Mengenal Penyebab Pendarahan Otak yang Dialami Indra Bekti

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Desember 2022
Mengenal Penyebab Pendarahan Otak yang Dialami Indra Bekti

Indra Bekti dikabarkan mengalami pendarahan otak setelah ditemukan tak sadarkan diri di toilet. (Foto: Instagram/indrabekti)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMANDU acara dan penyiar radio Indra Bekti dikabarkan mengalami pendarahan otak setelah ditemukan tak sadarkan diri di toilet usai mengisi sebuah acara, Rabu (28/12). Indra Bekti langsung dilarikan ke rumah sakit dan diketahui menjalani dua kali operasi.

Guru Besar bidang kesehatan dan dokter ahli syaraf Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turuna, Sp.S (K), menjelaskan tentang pendarahan otak yang baru-baru ini dialami oleh sang presenter kenamaan tersebut.

Yuda menjelaskan bahwa pendarahan otak bisa terjadi karena dua hal yakni pipa pada otak tersumbat atau pipa tersebut pecah seperti yang dialami oleh presenter Indra Bekti.

“Secara umum otak kita kan tentu ada supply darah lewat pipa-pipa yang sumbernya dari jantung. Kemudian ada pipa yang disebut dengan pembuluh darah arteri yang menuju ke otak,” ungkap Yuda dilansir Antara, Jumat (30/12).

Baca juga:

Hipertensi Mengintai Hampir Semua Orang

Mengenal Penyebab Pendarahan Otak yang Dialami Indra Bekti
Pendarahan otak bisa terjadi karena dua hal. (Foto: freepik/rawpixels)

“Pipa-pipa ini tentu memperdarahi atau menyuplai oksigen, nutrisi ke semua daerah otak, baik otak bagian belakang, depan, tengah, di batang otak dan sebagainya. Cuma karena beberapa hal, supply ini bisa terganggu. Bisa karena dua hal. Satu karena pipanya tersumbat, jadi pipanya tetap utuh tapi dia tersumbat atau pipanya tidak tersumbat tetapi pipanya pecah,” lanjutnya.

Lebih dalam Yuda menjelaskan, pecahnya pipa tersebut juga bisa terjadi karena dua hal yakni pipa yang rapuh atau terjadi tekanan di luar batas yang menyebabkan pipa tersebut pecah.

“Sekarang yang dibahas yang pipanya pecah. Pipa pecah ini bisa dua hal. Bisa karena memang pipanya rapuh atau karena pipanya sebenarnya karena tekanan luar batas jadi lah pecah,” kata Yuda.

“Saya tidak tahu di kasus Indra Bekti, tapi sebelumnya kan diinformasikan kalau Indra Bekti mengalami tekanan darah tinggi. Itu faktor resiko pertama, jadi kalau tekanan yang sangat tinggi itu salah satunya kan hipertensi,” imbuhnya.

Indra Bekti dikabarkan mengalami pendarahan otak saat berada di kamar mandi. Menurut Yuda, kejadian ini memang cukup sering terjadi. Sebab, banyak faktor yang dapat terjadi seperti mengedan terlalu kuat atau bersin yang sangat kuat. Hal itulah yang menyebabkan tekanan darah dapat melonjak.

“Tadi saya sudah baca sekilas kejadiannya di kamar mandi. Saya nggak tahu ya, tapi memang sering terjadi di kamar mandi karena misalnya mengedan yang sangat kuat atau bersin yang sangat kuat yang tiba tiba tekanan darah meninggi sesaat,” ujar Yuda.

Baca juga:

Penyebab Pemulihan Hipertensi Terhambat

Mengenal Penyebab Pendarahan Otak yang Dialami Indra Bekti
Pendarahan otak membuat seseorang tak sadarkan diri. (Foto: pexels-anna-shvets)

“Tetapi pada dasarnya sebenarnya dia sudah ada hipertensi ya tekanan darah tinggi. Dan hipertensinya mungkin sudah lama juga sehingga sebenarnya pipa itu sudah mulai menipis atau menggelembung, karena kalau balon tekanannya kita tinggikan akan semakin menipis permukaannya sampai pada satu titik ia tidak tahan dan pecah,” tambahnya.

Apabila mengalami pendarahan otak karena pipa yang pecah, Yuda mengatakan darah yang keluar pun akan menekan struktur di sekitarnya. Jika menekan bagian otak, hal tersebutlah yang menyebabkan seseorang tak sadarkan diri.

“Pecahan ini tentu darah akan keluar dari pipa. Karena keluar dari pipa darah ini tentu akan menekan struktur di sekitarnya karena otak ini kan letaknya di dalam tengkorak yang keras, tidak mungkin lentur,” jelas Yuda. “Jadi kalau ada darah keluar dari situ akibatnya akan menekan otak yang mungkin menyebabkan kita tidak sadar,” tutupnya. (*)

Baca juga:

Secangkir Kopi Sehari Cukup untuk Orang dengan Hipertensi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan