Menteri Basuki Ungkap Kendala Besar Pembangunan Infrastruktur
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja gabungan Komisi V DPR dengan tiga kementerian dan mitra kerja di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6). (Foto Antara)
MerahPutih.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut kendala dalam proses pembangunan infrastruktur seperti jalan tol adalah persoalan lahan.
"Untuk kendala memang ada dan di mana saja tantangan itu sama, yaitu soal tanah," kata Basuki saat ditemui selepas peletakan batu pertama, jalan tol Banda Aceh-Sigli di wilayah Blangbintang, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (15/12)
Hal tersebut, kata Basuki, karena persoalan tanah untuk pembebasan lahan dalam suatu proyek infrastruktur, terutama jalan tol, membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Baca juga: Presiden Jokowi Janjikan Tol Lampung-Aceh Tersambung 2024
"Karena proses pembebasan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bertahun-tahun," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Basuki menegaskan masalah itu merupakan tantangan yang sama dalam proses pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Namun, lanjut dia, permasalahan akan bertambah ketika pembangunan dilakukan di Provinsi Papua.
"Di Papua, tantangannya ada faktor lain yakni masalah keamanan," ucap dia.
Peletakan batu pertama jalan tol Banda Aceh-Sigli pada Jumat ini oleh Presiden Joko Widodo, sebagai tanda dimulainya pengerjaan konstruksi jalan tol pertama di Aceh tersebut.
Tol Banda Aceh-Sigli ini terbagi ke dalam enam seksi segmen pengerjaan, yaitu seksi Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13 km, seksi Blang Bintang Kutobaro sepanjang 8 km, seksi Kutobaro Simpang-Baitussalam sepanjang 5 km. Lalu seksi Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 26 km, seksi Seulimeum-Jantho sepanjang 6 km dan seksi Jantho-Indrapuri sepanjang 16 km.
Pengerjaannya proyek senilai Rp12,35 triliun ini, dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama, akan dibangun segmen 4 (Indrapuri-Blang Bintang), segmen 5 (Blang Bintang-Kuto Baro) dan segmen 6 (Kuto Baro-Baitussalam) sepanjang 26 kilo meter.
Adapun tahap kedua, akan dikerjakan segmen 1 (Padang Tiji-Seulimeun), segmen 2 (Seulimeun-Jantho) dan Jantho-Indrapuri) sejauh 48 kilometer.
Dengan adanya tol ini, diperkirakan waktu tempuh Banda Aceh-Sigli yang selama ini bisa menghabiskan waktu tiga jam, berkurang dengan signifikan hingga hanya memakan waktu sekitar satu jam saja. (*)
Baca juga: Target Tinggi di Musim 2019/2020, Persib Bakal Datangkan Pelatih Top
Bagikan
Berita Terkait
Dragon Boat Indonesia Bersinar di SEA Games Thailand 2025, Ketum PB PODSI: Buah dari Training Center Berkelanjutan
Tim Dragon Boat Indonesia Tampil Perkasa, Raih 2 Emas di SEA Games Thailand 2025
SEA Games 2025 Thailand: Tim Dragon Boat Indonesia Raih Medali Emas Nomor Mixed Small Boat 200M
SEA Games 2025 Thailand: Tim Putra Dragon Boat Indonesia Raih Medali Emas Nomor Small Boat 200M
HGU 190 Tahun Dibatalkan, Basuki Hadimuljono Tegaskan Putusan MK tak Ganggu Kepastian Investasi di IKN
4.000 Hektar Tambang Ilegal Tersebar di Sekitar IKN, Pengusaha Terlibat Dihukum Wajib Reforestasi
Ketemu Pimpinan DPR, Kepala OIKN Minta Status Bandara Diubah
Puan Beberkan Dua Poin Penting Hasil Rapat Pimpinan DPR dengan Kepala OIKN
Basuki Pastikan IKN Sekarang Sudah Bersih dari Kupu-Kupu Malam
DKI Jakarta Siapkan Jurus Pamungkas untuk Selamatkan IKN dari Bencana Lingkungan