Mengajari Anak Memasak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 28 Maret 2022
Mulai Sejak Dini, Ini Manfaat Mengajari Anak Memasak

Masak bersama anak bantu meningkatkan soft skill mereka. (Foto: Pixabay/severyanka)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEGIATAN masak memasak biasanya hanya dilakukan oleh orangtua saja. Tahukah kamu, ternyata memasak bersama anak bisa memberikan efek positif jangka panjang, bahkan hingga mereka tumbuh dewasa.

Sayangnya kebanyakan orangtua tidak membiarkan anak-anak masuk ke dapur, karena banyak benda berbahaya seperti pisau dan panasnya api dari kompor. Padahal anak harus diajari cara bertahan hidup serta menghindari sesuatu yang berbahaya dari kecil dimulai dari belajar di dapur.

Menurut laman thespruceeats, mengajari anak memasak memang tidak mudah. Apalagi jika kedua orangtua sama-sama sibuk bekerja sehingga energinya pasti sudah keburu habis akibat seharian kerja. Rasanya sudah enggan deh dibikin repot karena harus mengajari anak memasak.

Meski demikian, sebaiknya kegiatan memasak bersama anak mulai masuk ke dalam list jadwal harian walau hanya sebentar saja. Karena selain menambah soft skill anak, kegiatan memasak bersama bisa meningkatkan kualitas hubungan keluarga.

Baca juga:

Pola Asuh yang Salah Sebabkan Anak Sering Tantrum

1. Quality time bersama keluarga

Mulai Sejak Dini, Ini Manfaat Mengajari Anak Memasak
Meningkatkan bonding keluarga dengan masak bersama anak. (Foto: Pixabay/Skitterphoto)

Meskipun hanya sekadar memasak sarapan selama 10 menit, memori manis memasak bersama orangtua akan terbawa oleh anak hingga mereka dewasa. Anak-anak juga akan melakukan hal yang sama ketika nanti sudah berkeluarga dengan pasangannya masing-masing. Jika kamu termasuk orangtua yang sibuk, masak sebentar bersama anak bisa dilakukan sembari curhat loh.

2. Anak lebih menghargai makanan

Mulai Sejak Dini, Ini Manfaat Mengajari Anak Memasak
Mengajari anak menghargai makanan dengan melibatkannya saat memasak. (Foto: Pixabay/avitalchn)

Apakah anakmu termasuk yang susah banget untuk makan karena sangat pemilih? Segala cara sudah dicoba. Dari terus menerus mengganti menu sampai memesan makanan setiap hari. Tapi kalau jajan setiap hari lama-lama dompet boncos ya bund. Apalagi makanan dari luar rumah belum tentu bergizi untuk si kecil.

Nah, salah satu cara mengatasi anak GTM adalah masak bersama. Biarkan anak memilih menu sehatnya sendiri dan ajak mereka untuk belanja bahan-bahan masak yang diperlukan. Setelah itu bimbing mereka saat memasak makanan sendiri. Anak yang diajak masak bersama akan lebih menghargai makanan yang tersedia di rumah. Dengan begitu tidak ada lagi deh makanan yang terbuang sia-sia.

Baca juga:

Mengapa Orangtua Sebaiknya Jadi 'Sahabat' bagi Anak Remaja?

3. Terbiasa mandiri

Mulai Sejak Dini, Ini Manfaat Mengajari Anak Memasak
Anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. (Fptp: Pixabay/ayindeabdulmajeed44)

Mengajari anak memasak sejak dini sama dengan mempersiapkan masa depannya. Anak tidak akan selamanya hidup bersama orangtua. Ketika sudah dewasa mereka akan pergi dari rumah untuk menggapai cita-citanya sendiri.

Anak yang sudah belajar memasak makanannya sendiri sejak kecil akan terbiasa untuk mandiri hingga dewasa. Mereka juga akan lebih memilih untuk masak sendiri karena bisa menghemat pengeluaran daripada jajan setiap hari.

4. Melatih fokus

Mulai Sejak Dini, Ini Manfaat Mengajari Anak Memasak
Melatih fokus anak melalui proses memasak. (Foto: Pixabay/picjumbo_com)

Belajar memasak sejak kecil tidak hanya melatih anak untuk mandiri. Mengajari anak memasak ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Ada begitu banyak manfaat yang didapatkan oleh si kecil hanya dengan belajar masak.

Anak belajar untuk fokus karena kegiatan memasak membutuhkan beragam bahan dengan jumlah yang harus tepat sesuai dengan takaran. Dengan begitu anak juga akan lebih fokus ketika sedang belajar terutama memecahkan angka-angka dalam pelajaran matematika. (Mar)

Baca juga:

Generasi Muda Butuh Growth Mindset

#Parenting #Ilmu Parenting #Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan