MUI Kaji Permintaan JK Atur Suara Pengajian dari Kaset
Jamaah berada di dalam Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), di Padang, Senin (11/5). (Foto Antara/Iggoy el Fitra)
MerahPutih, Nasional - Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih terus mengkaji perintah Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang meminta MUI untuk segera mengeluarkan Fatwa terkait larangan pengajian dengan memutar kaset di setiap Masjid.
"Itu program 2-3 tahunan. Para ulama dari komisi fatwa MUI se Indonesia nantinya akan berkumpul dan membahas beberapa masalah dan Isu tersebut. Dan tentunya fatwa itu juga harus berdasarkan permintaan istijma," kata Ketua MUI Din Syamsuddin di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut Din permintaan JK tersebut sangatlah masuk akal. Alih-alih untuk membangunkan dan memberitahu umat Muslim bersiap-siap melaksanakan salat Subuh, suara pengajian tersebut malah mengganggu masyarakat karena rentang waktunya yang terlalu jauh yakni sekira 1 Jam menjelang adzan. Di samping itu, suara pengajian tersebut berasal dari kaset sementara penjaga masjid malah tidur.
"Memang lebih afdolnya yang mengaji dari pengurus masjid atau musala. Namun, cukup lima menit sebelum masuk adzan. Yah itu lebih baiklah yah. Dewan masjid sendiri sudah berikan edaran tapi nggak memapan. Mungkin perlu adanya fatwa ulama," jelasnya.
Lebih lanjut, Din menambahkan berdasarkan pengakuan JK suara pengajian tak hanya satu tapi darui beberapa masjid atau musala yang berdekatan seakan-akan tengah berkompetisi suara. (Rfd)
Baca Juga:
Din Syamsuddin Minta Pemerintah Segera Tuntaskan Kasus Rohingya
Video Mesum Bocah Ingusan Diduga Dilakukan di Belakang Masjid
Zanudin Amali: Jusuf Kalal Jadi Wasit
Bagikan
Berita Terkait
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
MUI Keluarkan Fatwa Soal Pajak, Dirjen Segera Tabayyun Biar Tidak Terjadi Polemik
Jusuf Kalla soal Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Ada Kekurangan, tapi Jasanya Lebih Banyak
Komisi II DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Mafia Tanah dalam Kasus Lahan Jusuf Kalla
Eks Wapres JK Murka Gara-Gara Mafia Tanah, Ini Duduk Perkaranya Versi Kepala BPN
Eks Wapres JK Geram, Tanahnya di Makassar Jadi Korban Mafia Tanah
Jusuf Kalla, Nasaruddin Umar dan Arsjad Rasjid Serukan Perdamaian Dunia di Roma
Cari Silfester Matutina Tak Ketemu, Jaksa Minta Tolong Pengacara Serahkan Jika Benar di Jakarta
Wapres Ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla Ikuti RDPU bahas RUU Pemerintahan Aceh
JK Lantik Pengurus Baru PMI Jakarta di Balai Kota, Ingatkan Tugas Membantu Orang Sulit