Menteri Kabinet Perang Israel Mengundurkan Diri, Tak Lagi Sejalan dengan Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (ANTARA/AA)
MerahPutih.com - Menteri Kabinet Perang Israel Benny Gantz telah mengundurkan diri dari pemerintahan Benjamin Netanyahu. Ia berhenti dari jabatannya karena merasa Netanyahu tidak bisa memimpin Israel menuju kemenangan dalam perang melawan Hamas.
“Netanyahu menghalangi kita untuk meraih kemenangan nyata (di Gaza),” kata Gantz dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Minggu, (9/6), seperti dikutip dari CNN.
Gantz mengaku sangat sulit untuk memutuskan keluar dari jabatannya. Namun, ia yakin ini merupakan jalan terbaik untuknya.
“Itulah sebabnya kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini dengan berat hati, tapi dengan sepenuh hati,” katanya.
Baca juga:
Gantz yang dianggap sebagai penantang politik utama Netanyahu, mengatakan ia mengundurkan diri delapan bulan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober karena situasi di Israel dan ruang pengambilan keputusan telah berubah.
Dia menuduh Netanyahu lebih mengutamakan pertimbangan politik pribadinya daripada strategi perang di Jalur Gaza. Gantz juga mendesak Netanyahu untuk mengadakan pemilihan pada bulan Agustus.
“Saya menyerukan kepada Netanyahu: tetapkan tanggal pemilu yang disepakati. Jangan biarkan rakyat kami terkoyak,” kata Gantz.
Pengunduran dirinya terjadi meskipun Netanyahu meminta Gantz untuk tetap berada dalam pemerintahan darurat Israel. Netanyahu bilang ke Gantz ini saatnya mementingkan persatuan, bukan perpecahan. Setelah pengumuman Gantz, Netanyahu mendesaknya untuk berubah pikiran.
Baca juga:
Biden Umumkan Usulan Gencatan Senjata, Netanyahu Tegaskan Perang Tidak Akan Berakhir
“Benny, ini bukan waktunya untuk meninggalkan kampanye, ini adalah waktunya untuk bergabung,” kata Netanyahu kepada Gantz dalam sebuah postingan di X.
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina