Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Menunggu Gerak Cepat Menteri

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 18 September 2015
Menunggu Gerak Cepat Menteri

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/6). ANTARA FOTO/Akbar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan - Masyarakat Indonesia menaruh harapan besar terhadap Pemerintah Indonesia di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 4,67 persen hingga kuartal II ini. Oleh karena itu, saat ini masyarakat Indonesia tengah menunggu janji Pemerintah untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Berdasarkan data yang dirilis BPS hingga bulan Maret 2015 ada 28,59 juta jiwa masyarakat miskin atau bertambah 860.000 jiwa selama enam bulan kemarin. Meningkatnya angka kemiskinan tidak lain dampak dari minimnya lapangan kerja yang tersedia di Indonesia.

Sementara itu minimnya lapangan kerja diakibatkan oleh program-program yang belum dijalankan oleh Pemerintah hingga saat ini.

"Meningkatnya angka kemiskinan dipicu oleh PHK yang sering terjadi," ujar Direktur Executive INDEF, Enny Sri Hartati, ketika di hubungi merahputih.com, di Jakarta, Jumat (18/9)

Seperti diketahui ada banyak Proyek Pemerintah yang hingga kini masih belum berjalan dengan baik. Seperti, Proyek pembangunan listrik 35.000 Megawat hingga kini masih terkendala berbagai masalah di lapangan baik dari segi tarik ulur perizinan, investasi, dan hambatan lainnya. Bahkan lambatnya pembangunan proyek tersebut, membuat Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli ikut berkomentar dan berujungkan polemik dengan menteri terkait lainnya.

Melihat hal tersebut Mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun meminta Menteri terkait untuk segera mencarikan solusi sehingga investor bisa melaksanakan investasinya. Sehingga itu dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

"Itu tugasnya menteri-menteri. Tugasnya Menko untuk cari solusi, jalan keluar, atas setiap masalah yang dihadapi investor. Misalnya kalau sudah tanda tangan PPA, harus diikuti, ada checklist-nya, izin lahan bagaimana, yang bisa dibantu, bantu. Yang bisa dicarikan solusi, carikan," ujar Presiden beberapa waktu lalu.

Bahkan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Paket kebijakan tahap I, Jokowi meminta Menteri terkait untuk berkoordinasi dan bekerja dengan baik dengan masing-masing instansi atau lembaga terkait. Karena tanpa adanya koordinasi kebijakan sekecil apapun tak akan bisa berjalan dengan baik.

Gerak Cepat Menteri

Koordinasi antara kementerian tentu sangat penting, mengingat masalah kemiskinan sangat erat kaitannya dengan kebijakan ekonomi. Seperti Menko Ekonomi yang memiliki target untuk menekan angka kemiskinan sekian lalu mengeluarkan berbagai kebijakan terkait hal tersebut dengan mengkoordinasikannya dengan Kementerian atau instansi terkait. Seperti membuka Posko Perombakan Peraturan yang dilakukan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Selanjutnya, Menko bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang fokus kepada sektor pengembangan Maritim. Sehingga Rizal seringkali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Menteri-menteri atau instansi terkait yang ada dibawah naungannya. Bahkan tak tanggung-tanggung Menteri yang tengah di gosipkan dengan Cornelia Agatha itupun seringkali melakukan pertemuan dengan Dubes dari berbagai negara untuk belajar banyak tetkait sektor pariwisata.

Lantas bagaimana dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani yang cukup erat berkaitan dengan kemiskinan ?

Guru Besar Ekonomi Universitas Padjajaran Prof Ina Primianan Syinar menilai, menurut Ina, dinilai kurang memahami tugasnya dalam menekan angka kemiskinan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya koorsinasi yang baik dengan instansi atau Kementerian lainnya. Bahkan Ina menilai, Puan anteng-anteng saja melihat kondisi kemiskinan yang terus meningkat ini.

"Kalau saya lihat, Puan tidak memahami sepenuhnya. Artinya ketika jumlah masyarakat miskin meningkat dan bagaimana menanganinya,beliau tidak paham. Puan ini saya rasa kurang bisa koordinasikan dengan Kementerian lain. Bahkan jatuhnya Puan ini anteng-anteng saja," tutup Ina. (rfd)

 

Baca Juga:

  1. Faisal Basri Kritik Jurus Rajawali Ngepret Rizal Ramli
  2. Ini Alasan BI Pertahankan BI Rate Tetap 7,5 Persen
  3. Rupiah Masih Melemah Meski BI Rate Tetap
  4. Pertumbuhan Ekonomi RI 2016 5,4 Persen
  5. IHSG Menguat 13,55 Poin Jelang Rilis BI Rate
#Liputan Khusus #INDEF #Dampak Kemiskinan #Pertumbuhan Ekonomi Indonesia #Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi-JK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Faktor Ekonomi, Bapak Bawa Bayi Nekat Ngutil Kosmetik Minimarket Mercu Berakhir Damai
Aksi pria membawa bayi mencuri kosmetik di minimarket Mercu Buana, Jakarta Barat, berakhir damai. Polisi sebut barang murah, kasus tak dilanjutkan karena faktor ekonomi pelaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Faktor Ekonomi, Bapak Bawa Bayi Nekat Ngutil Kosmetik Minimarket Mercu Berakhir Damai
Indonesia
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Fleksibilitas fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah dinilai terus tergerus akibat respons kebijakan dalam negeri yang kurang kredibel dan minim sinkronisasi teknokrasi antarkementerian.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Indonesia
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
"Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras."
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
Indonesia
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan laporkan simulasi ekonomi RI stabil 3 bulan ke depan, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen PDB.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, menurun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
 BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Makan Enak Enggak Harus 'Ngutang', INDEF Bongkar Strategi Fiskal MBG Biar Aman
INDEF memberikan sejumlah rekomendasi agar program unggulan ini tetap berkelanjutan tanpa mengganggu kapasitas fiskal negara
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Makan Enak Enggak Harus 'Ngutang', INDEF Bongkar Strategi Fiskal MBG Biar Aman
Indonesia
Omzet Pedagang Kecil Terancam Ambruk Gara-Gara Larangan Jual Rokok, INDEF Sebut Potensi Pengangguran Terselubung Mengintai
Ekonom INDEF M Rizal Taufikurahman kritik keras Raperda KTR DKI Jakarta, menilai larangan penjualan rokok mengancam pedagang kecil dan stabilitas ekonomi rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 05 November 2025
Omzet Pedagang Kecil Terancam Ambruk Gara-Gara Larangan Jual Rokok, INDEF Sebut Potensi Pengangguran Terselubung Mengintai
Indonesia
Bocah di Sukabumi Meninggal Dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing, Ini Kata Kemensos
Pendamping keluarga Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di setiap daerah ditugaskan untuk membantu, memastikan keluarga dengan tingkat ekonomi terendah (desil 1) terdata,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Agustus 2025
Bocah di Sukabumi Meninggal Dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing, Ini Kata Kemensos
Bagikan