Kuliner

Mengenal Sejarah Char Siu Sebagai Comfort Food Hong Kong

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 07 November 2021
Mengenal Sejarah Char Siu Sebagai Comfort Food Hong Kong

Char siu comfort food Hong Kong. (Foto: Instagram@honolulumag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

CHAR Siu jadi makanan paling dicintai di antara semua jenis daging panggang di Tiongkok. Daging dipanggang dengan rasa manis gurih tersebut telah menjadi simbol comfort food dalam masakan Kanton. Artinya, Char Siu jauh lebih dari sekadar menu daging panggang saja.

Istilah char siu muncul dalam buku resep kerajaan lebih dari 3 ribu tahun lalu di dinasti Zhou. Buku resep tersebut menampilkan banyak resep panggangan atau barbekyu. Karakter makanan Tiongkok memang mirip dengan hal tersebut, seperti daging sate babi, tetapi seiring berjalannya waktu, resep berevolusi untuk memperbaiki bumbu, dan pemilihan bagian berlemak pada daging.

Baca Juga:

Cabai Hiyung, Cabe Terpedas di Indonesia

Mengutip dari SCMP, menu makanan ini berubah dari awalnya ditusuk serupa sate menjadi char berarti garpu, disebabkan evolusi kanton di provinsi selatan ketika Char Siu menjadi menu daging panggang paling menonjol. Saat ini, Char Siu tersedia pelosok Hong Kong, dari makanan cepat saji hingga restoran berbintang Michelin seperti Tin Lung Heen dari Ritz Carlton.

Chat Siu
Char siu adalah daging babi panggang manis gurih (Foto Instagram@elizabethonfood)

Menex Cheung, koki eksekutif dan chef de cuisine dari China Tang Landmark, mengakui Char Siu adalah comfort food klasik Hong Kong.

"Menurut pendapat saya, Char Siu di Hong Kong adalah budaya unik. Kamu bisa menikmati hidangan ini dari restoran Tiongkok berkelas atau warung makan di pasar," jelasnya. Keunikannya terletak pada proporsi lemak dan daging tanpa lemak seperti 1:1, 3:7 atau semua bagian berlemak.

"Kami mencoba hal terbaik untuk mempertahankan rasio lemak dan daging 3:7 karena kami menganggap ini sebagai rasio emas untuk Char Siu," kata James Ng seorang pemilik restoran generasi ketiga kemudian mengkhususkan diri dalam menu daging panggang.

Baca Juga:

Gudeg Manggar dan Lemper Sanden Ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda

Salah satu pendiri Goose Manor, keluarga James telah mengoperasikan restoran angsa panggang terkenal bernama Yue Kee, di Sham Tseng, sejak zaman kakeknya dan menjadi salah satu paling populer.

"Kami menggunakan potongan daging babi Tiongkok dan memiliki pemasok sangat stabil dalam memberikan produk konsisten dengan distribusi lemak tepat," katanya.

Char Siu
Beberapa chef memberikan ide menikmati Char siu yang berbeda-beda (Foto Instagram@sikfeinei)

Bahan-bahan khas dalam bumbu Char Siu adalah kecap, saus chu hou, saus tiram, bawang merah, bawang musim semi, jahe, dan gula. Proporsinya, tentu saja sesuai resep rahasia masing-masing koki, tetapi Lau mengatakan standar rasionya adalah mampu mencicipi rasa kedelai dalam daging.

Char siu Hong Kong memiliki rasa lebih manis. Chef Cheung menjelaskan Char Siu paling enak disajikan ketika baru dipanggang dengan semangkuk nasi panas dan percikan minyak dari dagingnya. Kamu juga dapat menambahkan telur mata sapi setengah matang. Namun, telur itu juga bisa menenggelamkan rasa Char Siu. (Tel)

Baca Juga:

Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021

#Kuliner #Kuliner B2 #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Bagikan