Di Balik Panggung Proklamasi

Hatta Belum Juga Tiba, Sukarno Enggan Membacakan Proklamasi

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 17 Agustus 2018
Hatta Belum Juga Tiba, Sukarno Enggan Membacakan Proklamasi

Bung Hatta dan Bung Karno. (Foto/DokumenIstimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PAGI 17 Agustus 1945 suasana serba-bingung menyeruak para tokoh di halaman rumah Sukarno. Para tokoh dan ratusan masyarakat panik tak menentu menunggu Bung Karno membacakan Proklamasi.

Isu berkembang saat itu, tentara Jepang dalam perjalanan menuju kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56.

Sukarno masih berbaring di kamarnya, sedangkan Bung Hatta direncanakan mendampingi Bung Karno membacakan teks proklamasi belum juga tampak batang hidungnya.

Jam beranjak menuding pukul 09:30, Sukarno bangun dan langsung menanyakan keberadaan Hatta. Kabar burung berhembus Hatta tak ada di rumahnya. Bahkan tersiar desas-desus Bung Hatta tak sudi ikut memproklamasikan kemerdekaan.

Bung Karno dan Bung Hatta (Foto/Mohammad Hatta. blogspot.com)
Bung Karno dan Bung Hatta (Foto/Mohammad Hatta. blogspot.com)

Para hadirin makin panik. Beberapa tokoh memberanikan diri menemui dan membujuk Sukarno untuk segera membacakan teks proklamasi. Bung Karno tetap bergeming. Dari bujukan hingga desakan tak didengarkannya. Sukarno bersikukuh menunggu Bung Hatta

"Wajar saja. Meskipun tak memiliki nama yang terkenal dan tersohor seperti Sukarno, Bung Hatta adalah orang paling berperan menurut Sukarno dalam merumuskan teks Proklamasi," kata Jurnalis Sejarah, Hendi Jo, saat dihubungi merahputih.com.

Uniknya kata Jo, tak ada satu pun orang tersebut berani membacakan teks proklamasi. Memang kharisma dan jiwa kepemimpinan Sukarno sangat meroket kala itu.

Kali terakhir, dr Mawardi meminta Sukarno dengan keras, bahkan ia sempat mengatakan tidak perlu menunggu Hatta. Sukarno naik pitam.

"Kalau begitu, silahkan mas Mawardi saja yang membacakan Proklamasi," kata Sukarno dikutip dari buku 'Seputar Proklamasi Kemerdekaan (2015)'.

Tak lama usai kejadian tersebut, di tengah ketegangan luar biasa, muncullah mobil Hatta diiringi mobil ditumpangi dua anggota Pembela Tanah Air (PETA). Suasana tegang pecah menjadi riang. Pembacaan Proklamasi dan pengimbaran Sangsaka Merah Putih pun dilaksanakan.

Kemarahan Sukarno kepada orang meremehkan Hatta bukan hanya satu kali terjadi. Setelah Mawardi, selanjutnya giliran DN Aidit mendapat murka Bung Karno.

"Saat PKI sedang naik-naiknya. Pernah suatu ketika DN Aidit membacakan proklamasi tanpa menyebut nama Hatta. Muka Sukarno memerah," kata Hendi Jo mengisahkan. Sukarno diam dan langsung meninggalkan Aidit.

Sesampainya di rumah, di depan putranya, Guntur, Sukarno melambung emosinya. Ia memukul meja sembari berkat. "Kalian boleh saja membeci Hatta, tapi menghilangkan namanya dari Proklamasi adalah perbuatan jahat." (*)

#Lapsus Proklamasi #Sukarno #Bung Hatta #Hari Proklamasi #Jejak Proklamasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Meutia Hatta: Koperasi Punya Prinsip Kebersamaan dan sebagai Wujud Gotong Royong, Warisan Bung Hatta
Ketua Dewan Pembina Yayasan Hatta, Meutia Farida Hatta Swasono atau Meutia Hatta menerangkan gagasan sistem ekonomi Indonesia berdasarkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Mei 2025
Meutia Hatta: Koperasi Punya Prinsip Kebersamaan dan sebagai Wujud Gotong Royong, Warisan Bung Hatta
Indonesia
Jadi Tamu Utama HUT ke-76 India, Prabowo Ikuti Jejak Sukarno 75 Tahun Silam
Presiden RI Prabowo Subianto akan memeriahkan parade perayaan Hari Republik India ke-76 di Kartavya Path, New Delhi, pada Minggu (26/1) sebagai Tamu Utama atau Chief Guest.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Januari 2025
Jadi Tamu Utama HUT ke-76 India, Prabowo Ikuti Jejak Sukarno 75 Tahun Silam
Indonesia
Guntur Sebut Pendongkelan Kepemimpinan Sukarno tidak Sah
Guntur menekankan fakta-fakta sejarah membantah Bung Karno telah melakukan pengkhianatan dengan mendukung pemberontakan G30SPKI.
Dwi Astarini - Senin, 09 September 2024
Guntur Sebut Pendongkelan Kepemimpinan Sukarno tidak Sah
Kuliner
Ini nih, Menu Sahur Sukarno dan Hatta Jelang Indonesia Merdeka
Keduanya menyempatkan menyantap sahur untuk pelaksanaan puasa hari kesembilan di bulan Ramadan 1366 H.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Maret 2024
Ini nih, Menu Sahur Sukarno dan Hatta Jelang Indonesia Merdeka
Property
Piala Bergilir Soekarno Cup Hasil Kontemplasi Prananda dan Diwujudkan Dolorosa Sinaga
Tim juara akan mendapatkan piala yang didesain khusus oleh Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prananda Prabowo.
Zulfikar Sy - Kamis, 02 November 2023
Piala Bergilir Soekarno Cup Hasil Kontemplasi Prananda dan Diwujudkan Dolorosa Sinaga
Fun
Mengagumi Kemegahan Tiga Mobil Dinas Presiden Sukarno
Sukarno memiliki 12 unit mobil Kepresidenan.
P Suryo R - Selasa, 10 Oktober 2023
Mengagumi Kemegahan Tiga Mobil Dinas Presiden Sukarno
Bagikan