Kuliner

Ram Kand Mool, Camilan Misterius dari India

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Sabtu, 21 Agustus 2021
Ram Kand Mool, Camilan Misterius dari India

Banyak ahli yang berusaha meneliti tentang bahan yang digunakan untuk camilan ram kand mool (Foto: facebook/subramanian subramanian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JAJANAN berbahan umbi berbentuk drum yang dijual sebagai camilan lezat menjadi favorit di sudut-sudut jalan India selama beberapa dekade terakhir.

Namun anehnya, camilan tersebut masih menjadi misteri bagi sejumlah ilmuwan. Hal itu disebabkan tidak ada yang tahu camilan tersebut diproduksi dari tanaman apa.

Baca Juga:

Kontrol Asupan Gula dengan Mengatur Jadwal Makan Camilan

Seorang ahli botani India tertarik pada ram kand mool sejak 1980-an, setelah mencoba dan gagal menemukan asal-usul camilan yang hampir setipis kertas, hasil potongan dari umbi kemerahan raksasa yang dijual pedagang kaki lima.

Namun, tidak satu pun dari pedagang yang mengungkapkan tanaman apa yang menjadi bahan camilan tersebut. Para pedagang bahkan memberi jawaban berbeda-beda. Ada pedagang yang mengklaim itu akar, sedangkan pedagang lainnya menyebut itu batang tanaman.

Banyak spekulasi tentang camilan ram kand mool (foto: nomadic traveller)

Sebagian besar dari mereka menolak untuk menjawab, mengklaim bahwa mereka membeli umbi dari pihak ketiga dan tidak tahu sumbernya. Fakta anehnya, penelitian juga belum mendapat jawaban yang jelas atas pertanyaan para ahli botani.

Ram kand mool kerap diiklankan sebagai satu-satunya sumber makanan Rama ketika dia diasingkan ke hutan bersama sang istri, Sita, dan saudara laki-lakinya, Laksmana. Pedagang mengklaim camilan itu bisa mendinginkanmu selama musim panas, memuaskan rasa lapar dan haus, serta bisa menjadi obat pereda segala macam penyakit.

Camilan ini disajikan dengan segala macam bumbu. Dari cabai, garam, jeruk nipis, dan gula. Ram kand mool dipotong dan disajikan dengan irisan sangat tipis dari umbi-umbian yang beratnya mencapai 300 kilogram.


Seorang jurnalis dan blogger makanan India, Bartha Kumari, mengulas misteri ram kand mool. Dia memulai dengan bertanya pada ahli botani untuk mengungkap sumbernya hingga saat ini.

Penelitian itu mulai menemui titik terang pada 1994, ketika ahli etnobotani bernama Dr Koppula Hemadri mulai berkeliling India. Ia akhirnya memecahkan misteri ram kand mool.

Pencarian peneliti tersebut berakhir dengan agave. Meski begitu, dia sendiri mengakui bahwa tidak menemukan bukti yang tidak terbantahkan bahwa jawaban itu merupakan jawaban yang benar.

Baca Juga:

Sejarah Singkat Popcorn yang Menjadi Camilan 'Wajib' di Bioskop

Pada waktu penelitian yang hampir bersamaan dengan Hemadri, ahli botani Dr. Ali Moulali mencoba membayar pedagang ram kand mool untuk mengungkapkan sumber makanan ringan tersebut.

Setelah sempat ragu untuk mengungkapnya, akhirnya pedang itu mengatakan bahwa ram kand mool berasal dari kitta nara, nama yang digunakan untuk menggambarkan serat agave. Menariknya, pedangang itu mengatakan ram kand mool bukan akarnya, melainkan sesuatu yang tumbuh di atas tanah.

Hingga akhirnya pada 2010, sebuah terobosan nyata ahli botani untuk memecahkan ram kand mool. Itu terjadi ketika tim peneliti melakukan tes DNA pada sepotong umbi yang mengungkap itu cocok dengan DNA agave sebesar 89 persen.

Selain itu, bukti lainnya juga menunjukkan umbi tersebut merujuk pada agave. Kabarnya, agave mengandung banyak alkaloid, yang bisa beracun dalam jumlah besar. Mungkin karena itulah para pedangang menjualnya dalam irisan yang sangat tipis.

Di 2011, diketahui bahwa ram kand mool berasal dari agave Sisalana, satu dari beberapa spesies agave. Setelah diteliti dan dipotong daunnya, batang besar mirip dengan umbi putih yang dijual pedagang kaki lima.

Hasil penelitian itu diterbitkan pada jurnal Current Science pada 2011. Itu bukan akhir dari kisah camilan misterius tersebut. Ada beberapa spesies agave.

Beberapa spesies dinilai sangat mirip satu sama lain. Para ilmuwan tidak bisa mengetahui dengan pasti apa sumber jajanan pinggir jalan yang populer itu. Bisa jadi Sislana, Ameriana atau spesies asing lainnya.

"Kami tidak dapat menyimpulkan sampai vendor menunjukkan pabrik kepada kami. Mereka merahasiakan ini sebagai rahasia bisnis untuk menciptakan rasa ingin tahu di sekitarnya," tutur Dr Vinod B Shimpale, rekan penulis studi tersebut, seperti dikutip Odditycentral.

Sejumlah ilmuwan tidak yakin bahwa umbi yang menjadi bahan ram kand mool berasal dari tanaman agave. Salah satunya ialah Dr Chenna Kesava Reddy Sangati.

Menurut Sangati, ram kand mool tidak dibuat dari agave, tapi sumber makanan ringan yang diduga sangat manis, berserat, dan kulitnya susah digigit.

Makanan ringan itu memang memiliki rasa yang lebih halus, lebih lembut untuk digigit, dan tidak terlalu manis.

Kabarnya, merahasiakan sumber ram kand mool merupakan karakteristik utama bisnis. Pejabat kehutanan di Maharashtra sudah berupaya mencoba memata-matai vendor, tapi sayangnya tidak berhasil. Pejabat setempat bahkan mencoba membeli produk dalam jumlah besar, tapi tidak pernah diterima.(Ryn)

Baca Juga:

Simak Nih! Camilan Sehat Untuk Dinikmati di Tempat Kerja

#Kuliner #Camilan #Berita Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Dunia
Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Orang tersebut, yang tidak disebutkan namanya, akhirnya didenda 50.000 kroner (sekitar Rp 93,5 juta) atas insiden tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
 Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Bagikan