Menengok Kemunculan Tradisi Belanja 'Online' di Dunia

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Minggu, 11 November 2018
Menengok Kemunculan Tradisi Belanja 'Online' di Dunia

Komputer zaman dulu. (Pixalbay/Andreas160578)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TRADISI belanja online di dunia setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini tak lepas dari jaminan keamanan dan kenyamanan transaksi pihak-pihak E-Commerce atau toko online kepada para pelanggan.

Selain itu, persaingan harga antar-toko online seolah menjadi magnet tersendiri bagi para pelanggan untuk berpindah dari belanja secara konvensional menjadi memilih belanja secara daring.

Namun tahukah sahabat MP tentang sejarah toko online perintis di dunia?

Gambar orang berbelanja online dari handphone. (Pixalbay/PhotoMix-Company)
Gambar orang berbelanja online dari handphone. (Pixalbay/PhotoMix-Company)

Sejarah belanja online pertama kali muncul di Inggris. Michael Aldrich adalah tokoh di balik kehadiran jual-beli online. Ia disebut sebagai bapak pelopor toko online di dunia.

Pada tahun 1979, Aldrich menemukan sistem belanja secara online dengan menghubungkan TV domestik yang dimodifikasi ke komputer untuk pemrosesan transaksi secara real-time melalui saluran telepon domestik. Penemuan sistem seperti ini merupakan terobosan baru, setelah penemuan telepon dan penggunaannya sebagai sarana jual-beli.

"Dasar intelektual untuk sistemnya adalah pandangannya bahwa videotex, teknologi TV domestik yang dimodifikasi antarmuka manusia dan komputer dengan menu yang sangat sederhana, adalah media komunikasi partisipatif yang baru dan dapat diterapkan secara universal," dikutip dari Videotex Communications, Collected Papers Aldrich Archive, University of Brighton, Desember 1982.

Setahun setelah penemuannya, tepatnya pada Maret 1980, Aldrich meluncurkan Redifon's Office Revolution. Sistem informasi komputer perusahaan tersebut masih bertahan sampai sekarang.

Dua orang sedang minum sembari berbelanja online. (Pixalbay/Raupixel)
Dua orang sedang minum sembari berbelanja online. (Pixalbay/Raupixel)

"Melalui sistem ini, konsumen, pelanggan, agen, distributor, pemasok, dan perusahaan jasa akan terhubung secara online ke sistem perusahaan dan bisnis akan ditransaksikan secara elektronik secara real-time," tulisnya dalam "TV paves the way for Information Brokerage", Minicomputer News, 12 London, Mei 1980.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1990-an, ide-ide tersebut berkembang pesat hingga berhasil masuk ke dalam strategi Business Process Reengineering. Konsepnya, tentang teknologi informasi sebagai media komunikasi massa pendorong bagi industri IT kontemporer.

Pengertian Aldrich tentang media komunikasi massa baru sebagai 'partisipatif' (interaktif, banyak-ke-banyak). Pada dasarnya berbeda dengan definisi tradisional komunikasi massa dan media massa dengan pendahulu jejaring sosial di Internet 25 tahun kemudian.

Dua tahun setelah masuk ke dalam strategi bisnis, tepatnya pada 1992, Charles Stack membuat toko buku daring pertamanya, bernama Book Stacks Unlimited dan berkembang menjadi Books.com.

Kesuksesan Charles Stack dalam mengelola toko buku onlinenya kemudian diikuti Jeff Bezos dalam membuat situs web Amazon.com dua tahun kemudian. Begitu juga dengan perusahaan Pizza Hut. Mereka juga menggunakan media belanja online untuk memperkenalkan pembukaan toko pizza online.

Di tahun serupa, saat Amazon.com publish sebagai E-Commerce, Netscape memperkenalkan SSL encryption of data transferred online. Pengenalan SSL dianggap penting karena belanja online sangat rentan pembobolan. SSL hadir agar pengguna, baik penjual maupun pembeli, aman bertransaksi.

Setelah pengenalan SSL, banyak para investor tertarik untuk membangun toko online. Misalnya, pada 1996 eBay sebagai situs belanja online lahir dan kemudian berkembang menjadi salah satu situs transaksi online terbesar hingga saat ini.

