Mengungkap Simbol Fesyen Ikonis Perjuangan Palestina
Keffiyeh menjadi terkenal sebagai simbol pejuang kemerdekaan. (Unsplash/Sohaib Al Kharsa)
KEFFIYEH bukan sekedar syal bermotif hitam dan putih. Namun merupakan simbol perjuangan kemerdekaan Palestina. Berasal dari komunitas Badui dan petani lokal Palestina, pakaian ikonik yang ditenun dari katun memiliki sejarah yang kaya pada perjuangan dan keadilan rakyat Palestina.
Berawal dari tahun 1930-an selama pemberontakan Arab, keffiyeh menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan Inggris yang merugikan rakyat Palestina. Keffiyeh digunakan untuk menyembunyikan identitas para pejuang Palestina. Kermudian meluas menjadi simbol perlawanan.
Baca Juga:
Dilansir dari laman newarab, perjalanan simbolis keffiyeh berlanjut pada tahun 1960-an ketika Yasser Arafat, mantan presiden Palestina, mengenakannya di semua acara publik, meningkatkan statusnya sebagai simbol global identitas Palestina.
Selama tahun 1970-an, keffiyeh menjadi terkenal sebagai simbol pejuang kemerdekaan revolusioner Leila Khaled mendorong perempuan Palestina untuk mengenakannya. Ini menandai pergeseran, mendobrak batasan gender dan usia, dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang merangkul syal sebagai tanda solidaritas selama Intifada pada 1980-an dan 2000-an.
Jangkauan global keffiyeh meluasnya teknologi digital. Keffiyeh kemudian diadopsi oleh jenama-jenama dunia fesyen. Seperti Urban Outfitters dan Topshop yang sayangnya memicu kontroversi. Para kritikus berpendapat bahwa produk mereka malah melemahkan makna mendalam dari keffiyeh. Sebagai simbol perampasan hak dan keadilan, pengusiran, dan penindasan terhadap warga Palestina.
Perancang busana Palestina Omar Joseph Nasser-Khoury mengkritik industri fesyen yang memisahkan simbol keffiyeh dari konteks historisnya. Dia menganggapnya sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan eksploitatif.
Rapper Inggris-Palestina Shadia Mansour juga turut menyuarakan hal ini. Ia menekankan pentingnya syal tersebut dengan menyatakan, "Kamu dapat mengambil falafel dan hummus saya, tetapi jangan menyentuh keffiyeh saya."
Baca Juga:
Spotlight Indonesia 2023 Hadirkan Produk Fesyen Lokal Ramah Lingkungan
Saat ini, keffiyeh tetap menjadi lambang visual yang menarik, yang mewakili perjuangan untuk mendapatkan keadilan, kebebasan, dan menentukan nasib sendiri rakyat Palestina. Keffiyeh dikenakan oleh warga Palestina dan simpatisannya di seluruh dunia. Kain ini berubah menjadi ekspresi nyata persatuan dan perlawanan terhadap penindasan.
Laman wionews menuliskan, model terkenal, Gigi Hadid, tak takut dengan konsekuensi membela Palestina. Dia melakukannya melalui media sosial. Termasuk Bella Hadid yang mengikuti langkah saudara sekandungnya itu. Di tahun 2021 dia sempat turun ke lapangan dengan mengenakan keffiyeh untuk menunjukan pembelaannya kepada Palestina. Ini menjadi contoh bagi semua orang yang ingin menyuarakan pembelaan dengan cara yang tidak terlalu menonjol.
Seiring dengan meningkatnya protes yang mengadvokasi hak-hak warga Palestina secara global, publik menjadi lebih cerdas untuk tetap menyuarakan pembelaannya kepada Palestina. Caranya adalah menggunakan simbol yang dikenal secara umum. Ini mengingatkan dunia semangat abadi rakyat Palestina dalam upaya untuk mendapatkan kemerdekaan dan keadilan. (nda)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Perancang Busana Italia Valentino Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
UNTOLD Stories: di Balik Outfit Kece Atlet Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
‘Light and Shape’: ESMOD Jakarta Rayakan Inovasi Mode dari Desainer Muda di Creative Show 2025
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
UNIQLO Gandeng BABYMONSTER untuk Koleksi UT Terbaru, Tampilkan Desain Edgy dan Playful
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Paus Leo Serukan Pembentukan Negara Palestina sebagai Jalan Damai