Minum Air saat Perut Kosong Punya Sederet Manfaat Kesehatan
Minum air dua liter sehari bukan pakem. (Foto: Unsplash/Brendan)
MerahPutih.com - Gagasan minum air setelah bangun tidur di pagi hari bukan cuma isapan jempol. Sejumlah manfaat kesehatan bisa didapatkan dari kebiasaan ini, dan pastikan itu menjadi kegiatan pertama yang dilkukan sesaat setelah bangun tidur setiap pagi.
Minum air saat perut kosong di pagi hari memiliki sejumlah manfaat luar biasa untuk tubuh. Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (31/9):
Baca juga:
Wajibkah Minum Air sebelum Tidur?
Rehidrasi
Tidur selama 7-8 jam di malam hari, memubuat tubuh menjadi dehidrasi selama periode tersebut. Karenanya di saat bangun di pagi hari dan dengan kondisi perut kosong, tubuh bisa langsung terhidrasi kembali. Menambahkan potongan lemon pada air hangat di pagi hari bahkan bisa mendapat manfaat kesehatan tambahan.
Meningkatkan kewaspadaan
Dehidrasi menyebabkan rasa lelah dan energi rendah selama tidur di malam hari. Ketika minum air, tubuh terasa segar kembali dan suasana hati meningkat. Ini membantu kita memulai hari dengan energi dan semangat.
Baca juga:
Aman untuk Minum Air Dingin setelah Berolahraga
Menyuplai kembali otak
Otak manusia membutuhkan cukup air agar berfungsi dengan baik. Ketika terhidrasi dengan baik, seseorang bisa berpikir dengan jelas dan memulai hari dengan produktif. Ini juga membantu menantikan hari ke depan dan mengoptimalkan potensi.
Melawan penyakit
Ketika terhidrasi dengan baik setelah minum air, kita memiliki lebih banyak energi untuk meredakan gejala penyakit saluran pencernaan, hati, dan ginjal. Ini juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Baca juga:
Kebutuhan Cairan Tiap Orang Berbeda, Minum Air Tak Selalu Minimal 2 Liter Sehari
Meningkatkan kesehatan kulit dan rambut
Minum air saat perut kosong ternyata jadi kunci untuk kulit yang bercahaya dan rambut yang berkilau. Hidrasi dapat mengatasi kerutan dan garis halus dini. Minum air saat perut kosong juga membantu mengatur sirkulasi darah dan mengeluarkan racun dari tubuh. (*)
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya