MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh tewas dalam kebakaran yang terjadi di kediamannya, Jumat (8/5). Sosok Haerul ternyata dekat dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Amran menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya anggota BPK tersebut.
"Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Haerul Saleh. Beliau ialah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik," ujar Amran dalam keterangannya.
Menurut Amran, Haerul dikenal sebagai sosok yang menjunjung profesionalisme dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara. "Beliau sosok yang sangat menghargai kerja keras dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah banyak mengabdikan diri untuk Indonesia," katanya.
Haerul Saleh menjabat anggota IV BPK RI sejak April 2022. Sebelum masuk BPK, ia merupakan anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2022. Pria kelahiran Kolaka itu juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya sebagai anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah serta pengurus Pemuda Tani Indonesia.
Baca juga:
Anggota BPK Tewas karena Kebakaran di Rumahnya, Diduga Akibat Cairan Tiner Sisa Renovasi
Dari sisi pendidikan, Haerul merupakan lulusan S-1 hukum Universitas Satria Makassar dan tengah menempuh pendidikan S-2 manajemen di Universitas Moestopo.
Diduga, sisa cairan tiner dari aktivitas renovasi rumah menjadi pemicu kebakaran besar yang menewaskan korban di rumahnya kawasan Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Jumat (8/5) pagi.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyatakan bahwa titik api pertama kali terdeteksi di lantai tiga bangunan tersebut. Berdasarkan laporan warga, kepulan asap hitam mulai terlihat membubung tinggi pada pukul 07.53 WIB. "Berdasarkan Informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar," kata Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Asril Rizal, Jumat (8/5).
Pihak pemadam kebakaran segera mengerahkan 12 unit mobil pompa beserta 48 personel untuk menjinakkan api di lokasi kejadian. Operasi pemadaman dilaporkan berlangsung selama kurang lebih 40 menit sebelum situasi dinyatakan kondusif.
"Diduga, api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah," kata Asril dalam keterangannya, Jumat.(knu)
Baca juga: