Misinformasi Disebut Sebagai Virus dan Perusak Keutuhan Sebuah Bangsa

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 15 Desember 2019
 Misinformasi Disebut Sebagai Virus dan Perusak Keutuhan Sebuah Bangsa

Pegiat Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati (Foto: ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Misinformasi belakangan jamak terjadi di pelbagai platform media sosial dan media massa.

Menurut Devie Rahmawati, misinformasi telah mengguncang dunia politik dan menjadi virus pengganggu serta perusak keutuhan sebuah bangsa.

Baca Juga:

Stafsus Presiden Aminuddin Ma'ruf Tekankan Narasi Positif untuk Perangi Hoaks

Atas dasar itu, pegiat Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) ini menegaskan perlu ditangani secara global.

"Di bidang kesehatan, dampaknya juga telah berhasil menghilangkan nyawa manusia. Tidak ada satupun aspek kehidupan yang imun dari 'virus' ini," kata Devie di Depok, Jawa Barat, Minggu (15/12).

Devie Rahmawati mengatakan misinformasi mengancam keutuhan sebuah bangsa
Pegiat vokasi UI, Devie Rahmawati (Foto: ui.ac.id)

Devie mengatakan saat ini percepatan aliran misinformasi, melebihi produksi informasi-informasi yang kredibel sehingga perlu penanganan yang cepat guna menangkal misinformasi tersebut.

Atas masalah itu, Google memberikan beasiswa kepada Devie Rahmawati (Vokasi Humas UI), Rizki Ameliah (Siberkreasi) dan Giri Lukmanto (Mafindo) untuk menghadiri Trusted Media Summit, APAC 2019 di Kantor Google di Singapura pada 6-11 Desember 2019.

Lebih lanjut Devie mengatakan kegiatan ini merupakan ajang global yang luas karena dihadiri peserta yang berasal dari lebih dari 20 negara, di antaranya Amerika Serikat, Australia, China, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam dan lainnya.

"Semua materi kurikulum ini meringankan kami untuk tinggal menyesuaikan dengan konteks Indonesia," katanya.

Menurut Devie pertemuan lintas negara ini sangat membantu kami untuk dapat menengok inisiatif global dalam upaya melahirkan vaksin 'antivirus' misinformasi yang mengancam keutuhan dan kedaulatan negara.

Devie menjelaskan program Vokasi Humas UI sudah memulai sebuah komunikasi awal untuk melakukan kolaborasi riset dan sosialisasi literasi media bersama dengan Sabariah Mohamed Salleh (Universiti Kebangsaan Malaysia), Songyi (Beijing Foreign Studies University), Robin Jindal (Central University of Punjab, India), Tham Nguyen (Hong Bang International University, Vietnam), Nobuyuki Okumura (Mushashi University, Tokyo) dan Tim dari Community Media Foundation (Korea Selatan).

"Bersama mereka, Vokasi Humas sudah merancang aktivitas safari berbagi ilmu imunisasi anti misinformasi di enam negara tersebut," ujar Devie Rahmawati, yang juga Kepala Program Studi Vokasi Humas UI ini.

Kegiatan itu, katanya, ialah materi dari workshop oleh Masato Kajimoto dan Samantha Stanley (Universitas Hong Kong) yang berisikan kurikulum hingga teknik melaksanakan training literasi media, yang dikembangkan oleh Center for News Literacy (CNL) Stony Brook University dan Journalism & Media Studies Center (JMSC).

Keseluruhan materi yang matang dan komprehensif ini, dapat di-download secara gratis dan bebas untuk digunakan oleh seluruh peserta dimanapun dan kapanpun. Adapun materi yang dimaksud berupa kurikulum, video-based lessons, youtube playlists, online courses and tools, bias and cognitive psychology, information disorder (“fake news”), case study, interactive games, images in news, media theories, number and statistics for journalists, blurred lines, ethics, source evaluation dan lain-lainnya.,” tambah Devie, penggiat aktivitas Klinik Digital.

Wakil Ketua Umum Siberkreasi Rizki Amelia mengatakan kegiatan Trusted Media Summit, APAC 2019 di Kantor Google di Singapura merupakan sebuah kesempatan yang sangat strategis bukan hanya untuk dirinya secara individu, tetapi juga untuk kolaborasi antarpara pemangku kepentingan.

Selama enam hari, katanya, bersama dari unsur pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan kampus memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara sistematis, untuk melahirkan program konkrit bersama menangkis serangan misinformasi.

Baca Juga:

Indonesia Darurat Hoaks

Pegiat Mafindo Giri Lukmanto sebagaimana dilansir Antara menjelaskan Devie mewakili Indonesia dalam Media Literacy Bootcamp berkesempatan untuk mempresentasikan hasil studi dan pengalaman melakukan aktivitas training media literasi di sembilan kota bertajuk : Nusantara Hub. Digital Competence Project. Embracing Indonesia.

"Devie juga memimpin diskusi tentang “How have algorithms and attention economy influenced news and journalism?," pungkasnya.(*)

Baca Juga:

Deretan Hoaks Fenomenal yang Pernah Gemparkan Indonesia, Satu Negara Tertipu

#Google #Penyebar Hoaks #Universitas Indonesia #Berita Hoax
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Duel Viral Hari Ini Klarifikasi Ronaldo vs Pesta Pensiun Messi: La Pulga Libas Habis CR-7!
Pensiunnya Lionel Messi dari Timnas Argentina sukses melibas tren pencarian Google Cristiano Ronaldo secara global. Cek hasil perbandingan Google Trends!
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Duel Viral Hari Ini Klarifikasi Ronaldo vs Pesta Pensiun Messi: La Pulga Libas Habis CR-7!
Dunia
Finlandia Hentikan Pembangunan Dua Pusat Data Google, Khawatirkan Kerusakan Lingkungan
Penghentian itu dilakukan di tengah kekhawatiran atas penebangan lebih dari 300 hektare hutan.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
Finlandia Hentikan Pembangunan Dua Pusat Data Google, Khawatirkan Kerusakan Lingkungan
Indonesia
Koordinator BEM UI Dianiaya Orang Tidak Terkenal, Polisi Lakukan Penyelidikan
Polisi mengimbau korban maupun pihak terkait membuat laporan kejadian tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengusutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Koordinator BEM UI Dianiaya Orang Tidak Terkenal, Polisi Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Komdigi membantah kabar adanya pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Kabar tersebut dipastikan hoax.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Tekno
Gemini AI Salah Sasaran Saat Uji Keamanan, Retas 3 Perusahaan Sungguhan
Gemini seharusnya hanya berinteraksi dengan perusahaan fiktif yang menjadi target simulasi.
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Gemini AI Salah Sasaran Saat Uji Keamanan, Retas 3 Perusahaan Sungguhan
Indonesia
5 Mahasiswa UI Kembangkan Pendingin Ruangan Padukan Kestabilan Suhu Tanah dan Tenaga Surya
ADEM bekerja dengan memanfaatkan suhu tanah yang relatif stabil pada kedalaman tertentu. Udara dari luar dialirkan melalui jaringan pipa PVC yang ditanam di bawah tanah dan disusun berkelok (serpentine).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
5 Mahasiswa UI Kembangkan Pendingin Ruangan Padukan Kestabilan Suhu Tanah dan Tenaga Surya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan mengambil alih pengesahan RUU Perampasan Aset.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
WNI yang tidak membayar pajak akan dicabut status kewarganegaraannya. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 07 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
Bagikan