Kesehatan Mental

Mengenal Kondisi Maladaptive Daydreaming

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 23 September 2021
Mengenal Kondisi Maladaptive Daydreaming

Waspada, maladaptive daydreaming bisa membuat seseorang menjadi antisosial. (Foto: Pixabay/Aruns212)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang belum mengetahui apa itu maladaptive daydreaming. Bahkan ada begitu banyak yang mengidap gangguan mental tersebut yang tidak menyadarinya sampai hasil diagnosa yang valid dari psikolog atau psikiater.

Maladaptive daydreaming seringkali dikira seperti skizofrenia karena sama-sama berkhayal tentang sesuatu yang tidak ada di kehidupan nyata. Namun, keduanya memiliki gejala yang cukup berbeda.

Jika penyakit skizofrenia membuat penderitanya seolah memiliki teman khayalan dan seolah berbicara dengannya seperti berbicara dengan orang di dunia nyata. Sementara maladaptive daydreaming bisa melakukan hal tersebut di pikirannya saja.

Baca juga:

Apa itu Crab Mentality dan Seperti Apa Ciri-cirinya?

Tetapi menurut laman healthline, sesekali pengidap maladaptive daydreaming juga bisa 'kelepasan' dan berbicara sendiri seperti skizofrenia. Yuk kenali ciri-cirinya.

1. Sering melamun

Mengenal Kondisi Maladaptive Daydreaming
Membuat skenario di dalam pikirannya. (Foto: Pixabay/Waldkunst)

Pengidap gangguan maladaptive daydreaming biasa membuat skenario-skenario di dalam pikirannya. Skenario ini dibentuk sesuai keinginannya sendiri.

Mereka akan menjadi sutradara di dalam ceritanya yang cukup panjang sehingga sering melamun dalam waktu yang cukup lama. Salah satu gejala utama dari maladaptive daydreaming adalah pengidapnya bisa beberapa kali melamun dalam satu hari.

2. Menolak kehidupan nyata

Mengenal Kondisi Maladaptive Daydreaming
Hanya ingin hidup di khayalannya saja. (Foto: Pixabay/darksouls1)

Karena sering melamun dan membangun skenario sendiri, seorang pengidap tak ingin ada di kehidupan nyata. Mereka merasa skenario yang diciptakan di dalam pikirannya sendiri jauh lebih indah dan membuatnya bahagia. Itu lah kenapa para penderita maladaptive daydreaming cenderung anti sosial dan tidak mau keluar dari zona nyaman.

Baca juga:

Gangguan Mental pada Beberapa Zodiak

3. Bicara sendiri

Mengenal Kondisi Maladaptive Daydreaming
Terlalu larut di dalam khayalannya sendiri. (Foto: Pixabay/RyanMcGuire)

Jika sudah terlalu larut di dalam lamunannya sendiri alias terlalu mendalami peran di dalam skenario pikiran, pengidap maladaptive daydreaming bisa sesekali kelepasan dan terlihat seperti berbicara sendiri.

Namun, ketika sudah menyadari dirinya bicara sendiri, mereka pun kembali diam dan melihat keadaan sekitar untuk mencari tahu apakah ada seseorang yang memergoki dirinya.

4. Menarik diri dari pertemanan

Mengenal Kondisi Maladaptive Daydreaming
Tidak ingin berteman dengan siapa-siapa. (Foto: Pixabay)

Akibat dari menolak kehidupan nyata, mereka juga enggan tuh memiliki teman yang nyata. Dari skenario yang dibangun olehnya, tercipta juga pemeran-pemeran yang menjadi temannya. Pengidap maladaptive daydreaming lebih memilih berteman dan berinteraksi dengan teman khayalan yang hanya ada di pikirannya sendiri. (Mar)

Baca juga:

Tips Ampuh Agar Mental Tetap Sehat di Masa Pandemi

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan