Meninggal 21 dan Hilang 19 Orang, Jokowi Beri Perhatian Pada Longsor Sumedang

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 14 Januari 2021
Meninggal 21 dan Hilang 19 Orang, Jokowi Beri Perhatian Pada Longsor Sumedang

Longsor yang terjadi di Sumedang.(Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peristiwa longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (9/1) itu telah tercatat menewaskan 21 orang yang tertimbun tanah. Selain itu, kata dia, 19 orang masih belum ditemukan.

"Melihat evakuasi karena 19 yang masih belum ditemukan, dan 21 meninggal, jadi ini perhatian pak Presiden, saya diminta kesini," kata Basuki saat meninjau longsor, Kamis (14/1).

Baca Juga:

Wapres Sampaikan Dukacita Jatuhnya Sriwijaya Air dan Longsor Sumedang

Menurutnya sejumlah peralatan seperti alat berat juga masih bisa disediakan oleh pihaknya. Tetapi karena area yang sempit, ia rasa lokasi longsor tidak cukup menampun alat berat lainnya.

Ia mengatakan ada sekitar 200 lebih kepala keluarga yang diungsikan atau rumah disekitar lokasi longsor yang dikosongkan guna mencegah adanya korban jiwa apabila ada longsor susulan.

"Secara prinsip PUPR akan membantu untuk itu. Lalu direlokasi tanahnya akan disiapkan oleh Pemda," kata Basuki.

Ia memastikan, pihaknya bakal mengecek sejumlah pengembang perumahan yang ada di kawasan lokasi longsoran.

Dia pun meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengevaluasi izin perumahan yang telah keluar di kawasan rawan bencana.

Longsor di Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Antara)
Longsor di Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Antara)

"Ini daerah rawan semua, harus keras tapi harus bijak. Kita semua butuh ruang untuk rumah, iya, tapi harus dilihat yang aman jangan sembrono," kata Basuki dikutip Antara.

Sementara, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang merehabilitasi lahan longsor di daerah itu, usai evakuasi korban selesai.

Menurut dia, upaya pencegahan perlu dilakukan guna menghindari kejadian longsor serupa. Sehingga, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dengan penghijauan lahan harus jadi fokus perhatian ke depannya.

"Bahwa kejadian ini di luar perhitungan kita, iya, tapi kalau kita berusaha keras untuk pencegahan, kita akan mengatasinya dan meminimalisir kejadian," kata Muhadjir. (*)

Baca Juga:

Tragis, Danramil Cimanggung dan Warga Tewas Terkena Longsor Susulan di Sumedang

#Bencana Alam #Tanah Longsor #Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Bagikan