Mengenal Sosok Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu yang Dikabarkan Terjaring OTT KPK Jelang Akhir Masa Jabatan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 16 September 2017
Mengenal Sosok Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu yang Dikabarkan Terjaring OTT KPK Jelang Akhir Masa Jabatan

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. (Foto Facebook/Eddy Rumpoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Akhir pekan, sebuah kabar mengejutkan muncul dari Kota Batu, Jawa Timur. Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Santer beredar, Eddy ditangkap di rumah dinasnya siang tadi saat menerima uang suap terkait proyek bernilai miliaran rupiah. Selain Eddy, Tim Satgas Penindakan KPK juga menangkap seseorang yang diduga pemberi suap.

Jika kabar tertangkapnya Eddy oleh lembaga antirasuah itu benar maka ini benar-benar sebuah kemalangan besar. Betapa tidak, Eddy akan mengakhiri masa jabatannya setelah memimpin Kota Batu selama dua periode yakni 2007-2012 dan 2012-2017.

Setelah jabatannya berakhir, Eddy berencana akan kembali menekuni dunianya yang lama sebelum menjabat sebagai wali kota. Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu dikenal sebagai pebisnis sukses sebelum terjun menjadi pejabat daerah.

Eddy dikenal sejak lama sukses menggeluti bisnis properti sebelum menjabat orang nomor satu di kota berhawa sejuk itu. Ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Eddy memimpin Kota Apel, julukan bagi Kota Batu mengikuti jejak ayahnya.

Ayah Eddy Rumpoko tak lain almarhum Brigjen TNI (Purn) Egnie Rumambe Sugiyono adalah Wali Kota Malang periode 1973-1983, Wakil Gubernur Irian Jaya periode 1983-1986, perintis PS Arema, pendiri Batayon Infanteri 507/Sikatan dan Kodam V/Brawijaya.

Selama dua periode memimpin Kota Batu, pria kelahiran Manado, 57 tahun silam itu terbilang sukses. Di bawah kepemimpinan Eddy, Kota Batu berdandan menjadi ikon wisata Jawa Timur. Sejumlah obyek wisata dibangun dan sukses mengundang wisatawan ke Kota Batu.

Setelah memimpin Kota Batu selama dua periode, masa jabatan Eddy akan berakhir. Tongkat estafet kepemimpinan Kota Batu jatuh ke tangan istrinya, Dewanti Rumpoko. Dewanti, yang diusung PDIP seperti halnya sang suami, merupakan wali kota Batu terpilih.

Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso dinyatakan unggul dengan perolehan 51.754 suara atau 44,57 persen dari total suara sah. (*)

Baca juga berita lainnnya terkait OTT Wali Kota Batu di: BREAKING NEWS: Wali Kota Batu Eddy Rumpoko Dikabarkan Terjaring OTT KPK

#Edi Rumpoko #Eddy Rumpoko #Ott Kpk #Wali Kota Batu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menhut Raja Juli Baru Lapor Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing Setelah OTT KPK
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan penolakan gratifikasi amplop Bupati Kuansing ke KPK setelah OTT. Kasus terkait suap jabatan dan pelepasan kawasan hutan.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Juli 2026
Menhut Raja Juli Baru Lapor Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing Setelah OTT KPK
Indonesia
OTT KPK Jerat 2 Bupati Beruntun, PDIP: Bukti Pencegahan Korupsi Masih Lemah
Anggota Komisi II DPR RI menyoroti perlunya pembenahan mentalitas aparatur negara.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
OTT KPK Jerat 2 Bupati Beruntun, PDIP: Bukti Pencegahan Korupsi Masih Lemah
Indonesia
Marak OTT Kepala Daerah, IM57+ Institute: Motif Tidak Hanya Perkaya Diri
Sebagai informasi, sepanjang Januari hingga awal Juli 2026, KPK telah melakukan OTT terhadap sembilan kepala daerah.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
Marak OTT Kepala Daerah, IM57+ Institute: Motif Tidak Hanya Perkaya Diri
Indonesia
Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing 17 Hari Sebelum OTT
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengembalikan amplop yang ditinggalkan Bupati Kuansing 17 hari sebelum OTT KPK. Proses pengembalian dilakukan resmi di Polres Kuansing dengan tanda terima bermeterai.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing 17 Hari Sebelum OTT
Indonesia
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah di OTT Bupati Langkat, Diduga Duit Suap Proyek
KPK menyita uang ratusan juta rupiah dalam OTT terhadap Bupati Langkat Syah Afandin. Uang diduga terkait suap proyek di Dinas Pendidikan dan Perkim. Tujuh orang diamankan, status masih terperiksa.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah di OTT Bupati Langkat, Diduga Duit Suap Proyek
Indonesia
Di Polres Medan Cuma Awalan, KPK Korek Habis Bupati Langkat Begitu Tiba di Jakarta
KPK membawa Bupati Langkat Syah Afandin ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan setelah OTT. Uang ratusan juta rupiah disita terkait dugaan suap proyek di Langkat.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Di Polres Medan Cuma Awalan, KPK Korek Habis Bupati Langkat Begitu Tiba di Jakarta
Indonesia
Ajudan Menhut Dapat Amplop Dari Bupati Kuantan Singingi, Ini Kata Menhut Raja Juli
Pada hari Jumat 12 Juni 2026 sekitar pukul 14.57, tepatnya 17 hari sebelum terjadi OTT, ajudan Menhut telah mengembalikan amplop putih kepada Bupati Kuansing yang dilengkapi foto dan tanda terima.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Ajudan Menhut Dapat Amplop Dari Bupati Kuantan Singingi, Ini Kata Menhut Raja Juli
Indonesia
KPK Tepis Isu Bupati Langkat Dicokok Saat Puncak Acara HUT APKASI
Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim, dicokok di rumah pribadinya di Medan, bukan saat menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
KPK Tepis Isu Bupati Langkat Dicokok Saat Puncak Acara HUT APKASI
Berita
Bupati Langkat Syah Afandin Terjaring OTT KPK, 7 Orang Ikut Diamankan
Bupati Langkat, Syah Afandin, terjaring OTT KPK. Dalam OTT tersebut, tujuh orang ikut diamankan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Bupati Langkat Syah Afandin Terjaring OTT KPK, 7 Orang Ikut Diamankan
Indonesia
KPK Ultimatum Bupati dan Sekda Kuansing Menyerahkan Diri usai OTT Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
KPK mengimbau Bupati Kuansing Suhardirman Amby dan Sekda Zulkarnain segera menyerahkan diri usai OTT dugaan suap jual beli jabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
KPK Ultimatum Bupati dan Sekda Kuansing Menyerahkan Diri usai OTT Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
Bagikan