Dosis Tepat Kopi untuk Umur Panjang
Kopi baik bagi kesehatan tubuh. (Foto: Jason Wong)
MINUM dua hingga tiga cangkir kopi sehari dikaitkan dengan kemungkinan hidup lebih lama. Demikian diungkapkan studi terbaru dari para peneliti di Australia. Para peneliti, menurut laporan Insider, dikutip ANTARA, Kamis (29/9), menganalisis data dari 450 ribu orang di Biobank Inggris. Data tersebut diamati selama sekitar 12,5 tahun.
Mereka menemukan peminum kopi bubuk 27 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal lebih awal jika dibandingkan dengan bukan peminum kopi. Peminum kopi instan dan tanpa kafein memiliki kemungkinan kematian dini 11 persen dan 14 persen lebih rendah.
Menurut studi, orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi, apa pun jenisnya, juga lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit kardiovaskular. Sementara itu, peminum kopi berkafein punya kemungkinan sedikit lebih rendah terkena aritmia atau detak jantung tidak teratur.
Baca juga:
Mulailah Rutin Minum Kopi
"Temuan kami menunjukkan minum kopi dalam jumlah cukup dapat dinikmati sebagai perilaku yang menyehatkan jantung," ungkap penulis utama studi Peter Kistler, dari Baker Heart and Diabetes Research Institute di Australia.
Banyak penelitian menemukan kopi baik untuk kesehatan tubuh manusia. Sebuah makalah dalam The Journal of Nutrition tahun lalu menemukan bahwa orang Italia yang minum tiga hingga empat cangkir espresso setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena semua penyebab kematian dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.
Manfaat kesehatan mungkin tetap ada bahkan setelah menambahkan sedikit gula. Orang di Inggris yang minum kopi tanpa pemanis hingga kopi yang sedikit manis memiliki kemungkinan 31 persen lebih kecil untuk meninggal (karena penyakit) dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak minum kopi.
Baca juga:
Minum Kopi Tiap Hari Mampu Mengurangi Risiko Penyakit Liver
Hal ini merujuk pada sebuah penelitian yang melacak 171.000 orang selama tujuh tahun. Hubungan antara kopi tanpa kafein dan umur panjang dapat bermanfaat bagi orang yang sensitif terhadap kafein, atau yang ingin membatasi asupan kopi mereka hingga empat cangkit sehari yang direkomendasikan.
Walau begitu, banyak juga penelitian lain tentang kopi di mana umur tak menemukan hubungan langsung. Studi biasanya mengamati perilaku selama periode waktu, tidak dapat menentukan kausalitas, karena faktor lain seperti lingkungan atau perilaku dapat berkontribusi pada hasilnya. (waf)
Baca juga:
Jangan Ragu Minum Kopi, Ini Manfaat Besarnya
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir