Miliarder Mesir Berniat Beli Pulau untuk Pengungsi

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Selasa, 08 September 2015
Miliarder Mesir Berniat Beli Pulau untuk Pengungsi

Miliarder berencana membeli pulau di Yunani atau Italia untuk tempat tinggal para pengungsi. (Screenshot Daily Mail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional - Seorang miliarder asal Mesir berencana akan membeli sebuah pulau di Yunani dan Italia. Pulau tersebut akan ia kembangkan untuk sejumlah pengungsi dari negara konflik.

Inisatifnya ini ia umumkan di Twitter. "Yunani dan Italia akan menjual sebuah pulau padaku, aku akan membeli dan membuat pengungsi menjadi tuan rumahnya, memberikan mereka pekerjaan, dan kesempatan mereka untuk membangun negara baru," tulisnya.

Naguib Sawiris, miliarder ini juga akan mendekati pemerintah Yunani dan Italia untuk mendiskusikan rencananya tersebut.

Sawiris mengatakan bahwa Yunani akan melepas sebuah pulau dengan biaya berkisar antara 10 juta dolar hingga 100 juta dolar. Namun upayanya ini akan diawali dengan pembangunan rumah, sekolah, universitas dan rumah sakit.

Namun Sawiris mengungkapkan bahwa ia menemukan kesulitan untuk membujuk Yunani dan Italia melepas pulaunya. Ia juga kesulitan untuk mencari peraturan terkait yurisdiksi dan adat istiadat.

"Namun orang-orang ini akan diperlakukan sebagai manusia," sambung Sawiris seperti dilansir Daily Mail.

 

BACA JUGA:

Kisah Haru Polisi Penemu Jasad Bayi Suriah

Menteri Pertanian Mesir Ditangkap Terkait Kasus Korupsi

PM Israel Tolak Pengungsi Suriah

Jasad Bayi Suriah yang Tewas Terdampar di Pantai Dikebumikan

#Mesir #Pengungsi #Imigran Ilegal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mesir Siap Beri Bantuan Militer ke Arab Saudi Buat Hadapi Houthi
Turkiye, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan tersebut dan menegaskan dukungan terhadap langkah sah Riyadh untuk menghadapi dan mencegah serangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Mesir Siap Beri Bantuan Militer ke Arab Saudi Buat Hadapi Houthi
Indonesia
Mesir Berikan Kuota Tambahan Beasiswa Bagi Mahasiswa Indonesia
Prabowo menyoroti kerja sama sektor pendidikan kedua negara yang sudah terjalin erat, terbukti dari banyaknya mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Mesir Berikan Kuota Tambahan Beasiswa Bagi Mahasiswa Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Indonesia
Bahasan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi
Indonesia menjadi tujuan terakhir dalam rangkaian lawatan Al-Sisi ke Asia setelah mengunjungi Korea Selatan pada 6–9 Oktober dan Malaysia pada 9–10 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Bahasan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi
Indonesia
Setelah dari Korsel dan Malaysia, Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi Kunjungi Indonesia
Pihak kepresidenan tidak mengungkapkan berapa lama rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut akan dilaksanakan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Setelah dari Korsel dan Malaysia, Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi Kunjungi Indonesia
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Berdasarkan peraturan Dublin, permohonan suaka dari migran non-Uni Eropa yang masuk ke wilayah Uni Eropa pada prinsipnya harus diproses di negara Uni Eropa pertama yang menjadi tempat masuk mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Bagikan