Hanya 8,8 Gram, Ming LW.01 Jadi Arloji Paling Ringan di Dunia

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 07 November 2023
Hanya 8,8 Gram, Ming LW.01 Jadi Arloji Paling Ringan di Dunia

Ming LW.01 jadi jam tangan paling ringan di dunia, tak sampai 10 gram. (Foto: Ming Thein)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEREK yang dikenal dengan nama Ming Thein tampaknya telah mencapai prestasi luar biasa dengan pengumuman seri arloji baru mereka yang diberi nama Ming LW.01, berasal dari 'Special Projects Cave'.

Dengan bobot yang sangat ringan, yaitu sekitar 8,8 gram untuk versi manual dan 10,8 gram untuk versi otomatis, Ming dengan yakin mengklaim bahwa ini adalah jam tangan mekanis paling ringan di dunia, seperti diwartakan Hodinkee.

Mereka memiliki keyakinan yang kuat terhadap klaim ini, walaupun batasan teknisnya belum sepenuhnya bisa dipastikan. Tetapi, klaim itu mungkin benar, mengingat jam tangan paling ringan di dunia yang terakhir diketahui adalah Richard Mille RM 27-01 Rafael Nadal dengan bobot 19 gram.

LW.01M dan LW.01A ditenagai oleh mesin ETA 2000.M1 yang telah dimodifikasi oleh Schwarz-Etienne khusus untuk Ming. Pilihan itu dibuat untuk menghasilkan jam tangan yang sangat tipis dalam rangka merayakan ulang tahun keempat merek itu.

Baca juga:

Arloji Edisi Terbatas Gunakan Suku Cadang Asli Lamborghini Miura

Ming LW.01 awalnya dibuat sebagai jam tangan tertipis di dunia. (Foto: Ming Thein)

Namun, tujuan awal tersebut berubah menjadi tantangan untuk menciptakan jam tangan yang sangat ringan. Ming mengklaim bahwa jam tangan ini adalah jam tangan mekanis paling ringan di dunia saat ini, meski perjalanannya penuh dengan pengujian dan eksperimen metalurgi yang memakan waktu bertahun-tahun.

Ming LW.01 adalah jam tangan yang mirip dengan jam tangan Ming lainnya dalam hal bentuk kasing nan khas, dengan kristal yang memiliki tanda-tanda interval lima menit dan pelat jam safir gelap. Namun, ada sesuatu yang berbeda pada jam tangan ini.

Untuk mengurangi beratnya, Ming telah menghilangkan pelat jam tradisional dan membuat cetakan gradien pada permukaan kristal untuk menyembunyikan mesin jam.

Cetakan itu menciptakan 'pola interferensi' yang terdiri dari pola positif di bagian atas cakram dan pola negatif di bagian bawah kristal. Hasilnya adalah tampilan pusat yang berkedip-kedip seperti bintang untuk menunjukkan bahwa mesin jam masih berjalan.

Baca juga:

3 Kesalahan Umum dalam Dunia Arloji

Konstruksi mesin terbuat dari bahan-bahan yang sangat tipis dan ringan. (Foto: Ming Thein)

Thein, pendiri Ming Thein, mengatakan bahwa tampilan berkedip ini adalah elemen kunci dan mengatakan, "Jam tangan ini sangat ringan, sehingga hampir tidak mungkin untuk percaya bahwa jam ini benar-benar sedang berjalan." Pola tersebut memberikan keyakinan bahwa jam tangan ini benar-benar sedang beroperasi.

MING LW.01 memiliki kombinasi cincin 'dial' dan dudukan mesin jam berbentuk topi yang sangat tipis, yaitu hanya 0,5 mm di beberapa area tetapi lebih tebal dengan penyangga dan tonjolan di tempat lain untuk menjaga kekuatan.

Konstruksi itu didukung dari belakang oleh kerangka dengan penyangga 3D untuk menambah kekuatan dan kekakuan. Material yang digunakan adalah paduan AZ31 Magnesium-Aluminium-Zinc-Manganese dari Smiths High Performance yang lebih ringan daripada karbon.

Bahan itu juga lebih mudah diproduksi dibandingkan dengan pencetakan 3D berongga, dan juga tahan lama. Sebagai pengganti kristal safir yang umumnya digunakan, Ming memilih untuk menggunakan kristal bukan safir, yaitu Corning Gorilla Glass 6 yang telah mengalami perlakuan pengerasan ringan. (waf)

Baca juga:

Seiko x Honda Hadirkan Arloji Edisi Spesial Motor Super Cub

#Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Fun
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
JAECOO Indonesia berkolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA menghadirkan konsep personalisasi untuk J5 EV.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
Fashion
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia
BTN Indonesia Fashion Week 2026 resmi ditutup setelah lima hari penyelenggaraan. Tema Ulos Simetria menghadirkan transformasi Ulos menjadi adibusana modern.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia
Fashion
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Kain ulos menjadi magnet di Indonesia Fashion Week 2026. Kain tersebut tampil modern dengan sentuhan warna pastel.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Fashion
Indonesia Young Fashion Designers Competition Umumkan Empat Pemenang Terbaik di IFW 2026
Perjalanan menuju malam puncak bukanlah proses yang singkat. Kompetisi ini diawali dengan 270 sketsa desain dari para peserta di berbagai daerah.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Indonesia Young Fashion Designers Competition Umumkan Empat Pemenang Terbaik di IFW 2026
ShowBiz
LUMINARA Bawa Wastra Nusantara dalam Tampilan Modern di IFW 2026
Melalui LUMINARA, para desainer memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Indonesia dapat terus berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masa kini.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
 LUMINARA Bawa Wastra Nusantara dalam Tampilan Modern di IFW 2026
Fashion
HARSA dari LAKON Indonesia Menutup BRI JF3 Fashion Festival 2026, Bawa Pesan Kebahagiaan dalam Berkarya
Melalui HARSA, LAKON Indonesia kembali menegaskan keyakinan bahwa masa depan karya tangan Indonesia dibangun melalui proses yang dijalani dengan sepenuh hati.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
HARSA dari LAKON Indonesia Menutup BRI JF3 Fashion Festival 2026, Bawa Pesan Kebahagiaan dalam Berkarya
Fashion
Italia Bidik Garut Jadi Distrik Industri Kulit dan Mode, Kolaborasi Menguat lewat IFW 2026
Misi dagang Italia di BTN Indonesia Fashion Week 2026 membuka peluang besar bagi industri kulit dan alas kaki Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Italia Bidik Garut Jadi Distrik Industri Kulit dan Mode, Kolaborasi Menguat lewat IFW 2026
Bagikan