Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Miris, Ayah Ajak Kedua Anaknya Bunuh Diri Tapi Berhasil Digagalkan Warga

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 26 Juni 2019
 Miris, Ayah Ajak Kedua Anaknya Bunuh Diri Tapi Berhasil Digagalkan Warga

Anggota Babinsa Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memintai keteragan korban terkait percobaan bunuh diri, Selasa (25/6).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Seorang ayah bernama Totok Suroso (45) warga Dukuh Pandak RT 02 /RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah nekat menganiaya dan mengajak kedua anaknya bunuh diri bersama dengan cara mengikat lehernya menggunakan tali tambang ke atas kayu pada bagian atap di dalam rumah, Selasa (25/6).

Kedua anak tersebut, yakni Alfia (19) dan JF (12). Beruntung aksi nekat Suroso itu diketahui warga dan ketiganya berhasil diselamatkan meskipun dalam kondisi lamas. Namun, Suroso saat mencoba diselamatkan warga justru melawan dan mengambil pisau dapur untuk ditusukkan ke dalam perutnya.

Kapolsek Polokarto Polres Sukoharjo AKP Aris Dwi Handoko mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat warga mendengar teriakan anak minta tolong di dalam rumah Suroso pada Selasa, pukul 07.30 WIB. Warga pun mendekti rumah itu, tetapi kondisi pintu terkunci dari dalam.

"Warga berinisiatif mendobrak pintu rumah. Warga pun kaget ketika melihat dua anak dan Suroso terikat tali pada bagian lehernya mengantung di kayu atap dalam rumah," ujar Aris pada MetrahPutih.Com.

Kediaman warga yang nekat bunuh diri dengan mengajak kedua anaknya
Rumah Totok Suroso (45) warga Dukuh Pandak RT 02 /RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang mengajak kedua anaknya bunuh diri dan digagalkan warga, Selasa (25/6). (MP/Ismail)

Dia menjelaskan ketiganya dalam kondisi lemas diturunkan warga. Tak lama kemudian, Suroso terbangun dan melarikan diri membawa pisau lalu menusukkannya ke perutnya sendiri.

"Dalam kondisi bersimbah darah warga menolong Suroso dilarikan ke RS Kustati, Solo, Jawa Tengah. Anak pertamanya juga dibawa juga ke RS Kustati. Sedangkan anak kedua hanya luka ringan pada bagian leher rawat jalan," kata dia.

Aris menduga Suroso sebagai kepala rumah tangga mengajak bunuh diri bersama kedua anaknya, tetapi gagal dan diselamatkan warga. Sebelum mencoba membunuh kedua anaknya, Suroso terlebih dulu menganiaya kedua anaknya.

"Barang bukti yang kita amankan berupa cangkul berlumuran darah, pisau dapur, dan tali tambang untuk gantung diri. Kasus ini ditangani Polres Sukoharjo," kata dia.

BACA JUGA: Polresta Surakarta Imbau Warga Tidak ke Jakarta, DSKS: Kita Berhak Mengawal Putusan MK

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemkot Solo Perketat Pejalanan Dinas ASN

Tetangga pelaku, Wiji, mengatakan saat kejadian di rumah Suroso hanya dihuni tiga orang. Istri Suroso bekerja dan biasanya pulangnya pada sore hari.

"Kami tidak habis fikir, Suroso yang bekerja serabutan tega mengajak bunuh diri kedua anaknya dengan cara gantung diri," tutup Wiji.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, repoter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

#Bunuh Diri #Babinsa #Aksi Bunuh Diri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI AD Ngaku Belum Keluarkan Perintah Babinsa Urus Pajak Masyarakat
Surat edaran yang dikeluarkan DJP itu hanya bagian dari upaya koordinasi dan kolaborasi antarinstansi dalam menjalankan tugas negara.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
TNI AD Ngaku Belum Keluarkan Perintah Babinsa Urus Pajak Masyarakat
Indonesia
Puan Desak Pemerintah Jelaskan Detail Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Pajak
DJP membuka ruang kolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pembangunan jejaring informasi. Keduanya dilibatkan untuk mendukung pengawasan terhadap wajib pajak
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Puan Desak Pemerintah Jelaskan Detail Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Pajak
Indonesia
Babinsa Diwacakanan Dilibatkan Dalam Urusan Pajak, TNI Ngaku Belum Dibicarakan
Pendampingan dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika petugas perlu mendatangi wajib pajak di lokasi yang memerlukan penanganan khusus
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
Babinsa Diwacakanan Dilibatkan Dalam Urusan Pajak, TNI Ngaku Belum Dibicarakan
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Bagikan