Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Mimpi SBY sebagai Harapan agar AHY Dipinang Ganjar Jadi Cawapres

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 21 Juni 2023
Mimpi SBY sebagai Harapan agar AHY Dipinang Ganjar Jadi Cawapres

SBY saat memberikan kuliah kepada para Perwira Siswa Sesko TNI, Bandung, 12 Mei 2017. (FB/Susilo Bambang Yudhoyono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mimpi Presiden keenam sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang diceritakan melalui akun Twitter-nya, menarik perhatian publik belakangan ini.

SBY bermimpi dirinya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarnoputri naik Kereta Api (KA) Gajayana dari Jakarta dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

SBY menceritakan, dalam mimpinya tiket kereta dibayari presiden ke-8 terpilih pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Tanggapi Mimpi SBY Naik Kereta Bareng Dirinya dan Megawati

Pengamat politik Fernando Emas menilai, mimpi tersebut bisa diartikan sebagai harapan SBY untuk diajak berkoalisi oleh Jokowi dan Megawati di Pilpres 2024.

"Sepertinya SBY berharap sekali diajak oleh Jokowi dan Megawati berkoalisi mengusung pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024 yang akan datang sampai terbawa dalam mimpi," kata Fernando kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/6).

SBY, sebutnya, berharap agar sang putra yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi capres dari PDIP Ganjar Pranowo.

"SBY sangat berharap anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono akan berpasangan dengan Ganjar Pranowo sebagai cawapres, sehingga mimpinya dicuit pada akun Twitter-nya," ujar Fernando.

Baca Juga:

Respons Puan Soal Mimpi SBY Satu Kereta Bareng Jokowi dan Megawati

Fernando menilai, SBY ingin memuluskan impiannya agar AHY bisa maju di Pilpres 2024.

Fernando berpendapat, SBY mencuit demikian untuk membangun opini bahwa jika Ganjar ingin menang di Pilpres 2024, maka Megawati dan Jokowi harus menggandeng SBY dalam koalisi.

"Melalui cuitannya tersebut SBY ingin membangun opini bahwa apabila Ganjar ingin menang pada pilpres yang akan datang, Megawati dan Jokowi harus menggandeng SBY dalam koalisi," ungkapnya.

Selain itu, Fernando mengatakan mimpi SBY bisa juga ditafsirkan bahwa presiden terpilih di Pilpres 2024 mendatang berasal dari Jawa Timur.

"Atau jangan sampai mimpi SBY tersebut ingin memberikan makna bahwa presiden yang terpilih akan datang berasal dari daerah Jawa Timur, karena KA Gajayana dalam mimpi SBY memiliki tujuan akhir Malang, Jawa Timur," tuturnya. (Knu)

Baca Juga:

Makna di Balik Mimpi SBY Naik Kereta Bareng Jokowi dan Megawati ke Jateng

#SBY #Pilpres #Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Ada empat pilar utama yang mendesak dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Indonesia
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Secara ideal, RUU Pemilu seharusnya bisa dituntaskan pada tahun 2026 sehingga pada tahun 2027 cukup waktu untuk menyosialisasikan
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Indonesia
Media Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Sejak awal berdiri, DKPP memang menghadapi tantangan untuk memperkenalkan keberadaannya kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Media Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Indonesia
DKPP Nilai Media Berperan Penting Menyampaikan Putusan Etik kepada Publik
Media memiliki peran penting dalam membangun transparansi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses penegakan kode etik penyelenggara pemilu.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
DKPP Nilai Media Berperan Penting Menyampaikan Putusan Etik kepada Publik
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Wacana tersebut memicu perdebatan karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi telah memutuskan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Indonesia
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Berdasarkan arahan pimpinan DPR, Komisi II juga akan menggelar pertemuan dengan partai-partai nonparlemen.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Indonesia
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
SBY mengingatkan kepemimpinan harus bersifat inklusif agar manfaat pembangunan tersebar merata kepada seluruh masyarakat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
Indonesia
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Partai harus melakukan kaderisasi politik perempuan yang serius dan berkelanjutan
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Bagikan