Mengenal Aditya Moha, Politikus Golkar yang Terciduk OTT KPK

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 07 Oktober 2017
Mengenal Aditya Moha, Politikus Golkar yang Terciduk OTT KPK

Aditya Moha. (dpr.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) politisi muda Golkar Aditya Anugrah Moha. Moha diciduk KPK bersama seorang hakim dan anggota DPRD Kota Manado di Jakarta, Jumat (6/10) tengah malam.

Siapakah Aditya Moha yang saat ini duduk di Komisi XI DPR ini? Ia terpilih kembali sebagai angota DPR setelah sebelumnya terpilih untuk periode 2009-2014

Moha lahir di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, 21 Januari 1982. Umurnya berarti saat ini baru 35 tahun.

Aditya Moha merupakan lulusan Kedokteran Universitas Samratulangi, Kota Manado. Sementara SD hingga SLTA ia habiskan di kota kelahirnya.

Aditya Moha adalah putra mantan Bupati Bolaang Mongondow, Marliha Moha (2001-2011). Ia disebut-sebut sebagai politis muda yang cemerlang. Bakat politiknya telah muncul sejak sangat muda diturunkan dari sang ayah.

Aditya Moha sudah terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dalam usia 22 tahun. Ia juga aktif dalam banyak organisasi, di antaranya KNPI.

Sebelum saat ini terpilih menjadi anggota DPR, Aditya Moha pada 2011 mencalonkan diri menjadi Bupati Bolaang Mongondow dari Golkar dan Demokrat. Namun, ia kalah olah Salihi Mokodongan.

Kabar mengejutkan tentang Aditya datang di Jumat malam, Aditya ditangkap bersama penegak hukum di Jakarta. KPK menyebut OTT terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: KPK OTT Hakim dan Anggota DPRD Kota Manado

#Operasi Tangkap Tangan #Anggota DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gelar OTT, KPK Tangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman
Ketua KPK Setyo Budiyanto menutup rapat konstruksi perkara dan barang bukti yang disita dalam OTT terhadap pejabat Unsoed tersebut.
Frengky Aruan - 2 jam, 36 menit lalu
Gelar OTT, KPK Tangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman
Indonesia
KPK Bantah Isu OTT Bogor, Hanya Minta Keterangan Sejumlah Pihak
KPK menegaskan tidak ada OTT di Kabupaten Bogor terkait beredarnya isu 6 orang terjaring operasi senyap.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
KPK Bantah Isu OTT Bogor, Hanya Minta Keterangan Sejumlah Pihak
Indonesia
Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Terus Bertambah, Komisi II DPR Bakal Ubah Remunerasi
Korupsi di daerah sudah berada pada level darurat sehingga para pemangku kepentingan harus mencari jalan keluar yang mendasar dan menyeluruh.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Terus Bertambah, Komisi II DPR Bakal Ubah Remunerasi
Indonesia
OTT KPK Jerat 2 Bupati Beruntun, PDIP: Bukti Pencegahan Korupsi Masih Lemah
Anggota Komisi II DPR RI menyoroti perlunya pembenahan mentalitas aparatur negara.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
OTT KPK Jerat 2 Bupati Beruntun, PDIP: Bukti Pencegahan Korupsi Masih Lemah
Indonesia
Gelar OTT, KPK Tangkap Kepala Imigrasi Jakarta Barat
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Imigrasi Jakarta Barat (Jakbar), Rabu (3/6).
Frengky Aruan - Rabu, 03 Juni 2026
Gelar OTT, KPK Tangkap Kepala Imigrasi Jakarta Barat
Indonesia
Anggota DPR Gus Hilman Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Dikabarkan Sudah Lewati Masa Kritis
Anggota DPR RI, Gus Hilman, sudah melewati masa kritis usai mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Anggota DPR Gus Hilman Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Dikabarkan Sudah Lewati Masa Kritis
Indonesia
Diperiksa MKD, Aboe Bakar Minta Maaf soal Pernyataan Ulama dan Ponpes Madura
Aboe Bakar Al-Habsyi meminta maaf usai dipanggil MKD DPR terkait pernyataannya soal ulama dan pesantren Madura yang menuai polemik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Diperiksa MKD, Aboe Bakar Minta Maaf soal Pernyataan Ulama dan Ponpes Madura
Indonesia
Ditangkap KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Punya Harta Rp 86,7 Miliar
Fadia terakhir menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada 29 Maret 2024.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Ditangkap KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Punya Harta Rp 86,7 Miliar
Indonesia
KPK Gelandang Bupati Pekalongan ke Jakarta
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq akan menjalani pemeriksaan intensif setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
KPK Gelandang Bupati Pekalongan ke Jakarta
Indonesia
Gelar OTT, KPK Tangkap Bupati Pekalongan
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan sejumlah pihak itu ditangkap lantaran diduga terlibat kasus korupsi.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
Gelar OTT, KPK Tangkap Bupati Pekalongan
Bagikan