Mengenal Kue Lapis Sarawak, Dessert Paling Rumit di Dunia

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Sabtu, 15 Agustus 2020
Mengenal Kue Lapis Sarawak, Dessert Paling Rumit di Dunia

Kue Lapis asal Malaysia dengan keragaman pola dan bahan membuatnya menjadi sajian paling rumit pembuatannya. (Foto: mykitchenconfidante)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEK Lapis Sarawak sempat viral lantaran keragaman motif dengan tampilan kaleidoskopiknya. Selain itu, kue lapis tersebut juga dikenal sangat rumit pembuatannya.

Kue tradisional Malaysia itu terinspirasi kue spit nan biasa dinikmati kolonial Belanda. Kek Lapis Sarawak lahir di negara bagian Sarawak, Malaysia, sekitar tahun 1970-an.

Baca juga:

5 Kuliner Indonesia yang Bikin Turis Asing Ketagihan

Pada dasarnya Lapis Serawak merupakan versi jauh lebih kompleks dari Kue Lapis Betawi berlapis. Bagian luar kuenya berwarna krem atau cokelat menutupi kerumitan warna dan motif di bagian dalamnya.

Saat mengirisnya kamu bak menemulan salah satu harta karun mengungkapkan kaleidoskop warna dan bentuk geometris.

Kue lapis
Ragam motif dan warna memikat membuat Kue Lapis Malaysia kian mempesona. (Foto: mykitchenconfidante)

Membuat Kue Lapis Sarawak bisa memakan waktu antara empat hingga delapan jam, tergantung pada kerumitan desain dan keahlian pembuatnya.

Proses yang panjang dimulai dengan memanggang lapisan lembut dan menggembung di dalam loyang. Lapisan adonan berwarna ditambahkan secara bertahap, dengan setiap lapisan menghabiskan waktu sekitar 10 menit di dalam oven.

Baca juga:

Bebek Timbungan Menu Bali Paling Tradisional

Namun, memanggang bagian warna-warni hanyalah setengah dari kesulitan. Trik sebenarnya membuat Kue Lapis Sarawak saat memotong lapisan dan menyusunnya kembali dalam pola rumit direkatkan dengan selai atau susu kental sebagai lem.

Membuat Lapis Serawak pasti akan membuat sakit kepala para pemula, sebab bagian menyusun pola dari lapisan potongan kue tersebut harus penuh ketelatenan.

Kue Lapis
Tiap kue memiliki motif khas. (Foto: mykitchenconfidante)

Akibat satu kesalahan saja, dapat merusak desain sepenuhnya, sehingga kamu tidak memiliki apa pun untuk ditampilkan setelah berjam-jam bekerja keras di dapur.

“Bagi saya, itu mudah, tapi untuk pemula saya rasa tidak bisa memahaminya dengan cepat, itu sangat membingungkan" tutur Jennifer Chen Sarawak, yang telqh membuat kue lapis sarawak sejak 1980-an, seperti dilansir dari laman Odditycentral.

Meski telah berpengalaman, Chen tak menampik jika pembuatan kue masih sangat membingungkan. Terkadang Chen menggambar diagram di atas kertas ketika merencanakan desain kuenya, tapi dalam pengaplikasiannya bisa menjadi buruk.

Kue Lapis
Motif permainan garis menjadi kekhasan Kue Lapis Malaysia. (Foto: mykitchenconfidante)

Meski begitu, dengan pengalaman dan latihan terus-menerus Chen mampu membuat Kue Lapis Serawak dengan sempurna.

Kue Lapis Sarawak dianggap sebagai salah satu kue paling sulit dibuat. Hal itu menjadikan tantangan bagi para pembuatnya, bahkan bagi pembuat roti berpengalaman. Kue tersebut juga merupakan makanan penutup yang relatif mahal di Malaysia, dengan harga USD60 atau sekitar Rp900 ribu per kue. (Ryn)

Baca juga:

5 Tempat Kuliner Khas Bali Ini Bikin Kamu Susah Move On dari Kelezatannya

#Kue #Kuliner #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Bagikan