Menggunakan Benang Gigi Penting Tidak Sih?
Pakai benang gigi dulu sebelum menyikat gigi (Foto: momscleanairforce.org)
SEBERAPA sering kamu menggunakan benang gigi atau floss? Agaknya kamu tidak terlalu memikirkan hal itu. Ya, kebanyakan orang, mungkin termasuk kamu lebih mengandalkan sikat gigi untuk membersihkan kotoran pada mulut dan gigi. Lalu, sebenarnya, penting tidak sih menggunakan benang gigi?
Melansir Men's Health, rupanya membersihkan gigi menggunakan sikat gigi saja tidak cukup. Gigi kamu tidak akan bersih secara maksimal. Hal ini dikarenakan sikat gigi tidak bisa menjangkau kotoran pada sela-sela gigi yang sempit.
Baca juga:
Studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Periodontology pada tahun 2018 mengungkapkan membersihkan gigi harus dengan dua tahapan. Pertama menggunakan benang untuk membersihkan kotoran pada sela gigi. Baru setelahnya menggunakan sikat gigi untuk menyikat seluruh area mulut dan bagian gigi lainnya.
Selain itu, Bryan J. Frantz, DMD, Presiden American Academy of Periodontology, mengatakan kombinasi benang gigi dan sikat gigi akan mencegah timbulnya plak gigi. Ini merupakan penyebab utama terjadinya radang pada gusi. "Itu satu-satunya hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah radang gusi dan penyakit periodontal, "katanya.
Baca juga:
Jangan anggap remeh penyakit periodontal. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit kronis paling umum di dunia. Bahkan, penyakit ini bisa menjadi bahaya besar bagi kesehatan tubuhmu secara keseluruhan karena dapat menimbulkan penyakit lainnya.
Penyakit periodontal dapat meningkatkan risiko terkena penyakit serius semisal diabetes, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer. Penyakit ini juga dapat melemahkan tulang dan jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. Sehingga jika tidak diobati, gigi akan goyang, bahkan bisa copot.
Yuk sahabat Merah Putih, mulai sekarang jangan cuma bersihkan gigimu dengan sikat gigi. Pakai benang gigi terlebih dulu sebelum menyikatnya. Gigi kamu pun akan sehat dan bebas dari bakteri secara keseluruhan. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya