Militer Sudan Bantah Serang Kedutaan UEA, Sebut RSF Pelakunya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 30 September 2024
Militer Sudan Bantah Serang Kedutaan UEA, Sebut RSF Pelakunya

Asap mengepul di udara dari sebuah gedung yang terbakar akibat bentrok antara angkatan bersenjata pemerintah Sudan dengan kelompok paramiliter RSF di Khartoum, Sudan. (ANTARA/Xinhua)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintahan militer Sudan telah membantah tuduhan Uni Emirat Arab (UEA) bahwa pasukannya telah mengebom kediaman duta besarnya di Khartoum. Mereka justru menuduh pasukan paramiliter saingannya, Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang melakukan tindakan tersebut.

Sebelumnya pada Senin (30/9), UEA mengatakan bahwa kantor diplomatiknya diserang oleh pesawat militer Sudan, dan mengecamnya sebagai "serangan keji". Pemerintah di Khartoum, yang tengah berupaya merebut kembali ibu kota, sebelumnya menuduh UEA mendukung RSF, yang telah terlibat perang dengannya selama lebih dari setahun.

“UEA telah meminta militernya untuk memikul tanggung jawab penuh atas tindakan pengecut ini,” kata Kementerian Luar Negeri negara Timur Tengah itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Aljazeera.

Kementerian tersebut menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap prinsip dasar kekebalan gedung diplomatik. Mereka juga mengatakan serangan itu telah menyebabkan kerusakan parah pada bangunan tersebut.

Baca juga:

Tentara Sudan Serang RSF di Khartoum, 4 Orang Tewas

Ditambahkannya, pihaknya akan mengirimkan keluhan kepada Liga Arab, Uni Afrika, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebagai balasannya, militer Sudan mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan RSF karena melakukan tindakan yang menurut mereka memalukan dan pengecut.

“Yang melakukan tindakan keji dan pengecut ini adalah teroris, milisi pemberontak (RSF)… yang didukung dalam melakukan semua ini oleh negara-negara yang dikenal dunia,” kata pernyataan itu. (ikh)

#Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Indonesia
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Dunia
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Indonesia
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Penjualan minyak Iran telah kembali ke tingkat sebelum diberlakukannya sanksi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Dunia
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Teheran sedang menghadapi “kondisi terburuk” dalam perang ekonomi. Namun, negaranya tetap menjalankan berbagai proyek pembangunan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Indonesia
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
Bagikan