Kesehatan

Mengenal Proses Autofagi untuk Detoksifikasi

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 19 Juli 2022
Mengenal Proses Autofagi untuk Detoksifikasi

Autofagi bisa menurunkan berat badan. (Foto: Unsplash/Pablo Merchan Montes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU mungkin masih asing dengan istilah autofagi yang merupakan mekanisme alami tubuh dan diketahui dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Mekanisme ini meningkatkan kemampuan sel tubuh untuk melawan racun penyebab penyakit dan menjaga organ tubuh tetap berfungsi baik.

Mengutip laman Alodokter, autofagi adalah proses alami tubuh untuk membuang sel-sel yang rusak dan tidak berfungsi, sekaligus menggantinya dengan sel-sel baru yang sehat.

Triliunan sel yang ada dalam tubuh, tentu dapat rusak dan mengalami penurunan fungsi seiring berjalannya waktu. Pemicunya beragam, mulai dari usia hingga kondisi kesehatan tertentu.

Jika sel-sel tersebut dibiarkan tumbuh dan berkembang, maka akan menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk meningkatnya risiko terkena kanker. Oleh karena itu, peran autofagi diperlukan. Autofagi diibaratkan seperti tombol reset atau detoks tubuh yang akan meregenerasi sel-sel tubuh.

Baca juga:

Akhir Pekan, Saatnya Detoks Tubuh dengan Buah

 Yuk Coba Autofagi untuk Detoks Tubuh
Lakukan olahraga secara rutin. (Foto: Unsplash/Gabin Vallet)

Autofagi bisa dilakukan secara alami, tetapi ada sejumlah faktor yang diketahui dapat mempercepat prosesnya. Salah satu yang paling efektif adalah puasa, termasuk metode diet puasa intermiten.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama berjam-jam dan membuat sel-sel tubuh menjadi 'kelaparan'. Di sinilah proses autofagi bekerja untuk menghancurkan sel yang sudah rusak dan menggantinya dengan yang baru.

Saat mengaktifkan mekanisme autofagi melalui puasa dan membuat tubuh berada pada fase ketosis, umumnya akan muncul beberapa gejala tertentu, seperti penurunan nafsu makan, munculnya bau keton (bau seperti buah atau bau logam), rasa lelah, dan penurunan berat badan.

Baca juga:

Makanan Sehat untuk Detoks Tubuh di Hari Minggu

 Yuk Coba Autofagi untuk Detoks Tubuh
Mengatur pola diet atau pola makan. (Foto: Unsplash/Louis Hansel)


Regenerasi sel berkat autofagi dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko terjadinya kanker, membantu meningkatkan fungsi otak dalam menginggat, membantu menurunkan berat badan, membantu meningkatkan kesehatan jantung, hingga meningkatkan proses pembentukan energi.

Namun untuk melakukan autofagi dengan metode puasa tidak anjurkan bagi kamu yang memiliki diabetes, berusia tua, perempuan sedang hamil, atau riwayat gangguan makan.

Oleh karena itu agar lebih sehat, hindari melakukan puasa tanpa terkendali hanya untuk memicu autofagi, tetapi terapkanlah cara sehat lain, misalnya dengan mengatur diet dan olahraga secara teratur.

Selain itu, disarankan juga untuk mengonsumsi makanan tertentu seperti kunyit, jahe, bawang putih, kayu manis, teh hijau, dan kopi. (and)

Baca juga:

Sayur dan Buah Ini Terkenal Ampuh Detoks Racun dalam Tubuh

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Bagikan