MerahPutih.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berharap ikan menjadi salah satu menu utama sajian program makan bergizi gratis andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Bahkan, untuk ikan tersebut bisa dijadikan menu makan bergizi gratis sebanyak tiga kali selama sepakan.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Budi Sulistiyo, mengatakan program makan bergizi gratis berpotensi menjadi titik awal revolusi tata kelola gizi masyarakat.
“Dalam seminggu (pelaksanaan Makan Bergizi Gratis), kami harap paling tidak tiga hari di antaranya bisa memasukkan ikan sebagai menu utama,” kata Budi, Senin (14/10).
Baca juga:
Dikatakannya, makan bergizi gratis menjadi opsi mempopulerkan ikan sebagai asupan protein utama masyarakat.
“Makan bergizi gratis bisa jadi upaya pemerintah merevolusi tata kelola gizi masyarakat,” ucap dia.
Tingkat konsumsi ikan di Indonesia, kata dia, masih rendah sekalipun tiap tahun cenderung meningkat. Saat ini konsumsi protein rakyat Indonesia baru 62,3 gram/kapita/hari, di mana 9,25 gram di antaranya adalah konsumsi protein ikan dari kelompok ikan, udang, cumi atau kerang.
“Data Jawa Tengah konsumsi protein baru mencapai 59,65 gram/kapita/hari, dengan 5,18 gram/kapita/hari diantaranya berasal dari protein ikan,” katanya.
Baca juga:
Legislator Nilai Program Makan Bergizi Gratis Sudah Seharusnya Berdayakan Potensi Lokal
Dia menyebut pihaknya harus bisa menargetkannya menjadi 100 gram/kapita/hari, sehingga setara dengan generasi muda di negara-negara industri.
“Rendahnya konsumsi ikan dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya anggapan bahwa ikan berbau kurang sedap maupun harganya yang relatif mahal di daerah tertentu,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya melakukam membina pelaku usaha untuk membuat olahan ikan, seperti bakso dengan kandungan protein sebesar 30 persen. Dengan diolah jadi apapun yang bisa dikonsumsi dengan enak dan nyaman.
Baca juga:
Imam Besar Istiqlal Sebut Program Makan Bergizi Gratis Cerdaskan Anak Bangsa
Penjabat (Pj) Wali Kota Solo, Dhoni Widyanto, menekankan bahwa kampanye ini penting untuk membuat anak-anak gemar makan ikan serta menyiapkan Generasi Emas 2045.
“Asupan protein ini bahkan juga penting bagi ibu hamil dan calon pengantin, untuk menekan angka stunting,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