Setelah kemunculan eBay, lahirlah toko-toko online lain di seluruh dunia untuk memasarkan produk dengan entitas nan berbeda-beda. (Zai)

Baca Juga: Kisah Masuknya Budaya Belanja 'Online' ke Indonesia

#Belanja Online #Hari Belanja Online Nasional #Toko Online
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Kemendag Tegur Shopee terkait Keluhan Konsumen, Banyak Barang tak Sesuai Pesanan
Kementerian Perdagangan memanggil Shopee, terkait banyaknya aduan konsumen. Shopee pun angkat bicara.
Soffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
Kemendag Tegur Shopee terkait Keluhan Konsumen, Banyak Barang tak Sesuai Pesanan
Indonesia
Tren Belanja Online Saat Ramdan Terjadi di Jam 3 Pagi dan 7 Malam
Antusiasme masyarakat cukup tinggi mempersiapkan diri menyambut bulan puasa di antaranya belanja kebutuhan pokok untuk memasak, peralatan dapur, sampai barang elektronik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Tren Belanja Online Saat Ramdan Terjadi di Jam 3 Pagi dan 7 Malam
Indonesia
Ribuan Penipuan Kepabeanan Mayoritas Belanja Online, Modusnya Nyamar Jadi Petugas Bea Cukai
Modus penipuan kepabeanan memanfaatkan celah psikologis, mulai dari intimidasi paket tertahan, denda mendadak, hingga penyamaran sebagai petugas resmi.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Desember 2025
Ribuan Penipuan Kepabeanan Mayoritas Belanja Online, Modusnya Nyamar Jadi Petugas Bea Cukai
Indonesia
Warga Didesak Jajan, Target Program Diskon Belanja Nasional di Akhir Tahun Rp 120 Triliun
Airlangga menyampaikan bahwa fokus utama Harbolnas kali ini adalah pemberdayaan produk lokal.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Desember 2025
Warga Didesak Jajan, Target Program Diskon Belanja Nasional di Akhir Tahun Rp 120 Triliun
Lifestyle
Belanja Cepat, Kebiasaan Baru Kaum Urban
Sejalan dengan urbanisasi, gaya hidup serbacepat, serta perkembangan infrastruktur logistik di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 19 September 2025
  Belanja Cepat, Kebiasaan Baru Kaum Urban
Indonesia
Transaksi Harbolnas 2025 Ditarget Tembus Rp 35 Triliun, Pemerintah Janjikan Diskon Besar-besaran
Pemerintah menyiapkan strategi diskon besar untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Harbolnas 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 September 2025
Transaksi Harbolnas 2025 Ditarget Tembus Rp 35 Triliun, Pemerintah Janjikan Diskon Besar-besaran
Indonesia
IdEA Beri Peringatan Keras Soal Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' yang Bikin Transaksi Turun Drastis
Penurunan rata-rata belanja bulanan ini, yang berkisar 13 persen dari Rp543.000 menjadi Rp470.000, mencerminkan fenomena konsumen yang semakin selektif dan berhati-hati
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Agustus 2025
IdEA Beri Peringatan Keras Soal Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' yang Bikin Transaksi Turun Drastis
Indonesia
Menko Airlangga Bantah Penurunan Daya Beli, Klaim Belanja Online Terus Naik
Airlangga tidak menyebutkan berapa transaksi yang tercatat pada triwulan I dan triwulan II tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Agustus 2025
Menko Airlangga Bantah Penurunan Daya Beli, Klaim Belanja Online Terus Naik
Infografis
Semua Dipajakin! Sri Mulyani Resmi Pungut Pajak dari Toko Online
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberlakukan aturan pajak baru untuk pedagang toko online melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025, yang mulai efektif per 14 Juli 2025. Kebijakan ini menetapkan penyelenggara e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan Blibli akan bertindak sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Bukan hanya platform dalam negeri, operator e-commerce asing yang menggunakan escrow account untuk transaksi di Indonesia juga akan dikenakan kewajiban yang sama
Wiwit Purnama Sari - Rabu, 16 Juli 2025
Semua Dipajakin! Sri Mulyani Resmi Pungut Pajak dari Toko Online
Fashion
Marketplace Fashion Spill Tren Warna Sepatu Olahraga untuk Tahun 2025
2025 akan banyak sepatu olahraga dengan warna yang berkesan glow alias berbinar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Desember 2024
Marketplace Fashion Spill Tren Warna Sepatu Olahraga untuk Tahun 2025
Bagikan