Menelusuri Kawasan Nol Kilometer Malioboro

Ana AmaliaAna Amalia - Senin, 09 Mei 2016
Menelusuri Kawasan Nol Kilometer Malioboro

Aktivitas wisatawan di Titik Nol Kilometer Malioboro, Kota Yogyakarta, Minggu (8/5). Sebagian besar wisatawan memilih foto-foto di beberapa tempat. (Foto: MerahPutih/Fredy Wansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Wisata - Antara Malioboro dan Alun-alun Utara terdapat perempatan. Di perempatan tersebut berdiri bangunan-bangunan bersejarah yang kini digunakan sebagai kantor Pos Indonesia dan Bank Negara Indnesia (BNI). Di seberangnya, setapak kawasan trotoar. Tempat ini biasa dijadikan tempat bersantai bagi wisatawan.

Bukan sekadar wisatawan nusantara, melainkan juga wisatawan mancanegara. Tempat setapak ini tak ubahnya taman kota di kota-kota besar di Eropa. Penuh akan hiburan jalanan. Mulai dari musik, tari, hingga seni instalasi. Ada pula mereka yang memoles dirinya seumpama tokoh-tokoh kartun atau tokoh film anak-anak.

Begitu kehidupan kawasan yang biasa disebut Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta. Kawasan ini saksi sejarah perkembangan Kota Yogyakarta. Bukan semata saksi bisu, melainkan juga saksi eksotisme kehidupan Kota Yogyakarta. Di sinilah sumbu titik patokan jarak Kota Yogyakarta ke daerah lainnya. Di sekitar kawasan ini pula kehidupan ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta berdenyut.

Di salah satu sisi Nol Kilometer ialah jalur pusat perbelanjaan wisatawan. Terselip pula sebuah pasar tradisional yang telah berdiri sejak zaman Sri Sultan II, yakni Pasar Beringharjo. Wisatawan mengunjungi pasar ini bila hendak berbelanja batik dengan harga murah meriah.
Di sisi lainnya, sisi Barat, tepatnya di Jalan Kyai Ahmad Dahlan, selain sebagai sentra pendidikan agama, di sini berdiri industri oleh-oleh, bakpia pathuk.Nama jalan tersebut menunjukkan bahwa tingginya aktivitas pengikut ajaran "Sang Pencerah" itu.

Sementara di sisi Selatan Nol Kilometer merupakan jalur menuju Keraton Yogyakarta -dulu Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Di depannya terdapat lapangan yang biasa disebut Alun-Alun Utara. Di sekitar sisi timurnya terdapat kawasan sentra industri kuliner khas Yogyakarta gudeg, Wijilan.

Di sisi timur Nol Kilometer, tepatnya Jalan Ahmad Yani, berdiri pula pusat hiburan anak-anak dan pusat penjualan buku murah. Taman Pintar, pusat hiburan dan pendidikan bagi anak-anak ini selalu ramai pengunjung, baik siswa sekolah maupun pengunjung wisatawa umum.

Begitulah denyut nadi ekonomi di kawasan sekitar Nol Kilometer. Tak pernah benar-benar sepi. Sementara di kawasan Nol Kilometernya, tepatnya di pelataran depan monumen, selalu saja saban hari ada wisatawan yang berkunjung. Selain karena adanya daya tarik hiburan dadakan atau hiburan jalanan tadi, kawasan ini memang memberi ketenangan. Tempat ini pula yang menjadi simbol kewisataan Yogyakarta.

Aktivitas wisatawan di Titik Nol Kilometer Malioboro, Kota Yogyakarta, Minggu (7/5). Sebagian besar wisatawan memilih foto-foto di beberapa tempat. (Foto: MerahPutih/Fredy Wansyah)

Tak ayal, setiap pengunjung selalu berfoto-foto di tempat ini. Pantauan merahputih.com, Minggu (8/5), tempat ini, setiap 30 menit, selalu saja ada wisatawan yang tertawa dan berfoto. Mereka berfoto di pinggir jalan Nol Kilometer. Ada yang berfoto di depan monumen. Ada pula yang berfoto dengan tokoh-tokoh film anak-anak.

Salah satunya ialah tokoh robot. Ia sebenarnya manusia, menggunakan topeng dan kostum ala robot. Apa yang ia kenakan membuat banyak anak-anak ingin berfoto dengannya. Sehabis berfoto, orangtua dari anak yang berfoto bersama "manusia robot" itu selalu memberi uang ala kadarnya ke dalam wadah uang sumbangan.

Aktivitas keramaian Nol Kilometer biasanya sampai larut malam, hingga sekira pukul 21.00 WIB saat hari biasa dan pukul 23.00 WIB saat malam liburan. Biasanya, malam hari hiburan musik seniman jalanan selalu tersedia. Melengkapi waktu bersantai di tepi jalan. Kadang musik angklung jalanan, kadang musisi saxophone, kadang pula musisi gitar ala kadarnya.

Nol Kilometer juga dimanfaatkan banyak aktivis untuk menyuarakan aksi-aksi kritis. Hampir setiap momen penting, dan setiap demo aliansi buruh, LSM, maupun mahasiswa, tempat ini menjadi tempat berunjukrasa. Seperti unjukrasa buruh di Hari Buruh Dunia, 1 Mei lalu. (Fre).

BACA JUGA:

  1. Curug Ngumpet Banyak Dicari Pelancong di Bogor
  2. 5 Curug Favorit Pelancong di Bogor
  3. Curug Goa Lumut Surga di Kaki Gunung Salak
  4. Asyiknya Bermain Air di Curug Pangeran Bogor
  5. Curug Putri Pelangi Keindahan Tersembunyi di Bawah Ratusan Tangga
#Malioboro #Nol Kilometer Malioboro #Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan