Misteri Tas Hitam yang Dibawa Diplomat Kemlu Sebelum Tewas Jadi ‘Pintu’ Mengungkap Perkara

Frengky AruanFrengky Aruan - Kamis, 24 Juli 2025
Misteri Tas Hitam yang Dibawa Diplomat Kemlu Sebelum Tewas Jadi ‘Pintu’ Mengungkap Perkara

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi. (Dok. Humas Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan.

Ternyata sehari sebelum ditemukan tewas di kontrakannya, korban sempat berada di area rooftop kantor Kemlu lantai 12 pada Senin, 7 Juli 2025.

Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, di atas rooftop itu korban sempat membawa tas gendong. Akan tetapi usai turun dari lantai 12 itu, korban sudah tidak lagi membawa tas tersebut.

"Awalnya korban naik membawa tas gendong dan tas belanja, kemudian saat turun korban sudah tidak membawa tas itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi di kantornya, Kamis (24/7).

Tas gendong berwarna hitam itu sudah diamankan polisi, namun belum bisa dibeberkan isi dalam tas tersebut. Sebab, penyidik masih melakukan serangkaian pendalaman.

"Masih terus dilakukan pendalaman dengan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi," ujarnya.

Baca juga:

Cek TKP Kematian Diplomat Arya, Kompolnas Temukan Slot Pintu Cuma Bisa Dibuka-tutup dari Dalam

Ade menjelaskan bahwa tim penyidik telah melakukan berbagai langkah investigasi secara menyeluruh dan berbasis scientific crime investigation untuk mengungkap peristiwa ini secara transparan, akuntabel, dan profesional.

"Sampai dengan saat ini, tim penyelidik tidak menemukan hambatan,” ujar Ade.

Hingga kini, Ade Ary mengatakan, penyidik telah memeriksa setidaknya 15 saksi, termasuk penghuni kos, rekan kerja, keluarga, dan pihak yang terakhir berkomunikasi dengan korban.

Dalam proses penyelidikan itu, Polda Metro Jaya juga melibatkan sejumlah ahli yang kompeten di bidangnya.

Ade Ary memaparkan bahwa pihaknya juga melibatkan tim kedokteran forensik RSCM untuk melakukan autopsi terhadap korban. Autopsi itu guna menentukan penyebab dan perkiraan waktu kematian, sekaligus pemeriksaan toksikologi guna mendeteksi adanya zat kimia atau racun dalam tubuh korban.

Selain itu, sampel organ dalam korban juga diperiksa melalui histopatologi untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit.

Baca juga:

Kompolnas Telisik Kondisi Kunci dan CCTV di TKP Kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan

Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan sidik jari oleh tim Inafis Bareskrim Polri, analisis DNA dari barang di tempat kejadian perkara (TKP).

Ade Ary menyebut, kepolisian masih mendalami barang bukti elektronik seperti laptop, handphone, dan rekaman dari 20 titik CCTV yang telah diamankan. (Knu)

#Arya Daru Pangayunan #Kementerian Luar Negeri #Diplomat #Polda Metro Jaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya Siapkan 8 Kantong Parkir untuk FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK
Polda Metro Jaya menyiapkan 8 kantong parkir untuk FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK. Simak lokasi dan kapasitas motor serta mobil yang tersedia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Polda Metro Jaya Siapkan 8 Kantong Parkir untuk FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK
Indonesia
Viral Bedah Buku Feby Indriani Dibubarkan, Polisi Endus Dugaan Penistaan Agama
Pembubaran diskusi buku Feby Indriani di Bogor berbuntut panjang! Polda Metro Jaya turun tangan usut dugaan penistaan agama dan ancaman SARA.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Viral Bedah Buku Feby Indriani Dibubarkan, Polisi Endus Dugaan Penistaan Agama
Indonesia
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan di area unjuk rasa.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Indonesia
Polda Metro Buru Pelaku di Balik Peredaran Kacang Tanah yang Diduga Ilegal
Penyelidikan dilakukan terhadap seluruh rangkaian aktivitas barang tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Polda Metro Buru Pelaku di Balik Peredaran Kacang Tanah yang Diduga Ilegal
Indonesia
Polda Metro Bongkar 49,85 Ton Kacang Tanah Diduga Ilegal, Dokumen Impor tak Lengkap
Dugaan pelanggaran dalam kasus ini berkaitan dengan persyaratan impor dan ketentuan karantina.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Polda Metro Bongkar 49,85 Ton Kacang Tanah Diduga Ilegal, Dokumen Impor tak Lengkap
Indonesia
Ada Persija vs Persib di GBK, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir
Persija vs Persib akan digelar di GBK, Sabtu (12/9). Polda Metro telah menyiapkan kantong parkir untuk masyarakat yang menonton.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Ada Persija vs Persib di GBK, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir
Indonesia
Laga Persija vs Persib di GBK masih Terkendala Izin Keamanan
Polda Metro Jaya masih membahas permohonan izin pertandingan yang menjadi salah satu duel paling dinanti di kompetisi musim ini.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Laga Persija vs Persib di GBK masih Terkendala Izin Keamanan
Indonesia
Polisi Tangkap Bandar Besar Obat Keras di Tanah Abang, Ratusan Ribu Butir Barang Bukti Diamankan
RS (38), pria yang disebut bandar besar obat keras di Tanah Abang, ditangkap polisi setelah masuk DPO. Total tersangka dalam kasus ini menjadi enam orang.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polisi Tangkap Bandar Besar Obat Keras di Tanah Abang, Ratusan Ribu Butir Barang Bukti Diamankan
Indonesia
Kerusuhan DPR 27 Agustus Bukan Ulah Pendemo, Polda Buru Dalang di Balik Layar
Polda Metro Jaya mendalami dugaan aktor intelektual, penyedia dana, dan penggerak massa di balik kerusuhan DPR 27 Agustus. Polisi tegaskan kerusuhan bukan dilakukan pengunjuk rasa.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
 Kerusuhan DPR 27 Agustus Bukan Ulah Pendemo, Polda Buru Dalang di Balik Layar
Indonesia
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Sebanyak 8 WNI bergabung dengan militer Rusia. DPR meminta pemerintah untuk tidak kecolongan lagi.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Bagikan