Parenting

Mengenal AHA dan DHA, Asupan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Desember 2019
Mengenal AHA dan DHA, Asupan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Anak perlu asupan AHA dan DHA cukup untuk perkembangan otak. (Foto: Pixabay/ambroo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGIAN orangtua mungkin belum memahami seperti apa asupan gizi yang dibutuhkan anak kecil. Biasanya orangtua hanya mementingkan nafsu makan anak saja. Gemuk dianggap sehat. Padahal anak yang gemuk belum tentu terpenuhi gizinya. Jika dibiarkan hanya akan memicu penyakit kronis sejak dini seperti obesitas.

Arachidonic Acid (AHA), dan Docosehaxaenoic (DHA) merupakan asam lemak tak jenuh yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel otak. Selain itu AHA dan DHA juga berperan dalam perkembangan jaringan saraf serta sel imun pada bayi. Biasanya AHA dan DHA mudah didapatkan melalui susu formula khusus usia bayi sampai balita. Tetapi kamu juga bisa mendapatkan kandungan tersebut di dalam ikan, kacang, gandum, sayur, dan yoghurt.

Baca juga:

Selain Makanan, Perhatikan Hal ini Supaya si Kecil Mendapatkan Gizi Seimbang

Melansir dari laman todaysdietitian.com, anak kecil membutuhkan AHA dan DHA untuk perkembangan otaknya terutama pada usia di bawah 12 tahun. Kecerdasan otak bisa ditentukan dari makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Anak akan tumbuh menjadi sosok pintar dan berpretasi baik dalam segi akademik maupun kreativitas. Simak ulasan berikut untuk mengetahui alasan AHA dan DHA dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak.

1. IQ

Mengenal AHA dan DHA, Asupan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
AHA dan DHA meningkatkan kualitas otak. (Foto: Pixabay/klimkin)

AHA dan DHA terbukti mampu meningkatkan kualitas otak anak. Mulai sekarang kamu wajib memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh anak setiap hari. Jangan sampai tubuh anak kekurangan kandungan DHA karena kandungan tersebut saling berkaitan dengan tingkat IQ seorang anak.

Baca juga:

Membawa Bekal ke Sekolah Bikin Anak lebih Fokus Belajar

2. Daya Tahan Tubuh

Mengenal AHA dan DHA, Asupan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Daya tahan tubuh anak terjaga. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ternyata AHA dan DHA tidak hanya dibutuhkan oleh tubuh sebagai penunjang perkembangan otak. AHA dan DHA juga dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas sehingga daya tahan tubuh senantiasa terjaga.

Kabar baiknya, tak hanya anak kecil saja yang boleh mengkonsumsi AHA dan DHA untuk menjaga kesehatan karena orangtua juga bisa. AHA dan DHA bisa ditemukan pada makanan seperti kacang, telur, dan daging.

3. Terhindar dari Depresi

Mengenal AHA dan DHA, Asupan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
AHA dan DHA mencegah anak mengalami depresi. (Foto: Pixabay/Greyerbaby)

Kondisi fisik anak harus selalu diperhatikan. Jika sering sakit, tentunya mereka akan merasa tidak nyaman. Akibatnya anak akan semakin sering mengalami tantrum di tempat umum. Cukupi asupan AHA dan DHA untuk anak agar daya tahan tubuhnya berkembang secara optimal. Jika hal tersebut terpenuhi, depresi pun enggan untuk mampir ke dalam pikiran dan tubuh. (mar)

Baca juga:

Menkes Baru Ditugasi Cegah Stunting, Apa Itu?

#Anak #Parenting #Pertumbuhan Anak #Tumbuh Kembang Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan