Menelusuri Asal Usul Perayaan Cap Go Meh
Ilustrasi perayaan Cap Go Meh. (Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto)
Merahputih.com - Cap Go Meh merupakan serangkaian acara ibadah umat Konghuchu. Cap Go Meh menjadi perayaan yang menandai puncak dari rangkaian Tahun Baru Imlek. Pada tahun 2025, puncak Cap Go Meh dimulai pada Rabu, 12 Februari 2025.
Perhitungan perayaan Cap Go Meh sendiri, tepat pada hari ke-15 pasca Imlek sesuai dalam kalender Lunar.
Baca juga:
Ekstrem dan Kental Unsur Mistik, Riuhnya Aksi Ritual Tatung di Perayaan Cap Go Meh Singkawang
Berbagai sumber menyebutkan, awal mula perayaan Cap Go Meh sendiri bukanlah perayaan yang dilakukan bersama. Melainkan rangkaian perayaan tahun baru yang dirayakan di masing-masing keluarga.
Namun di Indonesia sendiri Cap Go Meh menjadi seremonial besar-besaran yang dirayakan bersama-sama. Setiap daerah ada perayaan khasnya sendiri-sendiri.
Perayaan Cap Go Meh memiliki cerita legenda di baliknya. Pada masa Dinasti Han (206 sebelum masehi hingga 220 masehi), para biksu menyalakan lentera pada hari ke-15 tahun baru Imlek untuk menghormati Sang Buddha.
Baca juga:
Cap Go Meh di Singkawang Digelar 12 Februari, Jadi Event 10 Besar Terbaik Indonesia
Adapula cerita rakyat yang menyebutkan pada masa Dinasti Tung Zhuo pada 770-256 SM, Cap Go Meh erat dengan perayaan lampion karena pada zaman dahulu para petani memasang lampion untuk mengusir hama dan binatang yang merusak tanaman.
Selama periode yang sama pula, petani memeriahkan acara ini menambah ragam aktivitas seperti bunyi-bunyian, bermain barongsai, melakukan arak-arakan, sebagai tradisi tolak bala. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda
Tradisi Yaa Qowiyyu Klaten, Ribuan Warga Berebut Gunungan Apem
Tradisi Murok Jerami Desa Namang Resmi Diakui Jadi Kekayaan Intelektual Khas Indonesia
Lebaran Sapi, Tradisi Unik Warga Lereng Merapi Boyolali Rayakan Hewan Ternak
Filosofi Tradisi Kutupatan Jejak Peninggalan Sunan Kalijaga
4 Tips Prank April Mop Sukses Mengundang Gelak Tawa
Tradisi Sungkeman sebelum Puasa Ramadan di Indonesia, Simak Beberapa Manfaatnya
Mencari Jelmaan Putri lewat Tradisi Bau Nyale, Budaya Khas Suku Sasak
Merawat Empati Lewat Tradisi Begawe Nyiwak khas NTB
Aliansi Masyarakat Solo Cinta Damai Tolak Ormas Intoleran di Kota Solo