Monumen Maestro Gesang tak Terawat, Pemkot Solo Siapkan DED Revitalisasi
Monumen Sang Maestro Keroncong Gesang di Solo Safari tak terawat, Sabtu (20/9). (Merahputih.com/Ismail)
MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Kota (Pemkot) Solo buka suara tentang temuan DPRD Solo terkait dengan Monumen Sang Maestro Keroncong Gesang yang tak terawat. Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan pihaknya tak menampik bahwa kondisi Monumen Sang Maestro Keroncong Gesang telantar.
Respati mengatakan sudah lama merencanakan revitalisasi Monumen Sang Maestro Keroncong Gesang. “Kami sedang menyiapkan desain peremajaan dan akan mencari investor untuk merenovasi Monumen Gesang tersebut,” ujar Respati, Senin (22/9).
Dia mengatakan, sebelum didatangi anggota DPRD Solo, pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan detail engineering design (DED). “Kami siapkan DED akan kita buka pada saat festival aset. Nanti silakan investor, swasta, yang mau berkontribusi untuk membuat Monumen Gesang silakan, kami buka kolaborasi,” katanya.
Dia berharap tahun depan sudah ada pihak investor yang mau merenovasi monumen Gesang. Kalau bisa terealisasi, ini bisa jadi tambahan destinasi wisata di Kota Solo di kompleks Solo Safari. “Monumen Gesang ini, jika diperbaiki, bisa jadi tambahan destinasi di Solo Safari,” pungkasnya.
Baca juga:
Monumen Maestro Keroncong Gesang di Solo Tak Terawat, DPRD Desak Perawatan Serius
Monumen Sang Maestro Keroncong Gesang yang ada di kawasan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Safari tak terawat. Hal tersebut diketahui saat Komisi IV DPRD Solo melakukan inspeksi di lokasi. Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto mengatakan pihaknya sangat menyayangkan monumen Sang Maestro Keroncong Gesang tak dirawat baik Pemkot Solo.
“Keberadaan monumen yang didedikasikan untuk maestro pencipta lagu Bengawan Solo itu jauh dari kata layak. Sangat-sangat amat memprihatinkan,” ujar Sugeng, Sabtu (20/9).
Dia menyebut area monumen ditumbuhi semak belukar, kusam, kotor, dan sama sekali tidak menunjukkan bahwa ini sebuah monumen yang punya nilai sejarah tinggi. Menurutnya, kondisi seperti itu mencederai penghormatan kepada sosok Gesang.
“Apalagi, pencipta lagu Bengawan Solo itu merupakan salah satu putra bangsa yang karyanya mendunia. Almarhum Gesang bukan sekadar musisi. Beliau ialah simbol budaya Solo, bahkan Indonesia,” katanya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Warga Solo Digegerkan Penemuan Granat, Malah Dikira Barang Rongsokan
Bagikan
Berita Terkait
21.024 Warga Solo Dicoret BPJS PBI per 1 Februari, Dampak Kebijakan Baru Pusat
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Respati Rotasi Massal 209 ASN Solo, Biar Sama-Sama Merasakan Pedih dan Lelah
Patuhi Putusan PN Solo, Dukcapil Solo Proses Perubahan Nama Purboyo
Menkes Budi Sebut Penyakit Jatung Mematikan Kedua di Indonesia, RS Kardiologi Emirates Solo Dibanjiri Pasien
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung
Dana Hibah Dikirim ke Rekening Pribadi, Ini Pengakuan Keraton Surakarta
Pendaki Bukit Mongkrang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas Sampai Magetan